Archive | April 2011

SURAT TERINDAH BUAT ABAH DAN UMMI


Duhai abah, duhai ummi, walau semasa kecil ananda tak selalu hidup berdampingan denganmu, bersamamu disetiap waktu dan detak jantungmu, Baca lebih lanjut

Iklan

BERTEMU SANG BIDADARI



Pesan singkat menghampiri inboxku, kubuka dan ternyata dari muraobbiyahku, kubaca pesan tersebut dan tertulis bahwa tarbiyah esok hari diganti dengan kegiatan TABLIGH AKBAR yang bertema ”FITNAH”, kuhubungi teman halaqah untuk menghadiri kegiatan tersebut, merekapun beremangat untuk ikut dan sayapun jadi bersemangat juga.

Rintihan hujan menghiasi pemandangan pagi itu, menutupi birunya langit, menghalangi senyuman sang mentari pada pusarannya untuk menghangatkan bumi, seakan-akan ingin menghalangi langkahku untuk bertemu para bidadari dunia, awalnya rasa malas mulai menggeluti karena hujan tak henti-hentinya menyirami bumi, lalu kukirim pesan singkat kepada seorang bidadari untuk berdo’a, ”ukh berdo’a dong agar hujan redah”, sambil bersiap-siap dan berkemas, kuhangatkan motor yang selama ini setia menemani langkahku, setelah semuanya siap dan hendak beranjak pergi, Alhamdulillah hujan redah, dan seakan mengizinkan aku untuk melangkah ketempat tujuan, walaupun pada saat itu ada seorang teman dari almarhum dan sekaligus seorang tetanggaku, ingin bertamu kerumah tapi saya lebih memilih untuk melangkah bertemu sang bidadari (hehe). Alamat tempat tersebut belum saya tahu, langkah pertama adalah mencari tempat sasaran (hehe) sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh seorang bidadari, dimana tempat tersebut terletak disebelah kanan setelah kuburan cina, kumenoleh kearah kanan dan kiri untuk mencari tanda-tanda dari petunjuk (detektif kali yee…), dan sampailah didepan kuburan cina, gas motor masih terus kugenggan agar tak terhenti, tak berapa meter kedepan saya melihat ada beberapa rombongan bidadari dan pemandu lainnya, tapi saya mengabaikan hal tersebut, akhirnya saya tiba pas didepan masjid, kuhentikan gas motor hingga tak bergerak lagi, lalu seorang pemandu menunjukkan arah masuk kebagian akhwat, kubelokkan leher motor untuk berbalik arah ketempat yang telah disiapkan untuk para bidadari (hehe). Depan ruko, motor kehentikan lagi setelah berbalik arah beberapa meter, didepan ruko ada seorang bidadari dan saya turun dari motor untuk berpijak ditanah, bersama seorang bidadari itu, saya melangkahkan kaki ketempat kegiatan.

Setiba ditempat tujuan, hujan menyapa lagi, sesaat dia terhenti lalu datang lagi, menembus tenda yang telah terpasang hingga membasahi sebagian tempat duduk yang telah disediakan dan membanjiri lantai, seakan-akan hujan tak ingin melewatkan satu katapun dari syiar dakwah yang berlangsung. Aku duduk berdampingan dengan bidadari yang tadi kutemani sambil berkenalan, tak lama kemudian moderator memberi arahan, lalu terdengar suara syiar islami dan tilawah, airmataku hampir tak terbendung menghimpun rasa haru, haru melihat para hamba-hamba Allah yag begitu cinta pada_Nya, tak gentar menyiarkan kebenaran dan meluruskan jalan saudara-saudarinya yang seiman. Indah nian wajahmu, bersinar penuh pesona terpancar dari balik hijab yang melekat pada dirimu.

Ya Allah begitu indahnya hidup ini, jika berada didekat mereka, meski hujan terus menyapa, tapi kegiatan tetap berjalan sesuai rencana, tak gentar mereka mengikuti syiar dakwah hingga selesai, bertemu dan bermajelis dengan bidadari-bidadari dunia begitu indah, ingin rasanya tiap saat didekat mereka, meminta nasehat mereka. Mendengar syiar islam yang terucap dari mulut mereka, mengajarkan ketaqwaan dan menguatkan keimanan, agar tak kufur kepada sang Khaliq.

Walau hujan datang menyerbu

Walau panas datang mencekam

Walau angin datang menyapa

Tak akan kubiarkan ia menghalangi langkahku

Tak akan kubiarkan ia menggoyahkan hatiku

Tak akan kubiarkan ia menghapus cintaku

Aku akan tetap bertahan

Tak peduli

Derasnya hujan

Teriknya matahari

dan

Kencangnya hembusan angin

Ya Rabb_Ku…..

Terimalah cintaku pada_Mu