Archive | Oktober 2013

Berburu SUNSET di pantai Akarena Makassar


Bismillah, Makassar, as-Sabtu, 21 Dzulhijjah 1434H

akarena MakassarAlhamdulillah, tiada kesempatan tanpa dari_Nya, Allah masih memberi saya kesempatan tuk merasakan indahnya pantai, merasakan sapaan angin di tengah pantai, dan lirikan sang mentari sore dari balik awan.

Berkunjung ke pantai adalah salah satu cara saya untuk menghilangkan rasa penat saat sebuah semangat memudar, entah itu semangat dalam belajar, semangat dalam menulis, semangat dalam bekerja, serta rutinitas lainnya yang menanti didepan mata.

Baca lebih lanjut

Tokoh Panutanku (Part #1)


Bismillah, Ahadi, 15 Dzulhijjah 1434H

Mereka adalah para wanita hebat yang saya kenal, mmhhh .. kenalnya kapan yah.. 🙂 …. menilai dari kegiatan dan aktivitas beliau membuat saya terkagum-kagum, masyaAllah. Wanita karir mungkin dapat digelarkan kepada mereka, seorang aktivis yang aktif dibeberapa kegiatan, namun, mereka tidak melupakan kodrat sebagai seorang wanita, seorang ibu, ataupun seorang istri. Sejak mengenal mereka, dan mengetahui keistimewaan mereka, saya berencana mengikuti jejak istimewa tersebut, insyaAllah.

Baca lebih lanjut

Mudik, Batalllll………


Bismillah, Makassar, Tsalasta, 10 Dzulhijjah 1434H

gagal mudikRencana hanyalah tinggal rencana, jika didalamnya terdapat kesalahan saya secara pribadi, maka ampunilah hamba ya Allah, namun jika ini adalah kehendak_Mu, maka tabahkanlah hati yang sedih dan kecewa ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari raya idul adha, saya lakukan di kota Makassar, tempat saya belajar dan menuntut ilmu, kurang lebih sudah memasuki tahun ke 13 saya berada di kota ini, hanya sesekali mudik, saat sekolah dan kampus dalam masa liburan.

Niat ditahun ini, merayakan idul adha di kampung tercinta, yang berada diujung pulau Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Luwu Timur, menghabiskan kurang lebih 11 jam untuk tiba di sana dengan mengggunakan bus.

Entah, mengapa ditahun ini, hatiku rasanya sedih tidak mudik, padahal ditahun sebelumnya, saya tidak pernah mudik, selain idhul fitri, maka saya niatkan untuk mudik, mama dan bapakpun senang mendengar kami akan mudik. Alhamdulillah, kehadiran kami selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga.

Kecewa dan sedih, saat mengetahui bahwa mudik tahun ini batal, karena suatu hal……., padahal sudah saya siapkan satu pekan sebelum mudik, izin ke dosen sudah, dan tak ada lagi yang mengganjal untuk tidak mudik, rencana liburan selama 1 pekan sebelum aktif ngampus. Semuanya batal, hatiku rasanya hancur, semangat memudar. Membayangkan untuk merayakan idhul adha bersama keluarga, beramai-ramai, karena sudah beberapa tahun saya tidak pernah merasakan idhul adha bersama keluarga, sayapun dah lupa kapan terakhir merayakan hari raya ini bersama keluarga.

Bukan hanya saya yang merasakan kecewa ini, adik dan ponakan, serta keluarga dikampung, semuanya merasa kecewa, karena begitu banyaknya rencana indah yang telah kami rancang setelah lebaran. Silaturahim ke kekeluarga jauh dan keluarga dekat. Keluarga yang tidak pernah saya kenal, yang tidak pernah saya kunjungi. Namun kehendak Allah lain, Allah memiliki rencana indah lainnya buat keluarga saya, entah itu apa, Saya hanya mampu menunggu jawaban dari Allah.

Untuk menghilangkan rasa kecewa ini, mama berniat akan ke Makassar 2 hari setelah hari raya. Alhamdulillah, senang, mama akan mengunjungi kami, sekiranya bapak ikut, maka semakin berkuranglah rasa kecewa ini.

Tak ingin merayakan hari Idhul adha dengan rasa hampa dan rasa kecewa yang menjadi-jadi, maka saya dan adik membuat “Burasa’, ayam kecap, dan sop ayam”, meski rasanya pas-pas dan entah gimana rasanya, yang penting dapat merasakan nikmatnya hari raya yang identik dengan masakan yang enak-enak (meski rasa gimana githu), hanya bermodalkan bumbu dapur si Bawang Merah dan si Bawang Putih. Seddiiiihhhhhh, ngak jadi mudik  😦

Alhmadulillah, ada si Naira sebagai bahan penghilang kesedihan dan kekecawaan, 🙂

Hamba bertaubat, Allah senang.


Bismillah, Makassar, Tsalatsa, 2 dzulhijjah 1434H

12319_1286417200306_1226454077_30687582_3263577_nTeringat sebuah materi yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah Al-Harbi (Da’i kementrian Arab Saudi) pada kegiatan tabligh akbar yang diadakan oleh Wahdah Islamiyah Makassar di masjid Babussalam Borong Makassar tanggal 1 Dzulhijjah 1434H, terharu mendengar materi yang disampaikan oleh beliau, hati menjadi teduh dan tentram, ada kedamaian yang tercipta, semua karena kehendak_Mu ya Allah, terima kasih Engkau memberi hamba kesempatan untuk merasakan indahnya kelembutan hati, indahnya ukhuwah dalam majelis ‘ilmu, indahnya bersama barisan hamba-hamba yang cinta pada_Mu.

Tema pengajian umum kali ini adalah menyingkap rahasia dzulhijjah dan qurban. Namun, ada satu pelajaran yang sangat bernilai kudapatkan yang disampaikan oleh syekh, dimana saat seorang hamba bertaubat kepada Allah memohon ampunan setelah ia melakukan suatu maksiat atau dosa, maka Allah begitu bahagia dan senang dengan kehadiran hamba tersebut, kebahagiaan Allah tersebut melebihi kebahagiaan seorang hamba yang kehilangan seekor unta dimana pada unta tersebut terdapat bekal atau harta benda persediaan dia selama perjalanan, lalu dia memejamkan mata, dan saat terbangun didapatinya unta tersebut telah ada dihadapannya, dan diapun berkata ya Allah sesungguhnya engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu, begitu bahagianya sehingga dia salah dalam mengungkapkan kalimat tersebut. Kebahagiaan seorang hamba ini, tidak pernah melebihi kebahagiaan Allah saat dia mendapati hamba_Nya bertaubat setelah melakukan maksiat/dosa.

Begitu sayang dan cintanya Allah kepada hamba_Nya, meski dosa kita sebesar gunung dan seluas samudera dilautan, jika kita datang bersimpuh dan memohon ampunan kepada_Nya, maka Diapun bahagia dan bergembira, tidakkah kita merasa senang, saat kita melukai perasaan orang lain, teman, keluarga ataupun orang disekitar kita, lalu kita datang kepadanya meminta ma’af, dan dia mema’afkan serta menyayangi kita melebihi apa yang kita harapkan, kadang airmata haru tak terbendung.

Ya Allah,

ampunilah kami atas segala kesalahan yang kami perbuat,

entah disengaja atau tidak,

sesungguhnya hanya kepada Engkau kami berserah dan menyembah,

teguhkan hati kami yang selalu terbolak-balik,

jangan Engkau biarkan kami berada dijalan kesesatan

lindungi dan kuatkan langkah kami bersama_Mu.

Amin ya Robb…

JANGAN SALAHKAN ALLAH


Bismillah, Makassar, 1 Dzulhijjah 1434 H

cinta-allah11Saat masalah menghampiri, hati tak IKHLAS, beribu ocehan atau ungkapan kasar terlontar dari mulut, atau terus menggerutu dalam hati, menyalahkan yang tak pantas kita salahkan, segala bentuk emosi dan keegoisan terlampiaskan tanpa kita sadari, mencaci, merusak dan kadang menghina, itulah yang sering terlampiaskan, pantaskah kita melampiaskan segalanya ?, apakah yang patut kita lakukan jika hal ini menghampiri kita ?. tak ada yang pantas kita salahkan, baik orang lain, diri kita sendiri terlebih sang PENCIPTA. Merenunglah terhadap apa yang telah kita perbuat, apakah sesuai dengan peraturan sang KHALIK yang telah dia tetapkan atau tidak. Allah tidak pernah membiarkan hambanya menderita jika ia selalu patuh pada_Nya dan Allah tidak akan pernah memberikan kita suatu musibah diluar kemampuan kita, dia Maha Mengetahui, Maha Melihat dan Maha Adil.

Allah tak sayang padaku, Allah tidak adil padaku dan berbagai macam kata yang sering terlontar pada_Nya, kata yang tak pantas kita ucapkan untuk_Nya. Allah begitu sayang jika ia memberi kita suatu musibah karena Dia ingin melihat kita menjadi manusia yang kuat, tidak lemah dan tidak mudah menyerah, dia ingin melihat kita menjadi manusia super, manusia hero, manusia yang tak mudah menyerah jika suatu musibah menghampiri. Jika kita merasa Dia tidak adil pada diri kita, tidak adil dalam bentuk apa ?.

Review Masa hidup, dan Sisa Usia


Bismillah, Makassar, 28 Dzulqoidah 1434H

Tulisan ini, rencana saya terbitkan pada tanggal 26 Spetember 2013, tepat pada tanggal kelahiran saya berpijak di bumi Allah, namun karena beberapa kegiatan yang mengalihkan perhatian dan konsentrasi didunia nyata, barulah pada hari ini tanggal 4 Oktober 2013, saya menyempatkan diri untuk menerbitkannya, semoga kaga kadaluarsa :).

muslimah2Lelah berjalan, yaaahh mungkin itulah salah satu istilah yang sering hinggap diputaran hidupku, silih bergantinya waktu. Siang ke malam, dan malam ke siang, waktu hidup hanya berputar pada kedua rotasi waktu tersebut, mmhh… saat aku pikir, hal apa yang telah aku lakukan pada kedua rotasi tersebut !. sedih, terkadang bersemayam dalam benak, nangis ? haruskah aku meneteskan air mata tuk merenunginya !. ya Allah, apa aku pantas disebut sebagai hamba_Mu ?, apa aku pantas disebut pengikut Rasulullah SAW ?, apa aku pantas diberi gelar wanita sholehah ?. malu rasa hati, ketika sebuah amalan tidak sesuai dengan ilmu yang telah diterima.

Baca lebih lanjut