Archive | Maret 2011

DISEBUAH MASJID


Meski tanggal peringatan maulid telah lewat dan sudah sangat lewat dari penetapan tanggal yang ada dikalender, (hehe), tapi tidak menyurutkan keninginan untuk menuliskn sebuah kisah yang saya dapatkan sewaktu melihat sebuah kegiatan maulid yang diadakan disalah satu masjid yang terdapat di kota Makassar, tepat tanggal 18 Maret 2011 bertepatan degan hari jum’at, kebetulan ada kegiatan rutin pekanan bertemu dengan muslimah yang insyaAllah diridhoi Allah (Amin ya Rabb), membahas tentang permasalah agama dan mencari solusi untuk lebih mendekatkan diri pada sang Khalik demi terciptanya ketentraman hati, mengenal sifat-sifat Ilahi dan Rasulullah serta para salafushalih. Alhamdulillah puji syukur ya Allah, Engkau telah memberiku kesempatan untuk bertemu dengan mereka.

Kegiatan tarbiyah berjalan selama kurang lebih 2 jam, dalam sepekan, saya sempatkan untuk menunutut ilmu ad-dien agar terjadi keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat meskipun untuk menyeimbangkan kedua hala tersebut sangat sulit tapi sebagai makhluk mulia yang tetap optimis tugas kita hanyalah terus berusaha untuk lebih mendekatkan diri pada Ilahi, adapun hasil dari usaha tersebut biarlah Allah yang menentukan karena Dia adalah penentu dari rencana yang telah kita buat.

Seuasai tarbiyah, masjid diramaikan oleh berpuluh-puluh jama’ah yang datang, awalnya saya jadi heran, koq masjid ramai banget, setelah saya liat ternyata ada kegiatan peringatan maulid yang dihadiri beberapa majlis taklim dari beberapa kota yang ada di provinsi sulawesi selatan, karena waktu untuk sholat magrib sudah beberapa menit lagi, maka saya dan teman melaksanakan sholat magrib dimasjid.

Begitu ramainya, sayapun tidak mendapatkan alat sholat cadangan yang telah disediakan dimasjid, sehingga saya menunggu kak Ela selesai berjama’ah, barulah saya menunaikan kewajiban bertemu dengan Allah SWT.

Adzan berkumandang, para jama’ah banyak berdiri dan menunaikan sholat sunnah dua rakaat. Lalu kak Ela berbalik bertanya padaku, mereka sholat apa, lalu kujawab sholat sunnah mungkin kak (walaupun ada beberapa yang berbeda pendapat tentang hal ini), setelah qomat dikumandangkan, maka berdirilah semua para jama’ah kecuali saya dan beberapa jama’ah lainnya yang tidak kebagian perlengkapan sholat. Sholat magrib dilaksanakan secara berjama’ah dengan para ibu-ibu majlis tersebut, dan sayapun hanya melihat-lihat berlangsungnya sholat, dan mata saya tertuju pada satu shaf yang memisahkan diri dengan shaf yang lain, dalam hati saya bertanya, koq mereka memisahkan diri, ada apa!!!!!!!!, sempat terlintas dalam benak, mungkin mereka sedang menjaga konsumsi yang ada didekat mereka atau karena alasan apa saya juga tidak tahu persis, saya tidak tahu alasan yang sebenarnya, takutnya salah tebak yang dapat menimbulkan noda hitam yang menempel dihati, yang terbentuk dari segumpal daging dan begitu lembut. Pertanyaan tentang alasan itu selalu menghampiri.


ya Allah beginikah cara umat_Mu untuk berjumpa dengan_Mu, ini adalah rumah_Mu, begitu tidak sopannya tingkah laku kami bertamu dirumah_Mu. ya Allah tunjukkanlah kami selalu jalan kebenaran_Mu, agar kami tidak tersesat dilubang ketidaktahuan yang dpat menyebabkan kami menjadi manusia bodoh, yang tidak mengetahui tentang segala peraturan dan adab-adab yang telah Engkau tentukan, tuntunlah kami semua agar kami lebih semangat dalam menuntut ilmu ad-dien_Mu, mempelajari kitabullah_Mu dan as-sunnah_Mu yang dapat kami jadikan panutan dalam hidup kami didunia dan diakhirat kelak (Amin ya Rabb).

 

 

 

 

 

Iklan

INDAHNYA HIDUP BERSAMA ALLAH


Rasa sepi dan hampa yang terasa setelah menjauh dari-Mu, membuat hatiku dan hidupku tidak tenang, ada rasa bersalah dan berdosa dalam diri saat teringat beribu kesalahan yang telah kuperbuat, tidak jenuh Engkau mengawasi setiap langkahku, tidak lelah Engkau menjaga diriku disetiap hari-hariku, tidak bosan Engkau mendengar keluh kesahku. Hanya Engkau tempatku mengadu saat hati merasa sedih, saat hati merasa hampa dan merasa kesunyian.

Telah kumungkiri janjiku lagi

Walau seribu kali kuulang sendiri, aku takkan tempuh lagi

Apakah kau terima cintaku lagi?

Setelah ku berpaling dari pandangan_Mu

Yang kabur karena jahilnya aku

Kuingin cinta_Mu hadir subur dalam jiwaku

Agar kutetap bahagia

Tanpa cintaku Kau tetap disana

aku tanpa cinta_Mu bagai layang-layang terputus talinya

Kasih dari_Mu kudambakan oh Tuhanku

Masihkah ada sekelumit belas

Mengemis kasih_Mu untukku berpaut dan bersandar

Aku disini dan tetap terus mencoba

Untuk memperoleh cinta_Mu

Walau ranjaunya menusuk pedih.

Kini aku dapat merasakan kasih sayang-Mu yang tidak terbatas, Engkau begitu baik padaku, Engkau menyayangiku dengan berbagai macam ujian yang Engkau berikan disetiap hari-hariku, Engkau menguatkan diriku dengan ujian itu, agar aku tidak mudah menyerah dan berputus asa pada kehidupan, kini Engkau memberiku pemahaman yang dulu tidak dapat dapat kupahami.

Satu persatu ujian itu kuhadapi dengan hati yang lapang, meski sangat menyiksa hatiku, meski hati ini merasa ter-iris, meski airmata tercurahkan, semuanya telah kujadikan suatu kenangan terindah dari_Mu, akan kusimpan rapi dalam hatiku, kan kujadikan sebagai ilmu dan pengalaman terindah yang pernah kudapatkan, meski hal itu telah membuat hatiku sakit dan tersiksa, tapi hamba percaya, itu adalah suatu ujian permainan yang tidak berguna untuk disesali, tapi dijadikan sebagai penguat hati untuk tetap bertahan hidup diatas bumi yang penuh dengan lika liku kehidupan.

Alhamdulillah, Allah begitu sayang padaku, dia masih memberiku kesempatan untuk dekat kembali dengan_Nya, Dia masih menerimaku sebagai salah satu hamba yang mengharapkan keridhoan_Nya, setelah beberapa waktu yang lalu aku sempat melupakan_Nya, melupakan segala perintah_Nya, mengabaikan segala peraturan_Nya, tidak menghiraukan kehadiran_Nya, ya Allah aku sungguh merasa berdosa dan bersalah ampuni aku ya Allah, terima kasih kini Engkau telah menyelamatkan hamba, Engkau memberi kesempatan kepada hamba untuk berkumpul kembali dengan orang-orang yang Engkau Ridhoi, kini hati hamba telah merasa nyaman berada lagi didekat_Mu, hanya Engkau yang pantas hamba jadikan seorang kekasih, Engkau adalah kekasih sejatiku, yang setia menemaniku, yang setia menegurku saat aku salah, yang tidak pernah jenuh hadir dikehidupanku meski kadang aku lalai mengingat_Mu.

Semoga pencarian keridhoanku pada_Mu tidak akan pernah lelah kucari, kuingin engkau menjadikanku kekasih_Mu, akan kucari dimanapun, akan kutempuh cara apapun agar aku dekat dengan-Mu ya Allah. Semoga Engkau memberkahi diriku dalam menuntut ilmu ad-dien_Mu, jadikan hari-hariku bernilai ibadah dihadapan_Mu, jadikan setiap yang kulakukan bermanfaat untuk Engkau dan orang-orang disekitarku.

Berkumpul kembali dengan hamba-hamba_Mu yang taat, membuat hatiku bahagia dan senang, mereka dapat menyejukkan hatiku, mereka dapat menenangkan jiwaku, mereka dapat menghilangkan sepiku dan mereka dapat membuatku menjadi wanita mulia, meski pertemuan yang dilakukan hanya sekali sepekan tapi kehadiran mereka begitu sangat berharga dihidupku, ilmu ad-Dien yang kurang kupahami, sedikit demi sedikit dapat kupahami, kehadiran_Mupun semakin terasa dihatiku. Ya Allah kini aku merasakan rindu pada_Mu, yang dulunya tidak kurasa, ya Rasul kini aku menanti pertemuan denganmu yang dulu tidak pernah kunanti.

Teman-teman ditempat tarbiyah yang dilakukan sekali sepekan, membuatku selalu rindu pada mereka, meski pertemuan hanya selama 2 jam tapi pertemuan tersebut adalah pertemuan yang sungguh luar biasa, saat hatiku mulai goyah dan jenuh pada hidup tapi setelah bertemu dengan mereka hidup itu terasa indah dan nyaman, hati kembali menjadi tenang dan damai, mereka semua membuatku sangat berharga, terutama murabbiyahnya, orang yang begitu sabar dan tabah dalam menuntun kami, mengajarkan kami suatu kebaikan, menyampaikan pesan dari sang Khalik, tidak lelah ia mengingatkan kami, tidak lelah ia menasehati kami, ohhh……murabbiyahku, semoga Allah meridhoi setiap langkahmu, doakan diriku agar dapat mengikuti jejak langkahmu, karena berkah engkau, diriku dapat lebih dekat lagi dengan Allah.