Karena Kusayang Adikku


Bismillah, Makassar, 31 Desember 2013

kusayang adikkuMarah padamu, yaah  itu kadang kulakukan. Melarangmu ini itu, yaah itupun selalu kulakukan, Sehingga membuatmu terkadang acuh padaku, atau itu hanya sebuah perasaanku saja ?.  Mungkin itu hanyalah sebuah perasaanku yang hinggap. Tahukah engkau duhai adikku, sungguh aku sangat sayang padamu, seperti mama  dan bapak sayang padamu, tapi mungkin aku yang kadang salah menempatkan kasih sayang ini. Mungkin sebagai kakak aku tidak memahami apa yang kau inginkan, katakanlah padaku duhai adikku sayang, agar aku tahu agar aku mengerti, sungguh suatu keindahan menjadi kakakmu, sungguh suatu hadiah terindah dari Allah, yang telah mempertemukan kita berdua dalam sebuah hubungan keluarga, Allah merancang rencana indah buat kita duhai adikku sayang.

Adikku, pesan mama tidak akan pernah aku lupakan “Jaga Adikmu”, kita tinggal bersama, pisah dari keluarga, jauh dari kehangatan keluarga, hanya ada engkau dan aku di rumah ini, hanya kita berdua, hanya kita berdua. Tahukah engkau duhai adikku sayang, saat engkau merasa sakit akupun terasa sakit, saat engkau gelisah akupun merasa gelisah. Sungguh, aku ingin menjadi kakakmu yang bermanfa’at yang dapat engkau banggakan, yang dapat engkau sebut namanya dengan penuh rasa syukur.

Adikku, sungguh aku merasa bersalah, aku merasa berdosa, setiap harinya aku mengejar ilmu, setiap harinya aku memeprbaiki diri, dan setiap harinya pula aku mengejar kenikmatan akhirat. Atas semua itu, terkadang aku lupa dirimu, aku lupa bahwa engkau ada tinggal bersamaku, engkau berada menemaniku setiap hari di rumah ini. Aku lupa bertanya padamu, bagaimana kabar imanmu hari ini ?, aku lupa, ma’afkan aku duhai adikku sayang.

Adikku, senyum manismu selalu membuatku bahagia, terlebih jika engkau keluar rumah dan menawarkan “mau titip apa ? “, masyaAllah, itulah salah satu bentuk perhatianmu yang semakin membuatku sayang dan menyayangimu.

Adikku, aku tahu teman-teman dekatmu merupakan orang-orang yang awam dalam ilmu syar’I, aku berharap engkau menjadi parasit buat mereka, bukan mereka yang menjadi parasit dalam hidupmu, latar belakang dirimu yang dari pesantren, ‘amalkanlah buat mereka, menabunglah buat akhiratmu, aku sangat berharap kelak engkau menjadi adik kebangganku, adik yang dapat kubanggakan dimata dunia dan akhirat.

Tahukah engkau duhai adikku sayang !, saat aku melihatmu, melaksanakan sholat subuh tepat waktu, sungguh kebahagiaan yang tidak terkira, aku bersyukur kepada Allah SWT karena berkenan memberi hidayah itu ke dalam hatimu. Saat seorang temanmu berkata, bahwa hanya engkau yang sering membangunkannya sholat shubuh, MasyaAllah, Subhanallah, Harapku, kelak engkau menjadi Muslimah Sejati, Muslimah Tangguh, Muslimah kebanggaan Allah Azza Wa Jalla. Bersama kita membangun Istana buat keluarga besar kita…🙂

10 thoughts on “Karena Kusayang Adikku

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s