SURAT TERINDAH BUAT ABAH DAN UMMI


Duhai abah, duhai ummi, walau semasa kecil ananda tak selalu hidup berdampingan denganmu, bersamamu disetiap waktu dan detak jantungmu, menemanimu disela-sela waktu senggangmu, meski hanya sampai kelas 6 SD ananda berada dihari-harimu dan setelah itu ananda pergi kekota untuk menuntut ilmu atas keinginan ananda serat kehendak dan keinginanmu, keridhoanmu selalu terucap dari hati kecilmu buat ananda.

Kasih sayangmu tak terukir lewat kecupan ataupun lewat belaian yang engkau beri kepada ananda, tapi ananda tahu engkau selalu menyebut nama ananda disetiap ucapan do’amu, meminta pertolongn kepada sang Kholiq untuk melindungi ananda, tak terpejam matamu jika ananda dalam keadaan sulit, tak tenang hidupmu memikirkan kehidupan ananda ditempat jauh, tak henti-henti engkau bertanya kabar tentang ananda, sedikit kesakitan menimpah ananda engkau begitu khawatir, tak luput ucapanmu mendo’akan keselamatan kami. Abah, ummi, engkau seindah rembulan dan bintang yang bersinar dikegelapan malam, engkau sesejuk hembusan angin dipagi hari, engkau semerdu kicauan burung.

Abah, ummi, kini ananda telah tumbuh menjadi dewasa telah melewati masa kanak-kanak, hidup ananda begitu cepat berlalu, sepuluh tahun tak hidup didekatmu, hanya sekali setahun ananda bertemu denganmu, tak terasa waktu berlalu begitu cepat, tak kuasa ananda menatap wajahmu kini, tak tahan ananda memandang wajahmu, bukan karena ananda benci atau tak suka padamu tapi ananda tak ingin kehilanganmu, raut wajahmu yang dihiasi kerutan nampak tersenyum memandang ananda, tak sanggup ananda membalas senyuman itu, ingin memeluk engkau dan berada dipelukanmu untuk menghilangkan keresahan hati ananda.

Wahai abah dan ummi

Dengarlah rintihan anakmu

Bimbinglah diriku ini dijalan penuh berduri

Berilah ilmu mengenal Allah

Pencipta diri ini

Selamatkan dari tipuan dunia

Menuju alam yang abadi

Abah dan Ummi

Ini impianku ingin menjadi anak yang sholeh

menolong ayah

membantu ibu

(potongan syair lagu)

Abah, ummi, kini ananda betul-betul telah tumbuh menjdi dewasa, kini ananda telah menjadi seorang wanita muslimah, didikanmu semasa kecil tak luput dari ingatan ananda, meski begitu keras engkau mendidik ananda, tak lemah engkau menghukum ananda jika berbuat kesalahan, kesalahan terkecilpun tak luput dari hukumanmu, sehingga ananda sering berpikir bahwa engkau adalah orangtua yang jahat, tak punya kasih sayang, tak punya hati, tak punya perasaan (astagfirullah) tak sepantasnya ananda berpikir demikian tentang engkau, saat ini ananda telah menemukan jawaban disetiap langkah hukuman yang engkau sanksikan kepada ananda. Semasa kecilpun engkau selalu menjaga pergaulan ananda, tak rela engkau membiarkan ananda untuk bermain bersama teman-teman yang bukan sejenis dengan ananda meski mereka adalah sepupu ananda jua, tak henti engkau mencari ananda jika ananda tak berada dirumah, menghukum ananda jika ananda tak pergi mengaji, tak segan engkau mencubit ananda dan memukul ananda.

Abah, ummi, rasa sayang dan cintamu pada ananda, tak terkira walau kutulis dengan beribu angka, tak terganti meski sejuta rupiah kuberikan padamu, tak akan pernah henti hingga zaman memanggilmu. Abah, ummi, ananda tak sanggup membalas apa yang telah engkau beri kepada ananda, kasihmu tak bisa kubandingkan dengan luasnya samudera, begitu besarnya kasihmu pada ananda, kekhilafanku tak pernah engkau simpan dalam hati, engkau selalu meleburnya dengan kasih yang ada dihatimu.

Abah, ummi, ananda pernah melihat matamu meneteskan air, bagai sinar mutiara air matamu, secepat kilat engkau menghapusnya, agar ananda tak melihatnya, tak ingin dirimu, ananda merasakan kepedihan hatimu, keresahan hatimu dan kegundahan dihatimu, begitu mulia keindahan hatimu abahku, ummiku……… Mulut ananda terkunci saat berada didekatmu, mendengar curahan hatimu yang sangat mulia, menginginkan ananda menjadi wanita muslimah yang utuh, menjalin rasa persaudaraan diantara anak-anakmu agar tak ada perpecahan dan pertikaian diantara anak-anakmu kelak jika engkau telah tiada, memiliki sebuah keluarga yang tak lepas dari Ridho Ilahi, menjauhi segala larangan Ilahi dan menjalankan segala perintah Ilahi.

Abah, Ummi, kedewasaan menuntut ananda untuk memikirkan masa depan ananda, memikirkan kehidupan ananda kelak, merencanakan setiap langkah yang akan ananda tempuh, tak pernah engkau menghalau apa yang ada dipikiran ananda, engkau selalu memberi support kepada ananda meski ada hal yang tak berkenan tapi engkau selalu meyakini bahwa itu adalah yang terbaik buat ananda, begitu lapangnya dadamu disetiap tingkah ananda, disetiap keputusan ananda. Do’amu sangat ananda harapkan sampai akhir zaman.

Abah…….

Ummi……..

Doakanlah aku setiap saat

Ingatlah aku, dimanapun engkau berada

Sebutlah namaku disetiap mimpimu

Mimpikanlah aku setiap malammu

Abah……

Ummi…..

engkau cita-cita hidupku

engkau tumpuan harapanku

engkau tonggak hidupku

Abah….

Ummi……

Aku mencintaimu…

Aku menyayangimu

 

31 thoughts on “SURAT TERINDAH BUAT ABAH DAN UMMI

  1. Surat ini benar-benar indah. Sungguh…. betapa aku larut membacanya. Apalagi jika teringat ibu, duhai… betapa kerinduan ini penuh di seluruh lorong dada.

    Ohya, huruf-hurufnya bagus. Gimana sih caranya biar fontnya asyik kayak gini [hehe… maaf, saya belum bisa caranya]

  2. Assalamualaikum Neni😉

    Amiin.. semoga kita semua menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan senantiasa bisa membahagiakan mereka🙂

    Salam kenal Neni,
    kunjungan balik dan perdana,
    semoga berkenan😉

    • Wa alaikum Salam WR. WB..

      amin ya Robb, semoga kita semuanya menjadi anak yang berbakti kepada keduaorangtua dan dapat membahagiakannya didunia dan akhirat..amin..

      salam ukhuwah….

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s