Belajar Kesabaran darimu MyBrother


Bismillah, Makassar 1 Januari 2014

belajar sabarDia adalah lelaki sempurna. Aku tahu dia bukanlah lelaki sempurna dalam bentuk fisik, kecelakaan yang merenggut salah satu anggota tubuhnya, membuatnya menjadi lelaki tak sempurna dalam fisik. Yaaahhh kecelakan itu, terjadi ketika aku masih duduk dibangku SD, ketika aku belum mengenal siapa dirinya, ketika aku belum mengetahui mengapa hal ini menimpa dirinya. Hanya wajah sedih yang sempat kusimpulkan dari raut wajah mama, saat mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpah dirimu.

Dia adalah lelaki tangguh, lelaki yang membuatku menjadi wanita tangguh, menjadi muslimah tangguh, menjadi adik yang tangguh, entah berapa banyak dosa dan khilaf yang pernah kuperbuat padanya, entah berapa banyak kata kasar dan cemohan yang kulontarkan buat dirinya, akupun tak tahu, aku tidak mampu menghitung salah dan khilaf itu.

Dia adalah lelaki yang penuh perhatian, teringat masa remajaku, teringat masa peralihan dalam diriku, begitu banyak nasehat yang dia utarakan demi kebaikanku, demi keindahan diriku, demi dunia dan akhiratku. Namun, semua untaian nasehat itu, berlalu. Yaah, masa itu, hatiku begitu keras menerima semuanya, hatiku memberontak menerima segala nasehatnya. Saat ia berkata, kadang aku berlalu tak menghiraukannya, kutinggalkan ia dengan keangkuhan hatiku, aku tak peduli, apakah saat itu perasaannya menjadi kecewa, sedih atau bahkan lebih parah dari itu semua.

Tak henti dia menyimpan harapan indah untuk kami adik-adiknya. “Wanita itu lebih indah jika menggunakan Gamis” kalimat itu, yah kalimat itu, menjadi hantu dalam bingkai hidupku, menjadi bayang-bayang dalam setiap langkahku, engkau berharap, kelak kami adik-adikmu menjadi muslimah yang senantiasa menggunakan Gamis, karena di matamu, itu sangat indah. Tapi apakah harapan itu begitu cepat kami terima ?, begitu cepat kami dengar ?. Tidakk !!!, bahkan kami tertawa mendengar ocehanmu, kami tertawa dan berlalu tak peduli dengan dirimu.

Menyesal !!!, bukanlah sebuah kata yang dapat memutar waktu, bukanlah sebuah kata yang dapat mengubah egohnya sikapku. Hanya menjadi adik yang baik buatmu, dan mengubah segala bentuk egoh dan angkuhnya hatiku, aku dapat menebus segala salah dan khilaf itu, hanya itu yang mampu kulakukan saat ini, hanya itu, menjadi Muslimah yang terus berusaha menjadi yang terbaik di matamu, di mata keluarga besar kita.

Kini, pantaskah aku mengeluh ?, saat didepan mataku engkau tergambar jelas tanpa bayang semu, dengan satu tangan engkau dapat melakukan segala hal, hanya mengandalkan tangan sebelah kiri engkau mengerjakan semuanya, engkau menafkahi istrimu, engkau menafkahi 3 anakmu dan akan menyusul lagi 2 orang buah hatimu.

Aku belajar kesabaran darimu, aku belajar nilai kesabaran darimu, Duhai kakakku tersayang, ma’afkan adikmu yang selalu merepotkan. Kini, hanya engkau seorang kakak lelakiku di dunia, setelah almarhum tiada.

Iklan

15 thoughts on “Belajar Kesabaran darimu MyBrother

  1. Ping-balik: 2013 in review – LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2 | LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku Neni….

    Semoga kesabaran kakakmu itu, menjadi pelajaran dan pengajaran buat Neni belajar menjadi lebih sabar. Kita harus bersyukur kerana ada orang lain yang lebih hebat diuji Alah berbanding kita. Umi terharu membacanya dan memberi pengajaran juga buat Umi.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi. 😀

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku Neni….

    Sebuah rindu tidak pernah luntur dari hati Umi untuk selalu mengingati Neni walau di mana sahaja berada. Sebuah sayang tidak pernah pudar dari jiwa Umi untuk selalu mencintai Neni walau entah di mana sekarang. mungkin sedang sibuk mengulit diri dalam kajian lapangan. Untuk sebuah nama… NENI AZILAH, rindu Umi selalu mekar di hati.

    Jika sudah lelah, sapalah Umi bila-bila masa. Doa selalu mengiringi kehidupan Neni, anak Umi yang baik dan solehah.

    Salam sayang dan rindu selamanya dari Umi di Sarikei, Sarawak. 😀

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s