Kaga NULIS, Rasanya Gimana Githu


Bismillah, Makassar, Jum’at, 27 Desember 2013

awanputih_masnurBingung mau menulis tentang apa, apa tentang kebingungan.. Setelah sekian hari, sekian pekan tidak menorehkan ketikan di taman baca ini, rasanya gimana githu, rasa strawberry kaga, rasa duren kaga juga, truss rasa apa dong !… 🙂

Ada rindu, yah ada rindu saat harus berlama-lama tak menghias taman baca ini. Rindu menyapa sahabat, rindu menyapa ummi, rindu menyapa bunda, rindu menyapa mimi, rindu menyapa saudara-saudariku yang telah memberi kesan tersendiri dalam hidup ini. Rindu mereka, adakah mereka rindu denganku jua !…

Baca lebih lanjut

Iklan

Tokoh Panutanku (Part#2)


Bismillah, Makassar, Tsalasta, 29 Muharram 1435H

Setelah saya memaparkan tentang ustadzah yoyo yusroh pada tokoh panutanku (part#1), hari ini, saya akan memenuhi janji untuk memaparkan tentang ustadzah wirianingsih. Tokoh ini, merupakan salah satu tokoh panutan saya saat ini untuk membangun rancangan hidup kedepannya. Setelah saya, mengikuti sebuah ta’lim di salah satu kampus di Makassar, dimana bunda wiwi adalah narasumber kegiatan tersebut. MasyaAllah, saya jadi kagum dan takjub dengan kehidupan beliau. Sayapun mengenal beliau pada hari itu, sebelumnya saya tidak pernah mengenal beliau.

Setiap kata yang beliau paparkan pada seminar tersebut, saya menyimak dengan penuh perhatian. Senyuman beliau begitu indah saya pandang, menatap wajahnya begitu teduh, bersinar dengan indahnya akhlak dan ‘amalan beliau. Sungguh saya telah jatuh hati dibuatnya. Sepulang di rumah, saya lalu mencari profil tentang beliau, siapa sebenarnya dia, dan segala informasi yang bisa memberi saya penjelasan tentang kehidupan beliau.

Baca lebih lanjut

Keteknikan Pertanian, Masya Allah Banget


Bismillah, Makassar,  Muharram 1434H

KETEKNIKAN PERTANIANMenjadi mahasiswa pada jurusan “Teknologi Pertanian” dengan program studi “Teknik Pertanian“, bukanlah impian dan cita-cita saya. Masa itu, pada saat pendaftaran ke Universitas, saya memilih 3 jurusan yaitu pilihan pertama farmasi, pilihan kedua ilmu komunikasi dan jurusan ketiga teknik pertanian yang merupakan program studi dari teknologi pertanian. Awalnya sih, saya salah melingkari tuk prodi teknik pertanian , saya pikir mempelajari tentang teknik penanaman dalam bidang pertanian, setelah my brother melihat formulir saya, dia tertawa, eehh kenapa memilih jurusan ini ?, saya lalu balik bertanya kenapa ?, tuh kan jurusan seperti jurusan anak teknik, selalu turun dilapangan, menangani tentang mesin-mesin pertanian dll. Saya hanya tersenyum, dan berpikir sejenak, apa baiknya diganti atau tidak usah yah !. saya membulatkan niat untuk tidak mengganti pilihan tersebut, takut jika formulir pendaftaran saya tidak akan terbaca pada system pemeriksaan. Akhirnya saya tetap pada pilhan teknik pertanian.

Baca lebih lanjut

Kibarkan Rinduku Di Jalan_Mu


Bismillah, Makassar, Itsnaini,29 Dzulhijjah 1434H

kibarkan rinduku di jalan-MuBayangkan sekiranya tidak ada manusia yang berdakwah !

Apa yang akan terjadi !

Ketika setiap orang tidak peduli lagi dengan sekitarnya !

Ketika dakwah tidak memberikan efek bagi dunia ini !

Lalu

Siapakah yang akan menjalankan dakwah ini !

Baca lebih lanjut

Berburu SUNSET di pantai Akarena Makassar


Bismillah, Makassar, as-Sabtu, 21 Dzulhijjah 1434H

akarena MakassarAlhamdulillah, tiada kesempatan tanpa dari_Nya, Allah masih memberi saya kesempatan tuk merasakan indahnya pantai, merasakan sapaan angin di tengah pantai, dan lirikan sang mentari sore dari balik awan.

Berkunjung ke pantai adalah salah satu cara saya untuk menghilangkan rasa penat saat sebuah semangat memudar, entah itu semangat dalam belajar, semangat dalam menulis, semangat dalam bekerja, serta rutinitas lainnya yang menanti didepan mata.

Baca lebih lanjut

Tokoh Panutanku (Part #1)


Bismillah, Ahadi, 15 Dzulhijjah 1434H

Mereka adalah para wanita hebat yang saya kenal, mmhhh .. kenalnya kapan yah.. 🙂 …. menilai dari kegiatan dan aktivitas beliau membuat saya terkagum-kagum, masyaAllah. Wanita karir mungkin dapat digelarkan kepada mereka, seorang aktivis yang aktif dibeberapa kegiatan, namun, mereka tidak melupakan kodrat sebagai seorang wanita, seorang ibu, ataupun seorang istri. Sejak mengenal mereka, dan mengetahui keistimewaan mereka, saya berencana mengikuti jejak istimewa tersebut, insyaAllah.

Baca lebih lanjut

Mudik, Batalllll………


Bismillah, Makassar, Tsalasta, 10 Dzulhijjah 1434H

gagal mudikRencana hanyalah tinggal rencana, jika didalamnya terdapat kesalahan saya secara pribadi, maka ampunilah hamba ya Allah, namun jika ini adalah kehendak_Mu, maka tabahkanlah hati yang sedih dan kecewa ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari raya idul adha, saya lakukan di kota Makassar, tempat saya belajar dan menuntut ilmu, kurang lebih sudah memasuki tahun ke 13 saya berada di kota ini, hanya sesekali mudik, saat sekolah dan kampus dalam masa liburan.

Niat ditahun ini, merayakan idul adha di kampung tercinta, yang berada diujung pulau Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Luwu Timur, menghabiskan kurang lebih 11 jam untuk tiba di sana dengan mengggunakan bus.

Entah, mengapa ditahun ini, hatiku rasanya sedih tidak mudik, padahal ditahun sebelumnya, saya tidak pernah mudik, selain idhul fitri, maka saya niatkan untuk mudik, mama dan bapakpun senang mendengar kami akan mudik. Alhamdulillah, kehadiran kami selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga.

Kecewa dan sedih, saat mengetahui bahwa mudik tahun ini batal, karena suatu hal……., padahal sudah saya siapkan satu pekan sebelum mudik, izin ke dosen sudah, dan tak ada lagi yang mengganjal untuk tidak mudik, rencana liburan selama 1 pekan sebelum aktif ngampus. Semuanya batal, hatiku rasanya hancur, semangat memudar. Membayangkan untuk merayakan idhul adha bersama keluarga, beramai-ramai, karena sudah beberapa tahun saya tidak pernah merasakan idhul adha bersama keluarga, sayapun dah lupa kapan terakhir merayakan hari raya ini bersama keluarga.

Bukan hanya saya yang merasakan kecewa ini, adik dan ponakan, serta keluarga dikampung, semuanya merasa kecewa, karena begitu banyaknya rencana indah yang telah kami rancang setelah lebaran. Silaturahim ke kekeluarga jauh dan keluarga dekat. Keluarga yang tidak pernah saya kenal, yang tidak pernah saya kunjungi. Namun kehendak Allah lain, Allah memiliki rencana indah lainnya buat keluarga saya, entah itu apa, Saya hanya mampu menunggu jawaban dari Allah.

Untuk menghilangkan rasa kecewa ini, mama berniat akan ke Makassar 2 hari setelah hari raya. Alhamdulillah, senang, mama akan mengunjungi kami, sekiranya bapak ikut, maka semakin berkuranglah rasa kecewa ini.

Tak ingin merayakan hari Idhul adha dengan rasa hampa dan rasa kecewa yang menjadi-jadi, maka saya dan adik membuat “Burasa’, ayam kecap, dan sop ayam”, meski rasanya pas-pas dan entah gimana rasanya, yang penting dapat merasakan nikmatnya hari raya yang identik dengan masakan yang enak-enak (meski rasa gimana githu), hanya bermodalkan bumbu dapur si Bawang Merah dan si Bawang Putih. Seddiiiihhhhhh, ngak jadi mudik  😦

Alhmadulillah, ada si Naira sebagai bahan penghilang kesedihan dan kekecawaan, 🙂