Kibarkan Rinduku Di Jalan_Mu


Bismillah, Makassar, Itsnaini,29 Dzulhijjah 1434H

kibarkan rinduku di jalan-MuBayangkan sekiranya tidak ada manusia yang berdakwah !

Apa yang akan terjadi !

Ketika setiap orang tidak peduli lagi dengan sekitarnya !

Ketika dakwah tidak memberikan efek bagi dunia ini !

Lalu

Siapakah yang akan menjalankan dakwah ini !


Bukankah Allah telah berfirman Pada Q.S. Al-Imran : 110

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Allah menyuruh kepada setiap pribadi untuk menyeruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran

Allah tidak menyuruh kepada 1 orang saja, kita tidak bisa saling melempar tanggung jawab

Dakwah bukanlah hanya kewajiban orang-orang tertentu

Dakwah adalah kewajiban fardiah (pribadi setiap manusia)

Tanya pada diri kita, apa bentuk dakwah yang telah kita lakukan ?

Apa yang telah kita sumbangkan dalam dakwah ?

Ingat…. Allah akan meminta pertanggungjawaban atas ‘ilmu yang telah kita dapatkan !

Lalu, apa alasan kita untuk terus menjalankan dakwah !kibarkan rinduku di jalan-Mu

Allah berfirman dalam Q.S Al-A’raf : 164

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa”.

Allah tidak pernah melihat hasil dari dakwah kita,

tapi Allah selalu melihat dari usaha dan jerih payah kita untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang kepada yang mungkar

Sampaikan dakwah meski hanya satu ayat,

agar kita memiliki hujjah dihadapan Allah,

agar kita memiliki jawaban atas pertanyaan dari Allah SWT.

Saat kita tidak ingin terikat dalam barisan dakwah,

lalu kepada siapa kita akan mengikat diri ?,

lalu ‘amalan apa yang akan kita lakukan ?.

Ketahuilah, bahwa dakwah itu dapat memicu diri kita untuk istiqomah,

mengapa ?

karena saat kita berdakwah kepada orang lain,

maka kita akan merasa malu jika diri kita melanggar apa yang telah kita dakwahkan.

Mau istiqomah ?,

mau istiqomah dalam dhuha,

mau istiqomah dalam sholat lail,

mau istiqomah dalam tilawah,

mau istiqomah dalam segala kebaikan, maka berdakwahlah.

Allah berfirman : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad :7).

Dakwah itu sejatinya hanya mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar,

namun kadang kita hanya berani mengajak tapi tidak berani untuk melarang.

Manusia yang ikhlas untuk berdakwah tidak akan merasa lelah,

tidak akan keluar dari tanggungjawab,

dan tidak akan berkata “tidak bisa

jika urusan dakwah membutuhkan tenaga, harta dan nyawa mereka.

Adapun anak, suami/istri, beserta keluarga lainnya adalah sebuah ujian di jalan dakwah.

Semangat  di jalan Dakwah Ilallah

Wassalamu ‘alaikum warohamatullahi wabarakatuh

Iklan

40 thoughts on “Kibarkan Rinduku Di Jalan_Mu

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Saat nyala api kenangan yang tak pernah padam karena selalu ada yang tertinggal di setiap keberangkatan dan selalu ada yang terbawa saat ditinggalkan, saya mengucapkan: “Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1435 H.”

    Semoga segala hal yang kurang baik di masa lalu dapat terhapuskan oleh laku kenangan yang penuh manfaat di tahun baru ini…

    Salam penuh semangat untuk Neni seorang…

    • Wa ‘Alaikum salam wr. wb.

      Selamat tahun baru hijriyah buat pak guru,
      terima kasih atas ucapannya, semoga diberi balasan oleh Allah SWT

      salam penuh semangat pula tuk pak guru 🙂

    • saling mengingatkan itulah salah satu bentuk dakwah,
      dakwah jangn dilihat dari kacamata da’i, atau ustadz,
      inti dari dakwah adalah mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kepada kemungkaran
      jika dihadapan kita, melihat suatu kemungkaran maka cegahlah ia,..

      terima kasih telah mampir

      • Iya deh, dakwah dalam bentuknya yang singkat kan? 🙂
        Jadi,
        “jika dihadapan kita, melihat suatu kemungkaran maka cegahlah ia…”
        Cegahlah dengan tindakan,
        Kalau tidak bisa,, cegahlah dengan kata-kata,(lisan)
        kalau juga tidak bisa, cegahlah dengan tulisan, seperti yang nulis ini.
        Kalau juga tidak bisa kasih koment juga boleh.
        Kalau ngasih koment juga tidak bisa (takut gak nyambung), baca tulisan ini cukup.dah.
        🙂 🙂 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang….

    Umi hadir untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijrah 1435. Umi doakan Neni sihat dan bahagia dengan apa yang telah dan akan dilalui. Semoga sukses dalam pengajian ilmunya. Maaf, Umi jarang bersapa kerana sibuk dengan pemeriksaan kertas ujian pelajar dan tahun pengajian akan berakhir 2 minggu lagi. cuma aktif dalam penulisannya.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi. Umi tidak pernah melupai Neni yang selalu ada dalam hati Umi. (hmmmm… mahu mengalir air mata nih. ;)) rindu kok.

    Salam senyum manis dari umimu yang jauh. 😀

    • Wa ‘alaikum salam wr. wb. umiku syng
      selamat tahun baru hijriyah jg buat ummi..

      Amin ya Robb, terima kasih atas do’a dari ummi

      semoga ummi diberi kemudahan menyelesaikan semua pekerjaan tersebut..
      iyya neni paham kesibukan ummi
      nenipun rinddduuuuu dan kangen…

      salam senyum rindu dari neni yang dekat dihati 😉

  3. nah inilah indahnya islam, tidak semua orang diberi nikmat yang Allah berikan kepada hambanya.. hanyalah orang yang mencari keridhoan dan mempelajari ilmu Allah secara kaffah..

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s