Tokoh Panutanku (Part #1)


Bismillah, Ahadi, 15 Dzulhijjah 1434H

Mereka adalah para wanita hebat yang saya kenal, mmhhh .. kenalnya kapan yah.. ๐Ÿ™‚ โ€ฆ. menilai dari kegiatan dan aktivitas beliau membuat saya terkagum-kagum, masyaAllah. Wanita karir mungkin dapat digelarkan kepada mereka, seorang aktivis yang aktif dibeberapa kegiatan, namun, mereka tidak melupakan kodrat sebagai seorang wanita, seorang ibu, ataupun seorang istri. Sejak mengenal mereka, dan mengetahui keistimewaan mereka, saya berencana mengikuti jejak istimewa tersebut, insyaAllah.

Mereka adalah alm. ustadzah yoyo yusroh, ustadzah wirianingsih yang biasa disapa wiwi, dan wanita hebat dalam hidupku yaitu Bunda Nurjihan, mamaku tercinta. Mereka memiliki begitu banyak anak, alm. ustadzah yoyo memiliki 13 anak, ustadzah wiwi 11 anak, dan bunda jihan memiliki 10 anak. Yaaahh, angka yang begitu fantastis dibandingkan dengan wanita-wanita lainnya yang hanya memiliki 1,2,3,4 orang anak saja. mereka adalah salah satu wanita-wanita hebat yang sangat berkesan dalam hidupku. Apa sih keistimewaan dari mereka ? apakah dengan jumlah anak yang begitu banyak, lalu mereka dikatakan sangat istimewa ?. bukan hal demikian, nah, akan saya paparkan profil dari mereka, agar kita mengetahui bahwa mereka begitu istimewa, begitu hebat dan begitu luar biasaaaaaaaaa..

Almarhumah ust. Yoyo yusroh (lahir 14 November 1962 โ€“ย meninggal 21 Mei 2011 pada umur 48 tahun)

keluarga ustd yoyo yusrohPendidikan

  • Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jumrudi II – 1972.
  • Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Pertama Tangerang – 1976.
  • Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Atas Pondok Pinang, Jakarta – 1979.
  • IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – 1982.

Pekerjaan

  • Guru Agama SMUBahagia 1983-1984.
  • Wakil Direktur Taman Quran Robbi Rodhiya 1991.
  • Dosen Lembaga Studi Islam Al Hikmah 1997.
  • Dosen Institut Pemberdayaan Perempuan 2001.
  • Dosen Pendidik Guru TK Islam Nurul Fikri 2003.
  • Pembimbing Biro Perjalanan Haji PT. Madani.
  • Penerjemah Biro Hubungan Luar Negeri Dewan Dakwah Pusat.
  • Anggota DPR RI Komisi VIII 2004-2009.
  • Anggota DPR RI Komisi 2009-2014.

Pengalaman Organisasi

  • Pelajar Islam Indonesia 1980-1984
  • Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia 1979-1980
  • Korps Mubaligh Jakarta 1982-1984
  • Ketua Yayasan Ibu Harapan
  • Badan Kontak Majelis Ta’lim
  • Pendiri Persaudaraan Muslimah 2000
  • Ketua Umum I International Muslim Woman Union
  • Ketua Departemen Kewanitaan Partai Keadilan (PK) 1998-2000
  • Anggota Majelis Peritmbangan Pusat Partai Keadilan (PK)

Aktivitas Politik

Ia merupakan salah satu dari 5 wanita di antara 50 pendiri Partai Keadilan (PK) yang sekarang menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di awal, ia menjadi Ketua Departemen Kewanitaan PK selama satu tahun. Kemudian, ia mengundurkan diri dan menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai.Ia merupakan anggota DPR RI dari tahun 2004 hingga ajal menjemputnya. Pada peridode pertama (2004-2009), ia menjadi ditempatkan di Komisi VIII DPR RI. Sedangkan, di periode kedua (2009-2011) ia ditempatkan di Komisi I DPR RI hingga ia meninggal dunia.

Penghargaan

  • International Moslem Woman Union 2000
  • International Moslem Woman Union 2003
  • Mubaligh Nasional dari Departemen Agama 2001

Bukan hanya prestasi tersebut yang diraih oleh wanita hebat ini, tapi keberhasilan beliau dalam mendidik anak-anak mereka, menjadi hafidz/hafidzoh, masyaAllah. Anak yang begitu banyak, dan rutinintas diluar rumah begitu menyita waktu, beliau sanggup mendidik anak-anak mereka menjadi generasi muda yang berprestasi dunia akhirat. Semoga wanita muslimah lainnya mampu mencontoh cara beliau dalam mendidik anak, dan karir. Tidak melupakan tanggungjawab sebagai seorang ibu, meski sibuk dengan berbagai pekerjaan yang banyak.

Semoga almarhumah mendapatkan istana istimewa disurga Allah, atas keberhasilan beliau di dunia ini, atas โ€˜amalan beliau selama hidupnya. Amin ya Robbโ€ฆ

Untuk kisah ustdzah wiwi dan bunda jihan, akan saya paparkan pada tokoh panutan berikutnya, insyaAllah

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Yoyoh_Yusroh

Iklan

24 thoughts on “Tokoh Panutanku (Part #1)

  1. Pertama kali sy mendengar nama beliau dalam panflet sebuah seminar muslimah yang akan dilaksanakan oleh kampus saya waktu itu, Disana bertuliskan Ibu dari 10 Hafidzh. Saat itu sy langsung kagum. Dan menunggu kedatangannya di hari H, berharap bisa melihat & mendapat ilmu dari beliau.

    Namun, pada hari H, beliau tdk dpt hadir krn alasan tertentu. Saya sedih, Dan tiba2 suatu hari sy melihat tulisan bahwa ustadzah yoyoh meninggal dunia. Innaalillaah…satu lagi pejuang wanita gugur. Tapi Patah tumbuh hilang berganti, semoga perjuangan beliau ttp dilanjutkan oleh pejuang2 wanita lainnya..

    Salam hangat dari anak sulawesi ^o^/
    Ditunggu kunjungan baliknya..

  2. Sosok ustadzah Yoyoh Yusroh memang banyak menginspirasi, ya Neni. Mampu membagi waktunya dengan baik dan menghasilkan sebuah prestasi yang baik baik di karir dan di keluarga.

    Mendidik anak sebanyak itu amat membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, jadi malu dengan diri sendiri, diberi kepercayaan 5 saja sudah banyak mengeluh ini itu.

    Ditunggu kisah 2 wanita lainnya.

    • iya bunda, mereka sosok yang begitu hebat buatku, masyaAllah banget ๐Ÿ™‚

      insyaAllah, di tulisan berikutnya, akan neni kisahkan 2 wanita hebat ini
      terima kasih telah mampir bunda

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku Neni…

    Alhamdulillah, sebaiknya begitulah seorang anak dan apa juga jenis panggilannya, menghormati dan mencintai mereka yang amat bermakna dalam hidup. Yang pentingm bukan sekadar mengkagumi tetapi menuruti apa yang telah pereka pejuangkan agar apa yang mereka tanamkan ke dalam diri kita akan membuah kebaikan yang besar. Selain itu, diharap kita juga akan bisa dijadikan panutan oleh anak-anak generasi akan datang. Aamiin.

    Salam sayang dan rindu dari Umi dari Sarikei, Sarawak. ๐Ÿ˜€

  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Salut dengan perjuangan beliau, semoga kita mampu meneladaninya. Salut pula dengan kepedulian Neni. Begitulah generasi penerus yang baik, selalu menghargai jasa-jasa generasi sebelumnya….

    Salam selalu…

  5. Ping-balik: Tokoh Panutanku (Part#2) | awan putih

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s