Mudik, Batalllll………


Bismillah, Makassar, Tsalasta, 10 Dzulhijjah 1434H

gagal mudikRencana hanyalah tinggal rencana, jika didalamnya terdapat kesalahan saya secara pribadi, maka ampunilah hamba ya Allah, namun jika ini adalah kehendak_Mu, maka tabahkanlah hati yang sedih dan kecewa ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari raya idul adha, saya lakukan di kota Makassar, tempat saya belajar dan menuntut ilmu, kurang lebih sudah memasuki tahun ke 13 saya berada di kota ini, hanya sesekali mudik, saat sekolah dan kampus dalam masa liburan.

Niat ditahun ini, merayakan idul adha di kampung tercinta, yang berada diujung pulau Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawesi Tenggara, yaitu Kabupaten Luwu Timur, menghabiskan kurang lebih 11 jam untuk tiba di sana dengan mengggunakan bus.

Entah, mengapa ditahun ini, hatiku rasanya sedih tidak mudik, padahal ditahun sebelumnya, saya tidak pernah mudik, selain idhul fitri, maka saya niatkan untuk mudik, mama dan bapakpun senang mendengar kami akan mudik. Alhamdulillah, kehadiran kami selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga.

Kecewa dan sedih, saat mengetahui bahwa mudik tahun ini batal, karena suatu hal……., padahal sudah saya siapkan satu pekan sebelum mudik, izin ke dosen sudah, dan tak ada lagi yang mengganjal untuk tidak mudik, rencana liburan selama 1 pekan sebelum aktif ngampus. Semuanya batal, hatiku rasanya hancur, semangat memudar. Membayangkan untuk merayakan idhul adha bersama keluarga, beramai-ramai, karena sudah beberapa tahun saya tidak pernah merasakan idhul adha bersama keluarga, sayapun dah lupa kapan terakhir merayakan hari raya ini bersama keluarga.

Bukan hanya saya yang merasakan kecewa ini, adik dan ponakan, serta keluarga dikampung, semuanya merasa kecewa, karena begitu banyaknya rencana indah yang telah kami rancang setelah lebaran. Silaturahim ke kekeluarga jauh dan keluarga dekat. Keluarga yang tidak pernah saya kenal, yang tidak pernah saya kunjungi. Namun kehendak Allah lain, Allah memiliki rencana indah lainnya buat keluarga saya, entah itu apa, Saya hanya mampu menunggu jawaban dari Allah.

Untuk menghilangkan rasa kecewa ini, mama berniat akan ke Makassar 2 hari setelah hari raya. Alhamdulillah, senang, mama akan mengunjungi kami, sekiranya bapak ikut, maka semakin berkuranglah rasa kecewa ini.

Tak ingin merayakan hari Idhul adha dengan rasa hampa dan rasa kecewa yang menjadi-jadi, maka saya dan adik membuat “Burasa’, ayam kecap, dan sop ayam”, meski rasanya pas-pas dan entah gimana rasanya, yang penting dapat merasakan nikmatnya hari raya yang identik dengan masakan yang enak-enak (meski rasa gimana githu), hanya bermodalkan bumbu dapur si Bawang Merah dan si Bawang Putih. Seddiiiihhhhhh, ngak jadi mudik  😦

Alhmadulillah, ada si Naira sebagai bahan penghilang kesedihan dan kekecawaan, 🙂

Iklan

20 thoughts on “Mudik, Batalllll………

    • sedih, ngak mudik 😦

      burasa tuh seperti lontong, dibungkus menggunakan daun pisang, isinya beras dicampur dengan santan, dibungkus lalu direbus 🙂
      mantap jika disantap dengan sop, konro, coto, dll

      terima kasih telah mampir pak iwan

    • iya mbak,

      baru kali ini, aku pengen banget mudik dan lebaran dikampung, tahun sebelumnya kaga, namun Allah berkehendak lain, semoga ada keindahan dibalik semua ini

      terima kasih telah mampir lagi

  1. Saya pernah ngalamin kok dulu, ada rasa bersalah dan menyesal yang amat sangat kan didalam hati. Insya Allah itu yang membuat kita kuat. Perjalanan hidu memanage perasaaan 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…nanda Neni tersayang,

    Mawar berseri di pagi hari
    Pancaran putihnya menyapa nurani
    Berqurban kita memutih hati
    Semoga Allah sentiasa meredhai

    Salam Aidil Adha 1434H dari Umi yang selalu merindu, Sarikei, Sarawak.

  3. Kasihan anak Umi ini, tidak jadi balik kampung ya.
    Tidak apa kok, nanti tahun depan, coba lagi. Itupun jika umurnya Allah masih pinjamkan.
    yang penting kalau jasad tidak balik, telefonlah untuk berslaturahmi.
    Allah selalu merencana yang terbaik buat kita walau kita sudah merancang dengan hebat apa yang kita inginkan. Salam buat mama Neni ya.

    Umi beraya dengan nasi impit, kari ayam, pisang goreng dan air putih aja. Tidak sedih kok, malah enjoy dengan makanan sederhana ini. Senyum selalu. maafi Umi kerana jarang online… sangat sibuk. Salam sayang. 😀

  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Mudik batal?! Ya disyukuri saja, barangkali ada hikmah yang masih tersembunyi. Eh ngomong-ngomong, “burasa” dan lainnya itu sepertinya enak juga. Tampilkan fotonya dong…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s