Review Masa hidup, dan Sisa Usia


Bismillah, Makassar, 28 Dzulqoidah 1434H

Tulisan ini, rencana saya terbitkan pada tanggal 26 Spetember 2013, tepat pada tanggal kelahiran saya berpijak di bumi Allah, namun karena beberapa kegiatan yang mengalihkan perhatian dan konsentrasi didunia nyata, barulah pada hari ini tanggal 4 Oktober 2013, saya menyempatkan diri untuk menerbitkannya, semoga kaga kadaluarsa :).

muslimah2Lelah berjalan, yaaahh mungkin itulah salah satu istilah yang sering hinggap diputaran hidupku, silih bergantinya waktu. Siang ke malam, dan malam ke siang, waktu hidup hanya berputar pada kedua rotasi waktu tersebut, mmhh… saat aku pikir, hal apa yang telah aku lakukan pada kedua rotasi tersebut !. sedih, terkadang bersemayam dalam benak, nangis ? haruskah aku meneteskan air mata tuk merenunginya !. ya Allah, apa aku pantas disebut sebagai hamba_Mu ?, apa aku pantas disebut pengikut Rasulullah SAW ?, apa aku pantas diberi gelar wanita sholehah ?. malu rasa hati, ketika sebuah amalan tidak sesuai dengan ilmu yang telah diterima.

Sudah 27 tahun aku berada di Bumi ini, dan 9 bulan berada di alam rahim,  cukup sudah 27 tahun 9 bulan, aku diciptakan oleh Allah SWT. Di usia yang sudah cukup lama berjalan di muka bumi, jika dibandingkan dengan usia putri Rasulullah SAW yaitu Fatimah r.a., maka hari ini, cukuplah nikmat hidupku berada di bumi. Tapi aku masih takut untuk berjumpa dengan_Mu ya Allah. ‘amalan apa yang hendak aku bawa !.

Jika aku putar roda waktu ke zaman 27 tahun 9 bulan yang lalu. Saat, pertama kali Allah menitipkan rohku ke dalam rahim mama, 9 bulan lamanya, dan aku tidak ingat  sedikitpun apa yang telah aku lakukan di alam sana. Apakah menyakiti hati mama, atau malah lebih dari itu !. Madrasah pertamaku ada pada dirinya, dia membelai perutnya dengan penuh kasih sayang, memberi perhatian agar aku merasa nyaman berada didekatnya.

Terlahir sebagai anak perempuan dari urutan ke 8 sebelum kakakku, mungkin bukanlah suatu hal sangat istimewa lagi, karena ada begitu banyak putra/putri mereka, namun kehadiranku sebuah kehendak dari Ilahi, sebuah rejeki yang diberi oleh Allah buat mereka. Maka patutlah disyukuri.. hehe.. kan aku lahir sebagai wanita yang cantik.. xixixi..

Usia 1 – 12 Tahun, mmhh…. Ingat ! ingat!, apa yah yang paling berkesan dimasa itu ? mengulang memori yang agak lama, tik tik tik… Bapak selalu membangunkan saat sholat subuh, Bapak tidak suka jika putrinya bermain bersama putra meski keluarga sendiri tapi kamu selalu petak umpet jika ingin bermain.. 🙂 . terlebih jika saat itu kami belum ngaji, masyaAllah, biar diujung desa manapun, pasti kami akan dicari, tidak tanggung-tanggung untuk menghakimi kesalahan kami, waaauuhh.. sering dapat hukuman darinya.. 😦 , masa ini juga terkadang kami harus membantu orangtua dalam mencari rejeki. Kalau mama, ngapain yah… paling aku ingat, mama suka ngaji dekatku saat aku sedang tidur siang, suaranya lantang dan nyaring, meski saat itu, aku merasa mama mengusik dan menganggu tidurku, sehingga aku tak mampu tidur dengan nyenyak, Alhamdulillah, sekarang aku dapat merasakan manfa’atnya, makasih mamaku, aku mencintaimu dan menyayangimu.. mama tidak pernah marah pada kami, hanya Bapak saja yang sering marah-marah, mama orangnya lembut dan penuh cinta kasih.. jadi kangen mama..

Masa sekolah, waktu itu aku disekolahkan disebuah Madrasah Ibtida’iyah dibawah naungan Muhammadiyah. Hal yang sulit terlupakan, hukuman dari seorang guru..  😦 . cerita ndak yah !… disinilah pertama kali aku mengenakan penutup kepala, aku sih awalnya hanya melihat dan sebagai penonton dalam kelas, melihat kegaduhan teman-teman dalam kelas, karena tak ada guru yang masuk mengajar, kami bosan seharian tak belajar, maka beberapa dari teman aku mencorat coret dipapan tulis, menulis kata-kata yang kurang baik yang ditujukan kepada salah seorang guru kami, selang beberapa waktu kemudian, tanpa sadar akan kehadiran guru tersebut, hingga kami tak sempat tuk menghapus dan menghilangkan jejak tulisan, kami berlarian meninggalkan ruangan kelas, diapun membaca apa yang kami tulis, dia jadi marah dan akan menghukum kami esok harinya, kabar hukuman, aku dengar dari adik kelasku, dengan inisiatif, agar hukuman tidak terasa sakitnya, akupun mengenakan penutup kepala, memakai baju lengan panjang dan rok panjang yang dilapisi dengan celana tebal dibagian dalam.. hehe.. tapi meski dah dilapisi, tetep aja masih terasa dikit sakitnya, ma’afkan kami pak guru, kami khilaf atas jasa-jasamu, tanpa hukumanmu, mungkin aku tidak akan menggunakan jilbab pada masa itu..  🙂

Tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama), aku pisah jauh dari orangtua, mereka mengirim aku ke kota yaitu Makassar yang hingga kini masih setia menerimaku. Alhamdulillah, aku bersyukur memiliki orangtua yang peduli dengan pendidikan, meski tingkat pendidikan mereka hanya SMA dan SMP, tapi mereka paham betul pentingnya sebuah ilmu, pentingnya sebuah pendidikan buat anak-anaknya, dulu Bapak ingin sekolah yang tinggi, tapi tidak ada biaya. Maka dari itu, mereka ingin agar anak-anaknya tidak putus sekolah, dan tidak merasakan apa yang mereka rasakan, Bapak dengan penuh rasa tanggungjawab membiayai hidup kami, mencari nafkah tanpa henti buat kami anaknya yang berjumlah 10 orang, masyaAllah, sungguh sebuah hal “ISTIMEWA”, seorang lelaki yang berada dikampung yang terpencil, namun jiwa pendidikannya begitu besar, Bapak selalu berpesan, sekolah dimanapun, yang paling penting adalah memahami ilmunya, biarpun kita berada disekolah yang terkenal dan predikat baik, tapi jika tidak memahami ilmunya, akan sia-sia, begitupun sebaliknya. Kata bijak inilah, yang selalu aku bawa dan aku ingat, saat semangat menuntut ilmu mulai pudar.. insyaAllah Bapak, Mama, aku akan menjadi anak yang akan engkau banggakan kelak, hanya itu balasan jasa yang dapat aku berikan kepadamu, aku sayang dan cinta pada kalian…

Sudah hampir 13 tahun aku pisah dari orangtua, hanya sesekali aku berkunjung, dimasa liburan sekolah, maka disitulah aku membalas segala kasih yang mereka berikan, lepas liburan aku kembali ke kota, berpisah dari mereka, sedih untuk terus berpisah dari mereka. Kelak esok aku akan datang dan mengenggam erat tangan kalian, agar tak jauh lagi dariku.  Aku sayang mama dan Bapak, ma’af jika selama ini, aku selalu membuat kalian sedih dan menyakiti hati kalian, ma’afkan kehilafan anakmu.

Lalu, ‘amalan apa lagi yang aku lakukan, demi tabungan akhiratku ? demi sebuah kampung abadi di akhirat kelak ?, apakah ‘amalan selama 27 tahun ini, cukup sebagai bekal menuju ke sana ? ya Alloh, semoga Engkau ridho akan setiap ‘amalan hamba, hamba malu kepada_Mu !. marilah kita merenungi masa-masa hidup yang telah terlewati, dan merancang masa depan untuk hidup yang lebih baik. Meraih cinta dan ridho dari sang Khalik….

Iklan

22 thoughts on “Review Masa hidup, dan Sisa Usia

  1. Alhamdulillah, kembali menyapa Neni. Ternyata tanggal lahir Neni lewat 4 hari dari Umi. Sebelumnya Umi ucapkan dulu selamat Ulang Tahun ke 27 tahun. Aahhh…. sudah semakin “tua” anakku ini.

    Maka, harus sadar diri dengan masa yang telah lalu dan bakinya hanya sekelumit cuma. Bisa sahaja Allah panggil kita dalam detik waktu terdekat ini. Maka, seharusnya kita insafi diri kerana mati itu termasuk dalam Qadar Mubram. Tidak bisa dilewat dan dicepatkan.

    Mudahan perjalanan hidup yang Neni nukilkan di atas menjadi kekuatan untuk menambah amal buat bekal akhirat. Pupukan amalan yang berfaedah dan tinggalkan ilmu bermanfaat buat generasi akan datang. Oh ya… semoga jodohnya segera menjelma. Aamiin.

    Umi doakan Allah SWT memberkati umur Neni selama hidup di muka bumi dan jangan pernah putus asa menempuh ujian dari-NYA.

    Salam sayang dan rindu dari Umi. 😀

    • iya ummi, semakin berkurang masa hidup di bumi Allah,

      semoga kisah yang lalu, menjadi masa tuk menabung dimasa akan datang ,insyaAllah
      amin ya Alloh, terima kasih do’a ummi yng itu.. 😉 (peluk ummi deh )

      salam sayang dan rindu jua buat ummiku tersyng..

  2. Ping-balik: Review Masa hidup, dan Sisa Usia | wallmazry-q.wordpress.com

  3. saya salut dik, mengingat hari lahir dengan berintropeksi. 27 tahun itu waktu yang lama, pasti menyisakan banyak kenangan. Ke depannya entah berapa tahun tersisa, tapi kakak harap kau berumur panjang dan berahlak baik selalu 🙂

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s