AKU MENCINTAINYA


Bismillah, Makassar, 09 Dzulqoidah 1434H

awanputihKUAKUI BAHWA AKU MENCINTAINYA …

Ya, aku memang mencintainya.
Aku mencintainya mengalahkan cinta seseorang kepada kekasihnya. Bahkan manakah cinta orang-orang yang jatuh cinta dibanding cintaku ini?!

Ya, aku mencintainya.
Bahkan demi Allah, aku merindukannya. Aku merasakan sentuhannya yang lembut, menyentuh relung hatiku.
Aku tidak mendengarnya melainkan rinduku seakan terbang ke langit, lalu hatiku menari-nari dan jiwaku menjadi tentram.

Aku mecintaimu duhai perkataan yang baik

Aku mencintaimu duhai perkataan yang lembut

Aku mencintaimu duhai perkataan yang santun.

Alangkah indahnya ketika seorang anak mencium tangan ibunya seraya berkata,

“Semoga Allah menjagamu ibu”.

Alangkah eloknya ketika seorang ayah senantiasa mendo’akan anaknya,

“Ya Allah ridhoilah mereka, dan bahagiakan mereka di dunia dan akhirat”.

Alangkah bagusnya ketika seorang istri menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman seraya berkata,

“Semoga Allah tidak menjauhkan kami darimu, rumah ini serasa gelap tanpa dirimu”.

Alangkah baiknya ketika istri melepaskan kepergian suami bekerja di pagi hari, ia berkata, “Jangan beri kami makan dari yang haram, kami tidak sanggup memakannya”.

Kalimat dan ungkapan yang indah, bukankah begitu? Bukankah kita berharap kalimat dan ungkapan seperti ini dikatakan kepada kita? Bukankah setiap kita berangan-angan mengatakan kalimat-kalimat seperti ini kepada orang-orang yang dicintainya? Akan tetapi kenapa kita tidak atau jarang mendengarnya?

Penyebabnyanya adalah kebiasaan. Barangsiapa yang membiasakan lisannya mengucapkan kata-kata yang lembut berat baginya untuk meninggalkannya, begitu pula sebaliknya.

Orang yang terbiasa memanggil istrinya dengan kata “kekasihku” sulit baginya memanggil istrinya seperti sebagian orang memanggil istrinya, ‘Hei ..hai ..”. atau “Kau ..” dan lain sebagainya.

Barangsiapa yang terbiasa memulai ucapannya kepada anaknya, “Ananda, Anakku, Putriku” tidak seperti sebagian lain yang mengatakan, “Bongak .. jahat ..setan!” maka ia berat mengucapkan selain itu.

Kenapa kita tidak bisa mengucapkan satu ungkapan cinta saja kepada anak-anak kita, ibu kita, dan keluarga kita? Jika adapun kalimat tersebut keluar dengan malu-malu.

Kenapa lisanmu terkunci di dekat istrimu atau dihadapan ayah dan ibumu, sedangkan dihadapan temanmu, kata-katamu begitu mesra?!

Biasakanlah – misalnya- mengucapkan kepada ibumu, “Ibu, do’akan kami. Apakah ibu ingin titip sesuatu agar ananda beli sebelum ananda berangkat?”

Biasakanlah mengucapkan kepada anakmu kata-kata (sayangku, anakku) dan apabila ia mengambilkan sesuatu untukmu seperti segelas air katakana kepadanya Jazakallah atau ungkapan terima kasih.

Jika putra atau putrimu meminta sesuatu darimu dan engkau sanggup memberikannya serta itu baik untuknya katakanlah kepada mereka dengan tulus,

“Dengan sepenuh hati, ayah akan bawakan untukmu”.

Cobalah kata-kata dan kalimat yang lembut dan senyuman yang manis, lalu lihatlah hasilnya!

Lihatlah bagaimana Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallama berbicara kepada anak istrinya.

Perhatikanlah kelembutan hatinya, serta keindahan tutur katanya.

Beliaulah sebaik-baik suri teladan.

Sumber : Facebook Ummu Fahrian Ida yang dikutip dari tulisan dari abuzubair.net (Ustadz. Abu Zubair Hawaary, Lc

Iklan

6 thoughts on “AKU MENCINTAINYA

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb….

    Sungguh menentramkan bila dunia dipenuhi rasa cinta seperti itu. Tak mudah terucapkan, namun tercermin lewat senyuman manis, tutur kata nan lembut, dan tindakan yang penuh makna.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku yang solehah….

    Tenteramlah hati sesiapa yang mengucapkan kata-kata yang baik. Malah akan mendapat pahala dan pulangan yang besar di sisi Allah, juga manusia. Jika semua manusia diajar menggunakan ucapa yang baik, tingka laku yang baik, maka dunia ini akan aman tenteram dari noda huru hara dan dengki khianat manusia.

    Terima kasih, anakku kerana selalu baik dengan Umi dan mudahan kebaikan dari silaturahmi kita akan kekal abadi di dunia juga di akhirat.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi yang jauh dan selalu mengingatimu. 😀

    • Wa ‘Alaikum salam wr. wb. umiku syng

      Jazakillah jg buat ummi, karena telah sabar bersama ananda, menjadi bagian penting dalam hidup ananda,
      amin ya Robb. semoga, suatu saat kita dipertemukan oleh Allah Azza Wa Jalla,

      salam rindu dan cinta buat ummi … muuaacchh 😉

    • wa alaikum salam wr. wb. bundaku syng

      alhamdulillah, neni samapun seperti bunda, jatuh cinta pada goresan kata ini 🙂 , menjadi bekal tuk kedepannya, insyaAllah

      iya bunda, kasih dikembalikan, kangen bunda, peluk dan cium.. 😉

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s