Kesucianku direnggut Facebook


Bismillah, Makassar, 22 Syawal 1434H
Oleh : Awanputih

Aku memang tidak sepantasnya diberi gelar seorang Muslimah atau seorang wanita sholehah, aku menyadari akan hal itu. Seorang muslimah, akan selalu menjaga izzah dirinya, akan selalu menjaga rasa malu yang ada pada dirinya. Seorang muslimah tidak akan pernah mengumbar pesona diri kepada siapapun, kecuali hanya kepada suaminya. Seorang muslimah sebaik-baik perhiasan dunia, begitulah sabda Rasulullah SAW.

Aku adalah seorang akhwat yang selalu meninggalkan majelis ilmu. Yaah, halaqoh yang mengajarkan aku akan indahnya islam, halaqoh yang menjaga aku dari tipu dunia, halaqoh yang mempertemukan aku dengan para akhwat lainnya, halaqoh yang selalu saling sehat menasehati, halaqoh yang selalu saling menyayangi karena Allah.

Bermula saat perkenalanku dengan seorang ikhwa didunia maya yaitu dunia Facebook. Dia hadir memberiku sejuta cinta dan sejuta bahagia, dia selalu hadir saat aku butuh, dia bagai seorang pahlawan yang setia menawarkan bantuan, dia selalu membuat aku tertawa dan tersenyum bahagia, kata manis serta untaian sajak indah membuatku melayang, dunia ini terasa indah saat bersamanya, begitulah perasaanku, perasaan yang didasari atas nafsu belaka, perasaaan yang tidak lagi didasarkan atas keridho-an Allah, perasaan yang sangat dibenci dan dilaknat oleh Allah SWT. Astagfirullah …

Aku sudah dibutakan oleh cinta yang dia beri padaku, aku tidak lagi mampu membedakan mana hal yang baik dan hal yang buruk. Hal buruk, terlihat indah dimataku, dan hal baik begitu buruk buatku. Nasehat dari sahabat, tidak lagi aku hiraukan, berlalu seiring berlalunya angin, tak hinggap dan hanya menyapa dengan sekejap. Aku hanya berpikir, bahwa dia adalah satu-satunya sumber kebahagiaan, rasa cintaku begitu besar dan sulit untuk melepasnya, aku tidak sanggup melupakan setiap untaian kata manis yang diucapkan baik melalui jaringan telepon atau sebuah meseg pada Facebook.

Sungguh, duniaku melayang bersamanya. Mengapa aku bisa mencintainya ?, aku memang bodoh, aku memang….. aahhh aku tidak sanggup berkata, memaki diriku tidaklah cukup untuk menjawab semua ini.

Dia adalah lelaki yang kukenal dalam sebuah komunitas, sebuah komunitas yang berasas islami, yang selalu berbagi ilmu islami, perkenalanku dengannya cukup lama, akupun dijadikan sebagai salah satu admin didalam komunitas tersebut, akupun dipercayakan olehnya untuk mengelolah komunitas tersebut, saat dia sibuk dengan urusan yang lain.

Dia sangat terkenal dengan akhlak yang baik, seluruh anggota group percaya padanya, bahwa dia adalah seorang ikhwa yang begitu pandai, cerdas, memiliki agama yang baik, serta berbagai kebaikan yang dia tebar, yang tidak bisa aku sebut satu persatu. Mungkin ini adalah salah satu cara dia untuk mengejar apa yang dia inginkan. Pesanku buat kaum wanita, jangan cepat percaya akan rayuan gombal dari seseorang yang tidak engkau kenal, dari seorang yang mengaku bahwa dia adalah seorang ikhwa, waspadalah terhadap lelaki yang berkedok ikhwa.

Saat itu, dia menghampiriku, dia datang kekotaku, dia datang membawa sejuta rayuan manis yang tidak sanggup aku bendung. Hari pertama aku masih bertahan atas segala ucapannya, atas segala kata manisnya. Namun, pada hari kedua, sungguh, hari yang sangat buruk dalam hidupku, hari yang selalu membayangi setiap langkahku, hari yang tidak sanggup aku hapus dalam memoriku, hari dimana dia merenggut kesucianku, hari dimana dia merayuku untuk melayani nafsu bejatnya, atas dalih dia akan menikahiku, dia akan bertanggungjawab atas segala perbuatannya.

Janji hanyalah tinggal janji, bulan berganti bulan, aku terus meminta agar dia menepati janjinya, agar dia bertanggungjawab pada diriku. Tak ada penjelasan yang pasti darinya, dia hanya terus berjanji dan tidak pernah menepati, sungguh hatiku sangat hancur, hidupku rasanya tak berharga lagi, hanya satu yang aku inginkan, segera mengakhiri hidup, astagfirullah.

Kini, memiliki rasa untuk menikah tidak lagi menjadi bayangan indah, tidak lagi menjadi rencana indah dalam hidupku, semua hancur, semua musnah, semua lenyap, semua sirna. memiliki keluarga yang aku dambakan tidak lagi hadir dalam bayangku. Lelaki siapa yang mampu menerima diriku ?, lelaki siapa yang ridho akan beristri wanita yang tak suci lagi ?, lelaki siapa yang tidak merasa terdzolimi akan hinanya diriku ?.

Aku bersyukur kepada Allah SWT, Dia masih memberiku kesempatan untuk segera bertaubat, untuk segera menghapus setiap kesalahan yang aku lakukan. Meski, semuanya masih begitu sulit aku terima, meski semuanya masih menjadi bayang-bayang dalam hidupku, meski semuanya masih menjadi mimpi buruk dalam tidurku, haruskah aku terus menangis menyesali yang terjadi ?, haruskah aku merontah dan terus merontah ?, yaahh semuanya mungkin tidak akan berubah, “Saat nasi berubah menjadi bubur”, apa hendak dikata !, hanya bertaubatan nasuha jalan satu-satunya, hanya kembali mengadu dan menangis kepada Allah agar Dia Ridho menerima diriku kembali. Aku berharap semoga Cinta dan kasih sayang Allah SWT akan menghiasi hidupku kini yang terasa kelam, Amin ya Robbal ‘alamin.

Pesan aku buat seluruh wanita muslimah yang ada didunia ini, jangan pernah percaya kepada lelaki yang anda kenal melalui dunia maya, lelaki yang berkedok sebagai ikhwa, lelaki yang selalu memberi janji manis. atau sebaiknya, kalian jangan berteman kepada lelaki yang tidak kalian kenal, agar terhindar dari maksiat, semoga saya adalah korban yang terakhir yang merasakan hancurnya hidup. Buat para akhwat, jangan pernah meninggalkan majelis ‘ilmu yang akan menjaga izzah diri kita, karena dengan majelis ‘ilmu, insyaAllah kita akan terhindar dari perbuatan maksiat. Do’akan saya, semoga terus istiqomah menjalankan taubatan nasuha ini, Amin ya Allah.. Ingat, bahwa seorang lelaki sholeh tidak akan berbuat sehina ini, tidak akan pernah mendekati maksiat.

Kisah ini, terinspirasi dari kisah nyata seorang teman yang bercerita kepada saya beberapa bulan yang lalu, hati sayapun hancur mengetahuinya, namun apa yang harus saya lakukan, hanyalah terus mendekatinya, menasehatinya, menghiburnya serta menyayanginya, memberinya semangat, dan membantu dirinya agar dia mampu melupakan kisah buruk ini, dan betul-betul taubat dengan taubatan nasuhah. Amin ya Allah.

Kisah ini, sudah mendapat izin darinya, dia berharap agar kisahnya dapat dijadikan sebagai pelajaran yang berharga buat muslimah lainnya, dan menjadi amal jari’ah buatnya kelak, insyaAllah. Semoga menginspirasi dan memberi manfa’at buat kaum muslimah dan kaum muslimin.

Untukmu yang jauh disana
Jangan putus asa
Rahmat Allah masih terbuka lebar
Dunia tak seluas daun kelor
Asalkan engkau tetap teguh dalam Balutan taubatmu
insyaAllah pelukan ilahi akan menentramkankan jiwamu
kupeluk dirimu dalam bingkai do’aku
kuhias do’aku dengan menyebut namamu
berharap engkau seperti dahulu
seseorang yang penuh dengan keceriaan
kuberharap kelak engkau menemukan
seorang lelaki yang akan meminangmu
yang akan menjaga dirimu
yang akan menerima kekurangn dan kelebihanmu
Amin ya Allah

543128_464595973581814_1128593256_n

Iklan

40 thoughts on “Kesucianku direnggut Facebook

  1. Ya Allah…nafsu dan syetan memang selalu gencar menggiring manusia meninggalkan jalan Allah…semoga kita bisa menang melawan musuh yang tidak terlihat ini.

  2. Waspada tidak hanya di dunia maya, karena dunia nyata pun berkeliaran kasus yang sama.. Nice share mbaknyaa.. Selamat sukses membuka kacamata maya dalam balutan sosok ketaatan (ikhwan).

    Titip salam ukhuwah untuk sahabatnya yaa.. Keep move On. Allah Maha Mengasihi… 😀
    #SalamBLOOFERS ^_~

    • marilah untuk terus menjaga diri kita, waspada, kejahatan mengintai disekitar kita, mari menjaga keluarga kita, teman kita, dan orang yng kita sayangi..

      terima kasih atas kunjungannya,
      Salam ukhuwah pula :).

  3. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.
    Tapi, jujur saja saya kurang setuju jika seolah mempersalahkan facebook. FB, twitter, dan lainnya hanya media. Mereka tak patut dipersalahkan, penggunanyalah, yang terkadang memanfaatkan fasilitas2nya dengan kurang bertanggung jawab.

    • yuppss… bener mbak, harus bijak dalam menggunakan JS (jaring sosial)m jgn disalah gunakan, krn dalam hal/posisi yng lain JS ada begitu bnyk manfa’at yng dapat kita ambil, kemudahan dlm mencari informasi, dll

      terima kasih telah mampir

  4. Duh, kasihan sekali nasib teman mbak. Semoga ia diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian itu. Dan yang pasti sebagai teman kita harus memberikan penghiburan yang baik kepadanya ya 🙂

    • Amin ya Robb, makasih atas do’anya mas.
      yuupp, dengn sikp yng marah dan kesal mungkin akan membuat dia menjadi lebih prustasi, tp jika dihibur, memberi nasehat, dan terus mengontrolnya, insyaallah akan sedikit mengurangi beban hidup 🙂

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni anakku….

    Menyesal dahulu pendapatan, menyesal kemudian tiada gunanya.
    Manusia selalu menyesal apabila sudah terlanjur sedangkan Allah SWT telah memberi akal untuk berfikir dan teladan yang banyak di sekeliling kita yang dihasilkan oleh kisah yang sama.

    Subhanallah, lalu kitapun menyalahkan nafsu dan setan yang menggoda sedangkan asalnya kita sedar bahawa nafsu dan setan itu adalah musuh kita yang nyata. tetapi kita masih juga mahu mengikutnya.

    Mengapa mesti mengulang cerita-cerita yang pernah kita baca dan dengar dari dada koran dan merasa ngeri jika terbabit melakukannya. Tentulah kerana syariat Allah SWT tidak ditegakkan atas mereka yang melanggar larangan-NYA.

    Kesannya, perzinaan berlaku secara leluasa seolah-olah tidak ada lagi Tuhan yang memandangnya. Hilang rasa malu kepada Tuhan, Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. kenapa baru kini dikesali.

    Masya Allah, alangkah ruginya penyesalan yang sudah terlanjur. Sedangkan kita dikehendaki mencegah dahulu bukan mencari ubatnya.

    Bertaubat dan mohonkah keampunan Allah untuk tidak mengulangi lagi. Pasti ada jalan menuju keredhaan-NYA. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.

    Semoga kita dilindungi Allah SWT atas segala yang terlanjur dalam hidup kita. Aamiin.
    Salam sayang dan rindu dari Umi buat Neni yang dicintai. 😀

    • wa alaikum Salam Wr. Wb. umiku syng
      terima kasih atas wejangan/nasehat panjang X lebar ini
      penyesalan selalu hadir belakangan, saat syaithon telah meninggalkan kita karena mereka sudah berhasil mengjerumuskan kita dan dia sudah menang, maka disitulah penyesalan itu akan menghampiri

      ummi do’akan aku yah dan do’akan si dia jg,

      salam syng dan rindu jua buat umi… 😉

  6. assalamualaikum, berkenalan dengan seseorang di dunia maya ibarat membeli kucing dalam karung, maka berhati-hatilah…..bila sudah terlanjur maka segeralah bertobat..dan bangkit kembali untuk menjadi muslim dan muslimah sejati yang selalu mengibarkan bendera syiar Islam di manapun kalian berada…..semoga kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita semua…..salam 🙂

  7. Ping-balik: SEMPURNAKAN HIJAB | ummulnurien.com

  8. semoga bisa menjadi ibroh bagi semua muslimah agar bisa lebih berhati2 dalam melangkah, yup setuju sm neng neni bahwa jgn terlalu percaya pada segala yg berbau maya. karena blm tentu apa yg diperliahatkan,begitulah seadanya.. walaupun tidak semuanya demikian… 🙂 salam sayang buat neniku, peluk hangat dari saudarimu di Palu…

    • semoga saja mereka diberi hidayah, dan mengakui kesalahannya serta tdk akan mengganggu para wanita, dan wanitapun harus teguh pendirian, jangan mudah tergoda oleh rayuan para lelaki yng tidak jelas siapa dia…

      Terima kasih telah mampir

  9. Ping-balik: KARENA KAU BEGITU BERHARGA

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s