Saat Iman tidak di Hati tapi di Kelopak Mata


Bismillah. Makassar, 21 Syawal 1434H

Ironis, sungguh sangat disayangkan, saat sebuah perubahan terjadi, sesuatu yang baik mejadi lebih buruk dari sebelumnya, itulah manusia yang merugi. Berbagai kisah nyata yang dihadapi dalam kehidupan ini, teman yang melakukan metamorfosis bukan seperti kupu-kupu yang berubah menjadi lebih indah, malah merubah dirinya menjadi lebih dibenci Allah, na’udzubillah mindzalik.

Bukan aku menggurui atau semacamnya, hanya merasakan sedikit perih atas kejadian ini, berbagi kesedihan yang melanda, dimana saat iman seseorang tidak lagi tertanam di dalam hati tapi berada dikelopak mata. Saat berbuat bukan karena Allah SWT tapi karena apa yang dia lihat disekitarnya, saat teman akrabnya melepas hijab, diapun ikut melepasnya, saat temannya memakai lagi makan diapun akan mengekor, manusia yang tidak memiliki prinsip yang kuat, hanya mengikut apa yang disekitarnya.

Apa kalian mengira bahwa nikmat yang Allah beri bukanlah suatu ujian ?, itu adalah ujian yang sangat besar. Allah menguji kalian, apakah dengan nikmat itu, engkau masih ingat dan patuh kepada_Nya ? atau malah berleha-leha menikmati kenikmatan tersebut !.

Apakah kalian menganggap bahwa ujian hanya berupa suatu penderitaan !. Ujian itu tidak hanya sebatas penderitaan, saat Allah menguji kita dengan susahnya mencari pekerjaan dengan alasan hijab yang sulit diterima perusahaan/kantor, ujian jodoh yang belum kunjung datang karena hijab kita yang membatasi hubungan pergaulan kita dengan lelaki, sehingga tidak ada yang berani mendekat. Saat orangtua menentang hijab kita yang katanya berlebihan, menutup seluruh tubuh sehingga tidak yang terlihat lagi. Apakah kalian tidak yakin bahwa atas semua itu, Allah sayang dan cinta kepada kita. Dia Maha Mengetahui yang terbaik buat hamba_Nya.

Apa karena hanya alasan sulitnya mendapatkan pekerjaan, atau tantangan dari orangtua, apakah hanya alasan semacam ini, kita melupakan Allah SWT ?. Apakah karena alasan ini kita harus mengubah hijab dari syar’i menjadi tidak syar’i !. sungguh menyedihkan, tidakkah kita tahu bahwa Allah SWT yang telah menciptakan diri kita, Allah SWT yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya. Terus apa yang harus kita takutkan saat berada di jalan Allah SWT ? . Bukankah Dia selalu menolong hamba_Nya saat menempuh jalan yang susah !, bukankah dia penuntun langkah kita saat kita salah arah !. Allah hanya membutuhkan kita datang menghadapnya, bersimpuh dan mengadu hanya kepada_Nya. Allah selalu ada buat kita, Allah selalu berharap agar kita lebih mencintai_Nya diatas segala-galanya.

563802_314332638676666_719328363_nTubuh ini, harta ini, rejeki ini, keluarga, teman, karib, kerabat, semua hanyalah pinjaman dari Allah SWT. Dia menitipkan apakah kita mampu untuk menjaga pinjaman dari_Nya ? atau malah menyalahgunakan semua pinjaman terebut. Sekiranya engkau menitipkan sesuatu kepada seseorang, apakah engkau Ridho jika barang yang engkau titipkan tersebut disalahgunakan !.

Ya Allah, aku pinta kepada_Mu untuk senantiasa menjaga sifat istiqomah didalam hatiku, didalam hati sahabat-sahabatku, didalam hati keluargaku, didalam hati orang-orang yang berada disekitarku, didalam hati umat islam. Ya Allah, janganlah Engkau mencabut nikmat iman yang sudah melekat dihati kami, janganlah Engkau menguji kami dengan hal yang dapat melupakan_Mu, janganlah Engkau cabut rasa sayang dan cinta kami kepada_Mu, jadikahlan kami hamba_Mu yang selalu ta’at kepada_Mu, hingga kami siap untuk menghadap_Mu kelak, kami ingin mati dalam keadaan khunul khotimah, kami ingin mati dijalan_Mu. amin ya robbal ‘alamin.

Iklan

6 thoughts on “Saat Iman tidak di Hati tapi di Kelopak Mata

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku Neni yang solehah….

    Aamiin Ya Rabbal’alamiin. Semoga Allah mengurniakan iman yang mantap dan teguh kepada kita agar sentiasa berada di jalan-NYA yang lurus. Supaya kita sentiasa istiqamah dalam bersyariat dan berpergang kepada perintah serta larangan-NYA.

    Subhanallah, penulisan terbaik yang Umi pernah baca dari segala keluh kesah Neni di dunia Maya. Umi dapat merasakan apa yang Neni gambarkan tentang kebimbangan yang sedang berlaku di persekitaran Neni. Lantaran itu, Allah SWT siramkan rasa keperihatinan untuk sama-sama kita mengambil iktibar dan ibrah atas segala nikmat yang kita miliki dengan izin Allah SWT.

    Jangan pernah malu untuk menjunjung syariat Allah SWT. Jangan pernah serik untuk membenarkan apa yang dibenarkan oleh al-Quran dan al-Hadith. Berbanggalah kita sebagai muslimah yang sentiasa istiqamah dalam berhijab walau apapun cabaran dan rintangan yang bakal ditempuh bagi mencapai kekayaan dan kejayaan dalam kehidupan dunia ini.

    Sungguh malu mengaku muslim andai banyak perintah Allah dan larangan-NYA tidak kita turuti. Nikmat Tuhanmu yang manakah hendak engkau dustai ? Sedangkan sepanjang umur mendiami bumi Allah ini telah banyak nikmat yang kita kecapi. Masya Allah, ternyata sangat banyak manusia yang kufur nikmat. Mudahan kita tidak tergolong di dalam kelompok tersebut. Aamiin.

    Alhamdulillah, menulislah anakku dengan hati dan iman. Insya Allah, setiap tulisan yang ditulis dengan hati, pasti akan sampai ke hati jua. Semoga Allah SWT menganjari setiap resahmu terhadap ummah yang jauh dari Allah SWT ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

    Salam sayang dan rindu dari Umi yang jauh di matamu Namun sangat dekat di hati. 😀

    • Wa Alaikum Salam Wr. Wb. Ummiku yng sholehah pula 🙂

      iya umi, neni sngt prihatin,
      kenapa kita mesti menjauh saat Allah menguji iman kita ? bukankah itu syarat, bahwa Allah begitu syng pada kita, bukankah itu tanda jika Allah ingin agar cinta kita kepadanya bersungguh-sungguh, bukan hanya sekedar ucapan tanpa tertaut dihati.

      Allahpun telah mengatakan dalam Al-qur’an dan al-hadits, tdk cukupkah perkataan Allah ini dalam kitab_Nya, sehingga kita masih ragu akan kebesaran dan kekuasaan_Nya, malah melupakan semua_Nya,

      saat dunia melekat dihati, dan iman melekat dimata, bentuk cinta kasih Allah tdk akan terasa lagi, kita akan sibuk dengan urusan duniawi yng melenakan, melupakan kampung terakhir, melupakan akihrat sebagai tujuan hidup dibumi, lalu bekal apa yng hendak kita bawa ke sana ? adakah tetangga, kari kerabat, teman, sahabat yng akan berbagi bekal kelak !. oohhh tidak karena semua akan berkata nafsi nafsi, mengurusi dirinya sendiri, lalu kepada siapa kita akan meminta lagi pertolongan sedangkan akhirat bukan lagi tempatnya untuk berbuat amal kebajikan.

      hehe.. ouwh, yah, waahh masa sih baru kali ini aja tulisan aku ada yang berkesan, 🙂
      semoga sj tulisan berikutnya lebih berkesan dan bermakna, insyaAllah, amin ya Allah

      terima kasih ummi telah menjadi komentator pertama
      salam sayang dan rindu buat ummi, miss u 😉

    • hehe.. imannya tak kuat, hanya berada dikelopak mata saja…
      ciri-ciri seorang munafik,
      apabila dia berkata dia berdusta,
      apabila dia berjanji dia tidak tepati dan
      apabila dia diberi amanah dia tidak akan bertanggunjawab…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s