Membangun Semangat yang Pudar


Bismillah. Makassar, 18 Syawal 1434H

Setelah sekian dan sekian bulan fakum menorehkan sebuah tulisan dalam mengasah kecerdasan otak, meski hanya dengan sebuah kalimat, atau dengan sebuah kata yang bersumber dari hasil pemikiran. Kini, semangat untuk terus aktif dalam menulis, entah itu suatu pengalaman, kisah seseorang atau hal yang lainnya. Semangat yang dulu menggebu, pudar seiring berlalunya, setiap kali ingin menorehkan sepatah kata, aaahhh… rasa jenuh dan malas senantiasa menghampiri.

Rasanya rindu dan sangat rindu untuk aktif lagi seperti dahulu, saling menyapa dan disapa, rindu pada sahabat yang senantiasa setia berkunjung, rindu segalanya. πŸ˜₯ …… rindu untuk saling beradu dalam sebuah kompetisi, rindu beradu pada kegiatan lomba yang diadakan oleh para sahabat, aku rindu menjalin “Silaturahim” lagi dengan sahabat dumay yang gemar dalam dunia tulis menulis πŸ™‚

Aku malu, mengaku sebagai seorang blogger, namun hasil karya tak ada. Aku malu saat seorang sahabat menawarkan sebuah lomba, lalu aku tak ikut partisipasi dalamnya. Aku malu pada diriku sendiri, yang malas-malasan mengatur waktu. hhhuuummmm….. Managemen Waktu yang masih lemah.

Yaahhh, alasan Akademi, alasan Kegiatan ini, kegiatan itu. Itu hanyalah sebuah alasan yang tak berarti bagi seorang yang ingin maju dalam dunia tulis menulis. Alasan tak punya ide, padahal ada begitu banyak kejadian/peristiwa yang dapat diceritakan. Bangkitkan semangatmu yang kini mulai memudar, goyangkan jemarimu yang kini mulai kaku, temukan ide disekitarmu, tersenyumlah, agar hati bahagia dalam berkreasi, kritik pahit dari pembaca bukan alasan untukmu berhenti tapi alasan untukmu terus maju.. Semangatttt !!!!!!….. πŸ™‚ .

Menyongsong langkah yang terbatah kaku

Menggoreskan pena meski hanya dengan sebuah kalimat

Membuka luas wawasan yang mulai tertutup

Menemukan ide yang kian menjauh

Mengumpulkan semangat yang mulai pudar

By. awanputih_Masnur

Presentation2

 

Iklan

20 thoughts on “Membangun Semangat yang Pudar

  1. yok mulai menulis lagi. setelah sekian lama jari kaku, kalao terus dilatih bakalan jadi lemas lagi. aku juga gitu. libur 2 minggu lalu ngetik semangat balik lagi. naskahnya juga udah nungguin buat diketik. udah ngendap lama soalnya.

  2. yup. mari semangat. gak ada alasan untuk masa depan yg baik selain membangun semangat dulu. kemampuan manajemen waktu itu biasanya beriringan dengan tindakan, bukan sekedar retorika.

    • Terima kasih supportnya.
      bener sekali harus terus semangt tuk meraih masa yng gemilang πŸ™‚
      itulah terkadang sulit diterapkan saat teori lebih merekat erat dibanding praktiknya

  3. Aku dataaaaang … (haha lebay). Apa kabar mbak neni ?
    Karena ngeblog tidak lepas dari kegiatan menulis, tak ada resep yang khusus selain selalu bersemangat menulis … Ayo semangattt …

    • selamat daaattttttaaannggggggg kaaak (haah ikutan lebay jg deh πŸ™‚ ) .
      alhamdulillah aku baik dan sehat, gimana akak dan keluarga serta bisnisnya ?.

      apapun yang dilakukan bukan hanya menulis, harus terus semangat, dalam dunia bisnis juz juga πŸ™‚

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, anakku Neni….

    Hmmm… kenapa aja jadi muram nih. Ini pasti kalau Umi yang kurang berkomentar di sini ya.
    atau Umi yang kurang beri semangat ke Neni untuk menulis lagi ?
    Iya, apapun alasannya – MENULIS ITU SANGAT MUDAH – jangan pernah kalah dengan alasan yang selalu mengendurkan semangat menulis.

    Tulis aja apa adanya, ikut kemampuan berfikir. jangan dipaksa-paksa apa yang mahu dikeluarkan. Segalanya mudah sekarang dengan komputer, telefon pintar berbanding dahulu dengan menaip dan menulis tangan.

    Jadikan blog ini sebagai wadah berkongsi cerita dan hikmah. Semoga bisa jadi pahala untuk akhirat kelak.

    Ayuuuuhhhh… menulislaaaaaah.
    Salam sayang dan cinta selalu dari Umi. πŸ˜€

    • Wa alaikum salam wr. wb. umiku syng

      tak muram bnyk, siki’ aja πŸ˜€

      ummi dah beri semangt yng lebih, neni aja yng ogah2an/malas2an, neni sebenarnya malu saat ummi bertanya, mana tuliannya barunya, maka dari itu, merupakan suatu cambuk untuk membangun semangt yng pudar ini πŸ™‚

      gembira riang, ayunan semangat, serta support dari ummi, kebahagian tersendiri buat ananda πŸ™‚ , insyaAllah, neni berusaha untuk istiqomah menulis lagi, do’akan aku yah ummi
      neni syng pada ummi πŸ˜‰

    • bismillah, wassalamu’alaykum, bunda serta kanda yang tercinta…

      selalunya, uvi minta ma’af kepada bunda maupun kanda…lama tak pakai layan internet…
      lama pula tak sua bunda pun dengan kanda, uvi harap sentiasa dalam lindungan Allah..

      benar apa yang kak neni post kan kali ini, dahulu kala kita saling sapa, saling ingatkan untuk semnriasa istiqomah di jalan Nya, tapi selang berjalannya waktu, uvi *Hilang* dari hadapan bunda maupun kanda…bukan karena apa, tak lain karena … aktifitas yang semakin hari bukannya selesai, eee malah tamba terus…hanya satu yang kuharap dari bunda juga kanda, mohon tidak melupakan uvi dalam do’a do’a setelah sholat…pun begitu, uvi bila tak lupa, juga do’akan bunda mahupun kak neni….ma’afken kesalahan uvi slama ini…

      😦 walhamdulillah, uvi tak mahir merangkai kata mi’..kak…

      • Alhamdulillah, adikku yang satu ini, akhirnya nongol diperedaran πŸ™‚
        mmhh.. akak dan ummi, paham akan aktifiti uvi, namun umi selalu memberi support agar tetap menulis meski hanya sepatah kalimat sahaja, agar kelincahan dalam mengolah kata semakin baik tak pudar oleh zaman, gimana ummi ?….. πŸ˜‰

        hayuullaahhh uvi semangt nulis lagi, biar nak ramai bilik kita saling bersua dan bersapa ria,
        ada banyak diluar sana, sibuk sana sibuk sini, masih bisa ko’ mengatur waktu dan meluangkan diri tuk merangkai kata… πŸ™‚ , akak suka tulisan uvi yang selalu menginspirasi, tulisan uvi bagus loh, wani piro… hehehe…

        semoga segala aktifiti uvi disana, bernilai ibadah disisi Allah SWT, serta dalam ridho Ilahi, amin ya Allah…

  5. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Ada yang mengatakan bahwa menulis itu mudah, tetapi sebenarnya ya ada sulitnya juga. Menurut saya kegiatan menulis itu ada dua kesulitan, yang pertama sulit memulai dan yang kedua sulit mengakhiri di saat mood menulis sedang berjaya.

    Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kembali menikmati tulisan Neni di sini…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s