Malaikat Maut Mengincar


Bismillah, Makassar, 2 Rabiul Awal 1434 H

images (4)

Malas untuk memulai menulis dan menulis, niatnya hanya ngabuburit kemana-mana didunia maya, satu per satu saya mencari artikel yang bermanfaat dan penuh dengan ilmu buat di bagi ke sesama para pencari ilmu. Group di FB mulai dari kumpulan warga “WARUNG BOLGGER” dan beberapa group lainnya, hhmm, hanya artikel beberapa teman-teman yang aku komentari dengan sepatah kata hingga dua kata, yach sebagai salam persahabat dunia maya … 🙂

Kuamati dan kutelusuri, hingga tibalah aku pada sebuah group Wahdah Islamiyah, tak pernah aku membukanya dan memperhatikan isi di dalam group ini. Group yang hanya asal dan sekedar ku like karena merupakan nama yang begitu melekat dihati. Kubaca status para penggemar group, yaacch, ada beberapa jenis kegiatan telah sukses di adakan oleh Wahdah Islamiyah diberbagai pelosok Nusantara Indonesia. Kutarik kursor hingga ke ujung halaman, sebuah judul menarik hatiku “Tipuan yang Membawa Bencana” salah satu postingan dari seorang akhwat yang bergabung di group tersebut. Segera kubuka dan kubaca isi postingan. Tulisan tersebut sangat miris dibenakku, dan kucoba untuk menggarapnya untuk menjadi sebuah kisah yang dapat dijadikan sebagai suatu pelajaran.

Seorang Wanita yang telah termakan oleh “TIPUAN KENIKMATAN DUNIA”, yang menjadikan indahnya “PERGAULAN DUNIA BEBAS”, indahnya “HUBUNGAN SEBELUM MENIKAH”, indahnya bebas kemana yang ia sukai, hanya mencari tempat yang dipenuhi oleh para penggemar dan penikmat dunia, menghabiskan waktu di berbagai tempat yang tidak di Ridhoi oleh Allah SWT.

Saat dia sedang menjalin hubungan “PACARAN” dengan seorang pria, lelaki yang memberinya janji manis, seorang lelaki yang selalu memberinya harapan terindah dan seorang lelaki yang katanya begitu menyayanginya dan akan terus menjaganya. Berjalan berlalunya waktu, dunia bebas semakin membuatnya tergila-gila, hingga ia tak tahu lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, apapun yang ia inginkan tidak lagi dia pikirkan, akal sehatnya sudah dimabuk oleh indahnya dunia dan indahnya cinta yang tak halal.

Hubungan yang dia lakukan, berdampak pada satu “PROBLEM”, dimana dia dinyatakan “POSITIF”, positif “HAMIL”, lelaki yang pernah memujanya entah kemana, berlari dan menghilang tanpa sebuah jejak dan tinggallah dia seorang diri terkurung dalam amarah yang tak terungkap. Keluarga yang ia cintai tak peduli dengan dirinya, aib yang dia bawa mencoreng nama baik keluarga. Ia harus pergi dan menanggung nasibnya seorang diri, terlantar dan tak terurus.

Masa kehamilan tua yang mendekati masa persalinan, membuatnya semakin bingung, tak tahu harus meminta bantuan kepada siapa, tak tahu harus mengadu kepada siapa. Biaya persalinan tak mampu dia tangani seorang diri. Tiba-tiba dia mendapat suatu ide, meminta bantuan kepada orang baik, dia lalu mendatangi sebuah “MASJID”, meminta bantuan seorang pemuda untuk mengurus persalinannya, alhamdulillah Allah masih menyayanginya dan memberinya pertolongan melalui kehadiran pemuda tersebut. Persalinan berjalan dengan lancar dan semuanya baik. ibu dan anak selamat meski ia harus berjuang seorang diri tanpa kehadiran sang suami disampingnya.

Pengalaman dan kisah pedih yang pahit, yang pernah dia rasakan, tidak membuatnya jerah dan segera bertaubat kepada Allah SWT. Jalan hitam yang dahulu menjadi sahabat setianya kini datang dan menghampirinya untuk pergi bersama. Hari-harinya berlalu tanpa ada sedikit rasa penyesalan dan rasa malu kepada Allah, hingga dia harus menerima kembali nasib yang pernah menimpahnya, “HAMIL” untuk kedua kalinya, hamil tanpa seorang suami, hamil dengan sebuah cinta yang tak halal.

Kali ini, dia begitu bingung, entah kemana lagi dia akan meminta bantuan. Dia sudah merasa malu meminta pertolongan kepada pemuda yang dahulu menolangnya, dia malu jika pemuda tersebut mengetahui bahwa dirinya “HAMIL” tuk kedua kalinya dengan nasib dan peristiwa yang sama, memiliki 2 orang anak tanpa Bapak.

Di puncak kegalauannya, datanglah seorang pria bak “PAHLAWAN”, ingin menolongnya dan menghentikan penderitaannya dalam sekejap, pria tersebut bersedia membiayai segala keperluan selama persalinan. Penawaran tersebut tidaklah percuma alias “GRATIS” begitu saja, Pria itu menawarkan dengan sebuah Aqidah yang dimilikinya, dia menawarkan pembiayaan agar wanita tersebut meninggalkan “AGAMA” yang selama ini dia yakini, tidak ingin pusing dan bimbang dalam urusan persalinan, segera dia menyetujui dan menerima penawaran keji tersebut, setelah persalinan dia dapat kembali lagi ke agama asalnya, gampang saja, begitu pikir wanita tersebut.

Alhasil, proses persalinan tidak berjalan sesuai dengan rencananya, “MALAIKAT MAUT” segera menjemputnya sebelum ia sempat kembali ke jalan yang benar, ia meninggal dalam keadaan “MURTAD”.

Pengalaman hidup tak selamanya harus kita lalui, ada begitu banyak kisah dan pengalaman hidup orang lain yang dapat kita jadikan sebagai suatu pelajaran, seperti kisah yang telah saya paparkan di atas, semoga kita semua terhindar dari hal demikian, na’udzubillah min dzalik, jangan pernah menunda suatu kebaikan karena Malaikat Maut selalu mengincar kita, ya Allah lindungilah kami semua, Amin ya Rabb.

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia pasti masuk neraka” (H.R. Bukhari)

Iklan

20 thoughts on “Malaikat Maut Mengincar

    • harus pintar-pintar memilih mas, bagaimanapun kerasnya hidup. hidup dijalan Allah yang syar’i tetap menjadi yang pertama, jngn tergoda oleh nimatnya dunia ini saja, masih ada akhirat menanti kita yng insyaAllah lebih indah dri dunia 🙂
      salam, makasih dah mampir lg 🙂

  1. Nilai diri kita, akan dinilai dari “AKHLAK” dan tingkah laku kita.
    Kita akan tetap berharga dimata-Nya, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
    Semoga kita mendapatkan pelajaran dari cerita diatas.

  2. subhanallah, miris ngebacanya kak, semoga Allah jadikan kita, keluarga kita, sanak saudara kita sebagai orang2 yang mampu menjaga diri hingga nanti di akhir hayat Allah masukkan kita dalam golongan orang2 yang dipanggil dengan ^Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’ii ilaa Robbiki Roodliyatan Mardliyyah, fad khulii fie ‘ibaadii wadkhulii jannatii…^ lihat QS. Al-Fajr ayat-ayat terakhir,…*amien…*

    • iya dek, semoga kita selalu dalam liindungan Allah SWT, hingga akhir hayat ini, hingga ajal menjemput kita
      kakak juga miris bacanya, sungguh ngeri dan menakutkan, menghadap Allah dlm keadaan murtad, na’udzubillah min dzalik

      syukran dek telah mampir, sering-sering yach, biaaarrrr….. mmhh apa yach, mana sich umi nich 🙂

      salam hangat selalu buat uvi dan umi
      😉 🙂

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s