Jiwa yang Malu


 Bismillah, Makassar, 24 Safar 1434 H

Alhamdulillah, mengikuti lomba GA dari Idah Ceriwis, tentang “Pandangan Pertaman”, imajinasiku mulai bermain dipikiran, dan aku segera memilih judul “Engkaukah Jodohku”, tidak asyik rasanya hanya sampai pada titik tersebut, maka imajinasiku merangsang aku untuk segera meneruskan Mimpi tersebut hingga terukirlah goresan kata berikut. yang belum membaca episode pertama silahkan berkunjung ke “Engkaukah jodohku”

 

keluarga-islami12

Bulan Madu di atas pelangi hanya kita berdua, nyanyikan lagu cinta…….

Tak ada Tempat spesial yang kami tempuh tuk menyatakan kebahagiaan yang telah Allah berikan, meski kebanyakan pengantin baru, memiliki tempat spesial dihari istimewa mereka, tapi buatku, cinta tulus dari suamiku sudah cukup membuat bahagia, kujadikan istana orangtuaku bagai taman-taman surga agar ia betah dan senang berada di dekatku.

Pertemuan pertama kami setelah ikrar suci pernikahan, tak banyak kata yang terlontar, baik dari dirinya maupun dariku sendiri, apakah karena pertama kalinya kami berjumpa, sehingga raja/ratu grogi dan malu masih menyelimuti benak kami, hanya senyum yang terukir indah di balik bibir, saat ia tersenyum padaku, akupun membalas senyumannya dengan penuh kehangatan.

             Cintaku yang tercipta untukmu
            Tulus dari hatiku
            Tersimpan rapi dibenakku
           dan kini kuukir didalam hatimu
            Aku akan menyatukannya menjadi Satu
Dan
Tak akan terpisahkan
Hingga ajal menjemput
Cinta ini akan tetap teguh
            Cinta ini akan kokoh walau cobaan silih berganti
            Cinta suci akan selalu terjaga
            Karena kuyakin cinta itu
            Akan terjaga selama kita dapat memahami artinya
Biarlah waktu yang menentukan kesatuan cinta ini
Cinta suci ini telah kuberikan padamu
saat detik dermaga suci hadir menyapaku

Segera kubuatkan air hangat untuknya tapi aku tak tahu apakah yang ia suka. Teh, kopi, atau susu, ya Allah, semoga saja yang aku suguhkan tidak membuatnya kecewa. Kak, entah sebutan apa yang pas kuucapkan untuk memanggilnya, aku masih malu memanggilnya sayang, aku masih malu memanggilnya cinta atau kata mesra nan romantis lainnya untuk menyapa dirinya yang masih baru dan asing.

Kuhampiri dia unttuk segera memberinya minuman hangat, secangkir teh hangat. Ma’af kak, aku tak tahu harus membuatkan apa, hanya secangkir teh dan kue ini, aku belum tahu kesukaannya, ma’af. hanya kata ini yang mampu kuucapkan untuk menyapa dirinya di Istana orangtuaku ini, agar dia tidak merasa kesepian dan tidak merasa asing dirumah baru yang ia tempati sekarang.

Senyuman hangat yang pernah kuterima selama hidupku, terlontar dari dirinya, subhanallah, manisnya senyuman itu, ya Allah, apa yang harus kulakukan untuk membalas segala nikmat_Mu hari ini. Seorang lelaki yang Engkau hadirkan dihadapanku, lelaki yang selama ini kunanti, dengan penuh harap dan do’a aku mohonkan pada_Mu agar Engkau mempertemukanku dengannya, kini dia telah hadir dan menatapku dengan penuh kehangatan. Diri ini, rasanya bagai mayat hidup yang berjalan, menyusun kata untuk menyapa dirinya sangat sulit, bukan karena aku tak menyukainya, bukan pula karena aku tidak mencintai_Nya. Tapi semua karena kubahagia dapat berjumpa dengannya.

Kak, segera minum air hangatnya, kalau dingin, tak nikmat lagi. Kakak lapar yach, aku siapkan makanan. Aku hanya mampu ceropos sana sini, sepatah kata darinya belum terlontar, aku rasanya tak siap mendengar suara indahnya, aku memikirkan sepatah kata yang akan di utarakan untuk menyenangkan hatiku.

Aku bergegas meninggalkan kamar dan menyiapkan hidangan istimewa untuknya, ku raih gagang pintu kamar, tak lama dia menyapaku. Dik….., air hangatnya. Kenapa kak, kurang gula yach, atau tehnya berlebihan, karena groginya, aku jadi salah tingkah. Tidak Dik, baru pertama kali ini, kakak merasakan air hangat senikmat ini, air hangat yang engkau suguhkan buatku, yang engkau aduk penuh dengan kasih sayang, yang terasa hingga ke hatiku, membuatku mampu merasakan indahnya hatimu. Dalam hati, romantis juga ni suamiku, waahh… aku tidak menyangka dia akan berkata semesra ini dalam memuji, hanya secangkir teh hangat, dia mampu merayuku sebesar ini. ya Allah, ku memohon jagalah kami berdua, jagalah hati kami, agar tak lalai cinta kami mencintai_Mu, amin ya Allah.

Aku hanya mampu tersenyum, tersipu malu meninggalkan ia seorang diri dalam kamar, memerah pipi mendengar ucapan sang pangeran yang entah datang dari mana. Rasa malu dan grogi masih terus bersemayam dalam diri. Entah pada dirinya, Apakah sama tingkahku dengannya. Dduuhh ya Allah, aku harus berbuat apa, aku malu pada suami sendiri, lelaki yang kujadikan kekasih hatiku, lelaki yang sah untuk tempatku bermesrah dan berkasih sayang, lelaki yang sah untuk tempatku bercerita, mengisahkan cerita yang tergores di antara kami, lelaki yang telah sah memelukku, menggenggam erat tanganku, mencium keningku. Sifat grogi dan malu ini, entah sampai kapan berakhir, menatap matanya aku masih malu tertunduk, menyapa dirinya, terbatah-batah kata yang terurai, semoga saja dia tak tertawa dalam hati melihat tingkahku yang aneh ini, semoga saja dia tak kecewa padaku hari ini.

Jangan khawatir orang lain tidak akan mengerti dirimu,
khawatirlah kalau kamu tidak mengerti orang lain

Iklan

29 thoughts on “Jiwa yang Malu

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni yang baik…

    Alhamdulillah, jemputan pertama dari Neni, Umi terima saat sedang asyik menonton KETIKA CINTA BERTABIH 1. Saat Azam mahu mngkhitbah Anna. Hmmm… asyik sekali melihat sifat malunya Azam. Tidak sabar mahu melihat Anna lho. 😀

    Terima kasih memaklumi.
    Umi tandakan pertama dulu agar senang di hati Neni dan Umi.
    Salam sayang dan rindu dari Umi. 😀

    • UNTUK NENI disayangi yang sering “BERMIMPI” dan mengidam menjadi isteri solehah.
      Mudahan tercapai apa yang diinginkan. Semoga pangerannya dapat memberi kebahagiaan yang diharapkan.

      PERMATA BUAT ISTERI DARI LIRIK PUISI KOPRATASA.

      Selamat menjamu dengar pda keasyikan lirik dan melidinya.
      Salam hangat dari Umi yang jauh. 😀

      • hahaha, neni malu dibuat ummi
        syukran tuk lirik lagunya ummi, tp neni belum mampu mendgrkan dngn baik,
        sinyal kurang baik memutr videonya

        lagu yang mampu nni jadikan sebagaiiiiiiiiiiiiii……………

        salam rindu buat ummi
        muach..muach

    • Wa Alaikum Salam wr. wb.
      alhamdulillah, senengnya dapat sapaan dari ummi,
      sapaan pertama dari ummi tercinta dan terkasih 🙂
      haaahhh… gimana yach model azzam dan ana yang baru ini, bedalah ummi 😉

      terima kasih, ummi dah jadi yang pertama, takut yach tak kena lomba ma yng lain,
      haaa ummi lucu dech, lari ngos-ngosan tuk jadi yng the first,
      ummi minum dulu biar legah capeknya 🙂

      salam sayang dan rindu selalu buat ummi
      neni kangen 🙂

    • alhamdulillah, semoga tulisannya cepat aku selesaikan 🙂

      amin ya Allah,
      waahh… hayo cepetan ikutan berpartisipasi kak

      mmhhh…. sapakah dia, hanya Allah yang tahu, aku jg ngak tahu 🙂

    • baca namanya,jadi heran, mirip sich penggunaan user id yng aku gunakan, jika disitu adalah awan saja, disini adalah awanputih 🙂

      amin ya Allah,
      terimas kasih telah mampir dan turut mendo’akan 🙂

  2. Saat baca jd inget bulan juni taon lalu..:) sama grogi juga,, tapi kisahku nyata,,dan semoga kisahmu segera nyata jua…Aamiin…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s