Pandangan Pertama : Engkaukah Jodohku


Bismillah, Makassar 1 Januari 2013

keluarga-islami

Suara takbir bergemuruh menghiasi luasnya dunia, menghiasi sambutan Hari Raya Idul Adha, seluruh umat islam merayakan hari yang bahagia, beramai-ramai menghias rumah, memperindah agar cantik di pandang, tak lupa mengecat, mencuci segala gorden rumah, dan tak kalah penting adalah hidangan di hari Raya yang penuh dengan Barokah.

Hari itu adalah  hari yang tidak akan aku lupa semasa hidupku, hari bahagiaku, yang di ramaikan dan digemparkan oleh suara gemuruh TAKBIR, seluruh umat Muslim berkumandang memecahkan sunyi. Hari dimana kita akan segera berjumpa, hari yang telah kita rencanakan untuk mengikrarkan janji suci seiya sekata, menjalani hidup pahit manis di dunia demi meraih Ridho dan Barokah dari sang khalik, membentuk keluarga yang SAKINAH, MAWADDAH, dan WAROHMAH.

Detak jantung semakin tak stabil, berdetak terlalu cepat, seakan mahu lari dari tempatnya, hari ini, aku gemetar merasa ketakutan, bercampur baur pertanyaan mulai menyerang, bagaimanakah dirimu, siapakah engkau, dimanakah engkau selama ini, mengapa baru sekarang menghampiriku yang sedang lama merindu, tak sabar aku ingin berjumpa denganmu, bercerita masa demi ke masa, berbagi kisah yang telah engkau lalui, menyatukan visi dan misi yang telah terencana, bersama merancang lebih indah lagi masa depan keluarga yang Qur’ani, seperti yang kita dambakan bersama.

Hari ini, hari yang baru buat kita berdua, dimana sebelumnya kita tak saling kenal, tak saling paham, tak pernah menatap satu dengan yang lain, kita dipertemukan oleh kuasa Allah melalui sebuah perkenalan yang disebut TA’ARUF, Murobbiyahku dan Murobbimu, hanya mereka yang saling mengetahui antara kita, melalui cerita dan kisah darinya engkau kuplilih menjadi calon Imamku, aku tak pernah berharap ada perjumpaan sebelum ikrar suci terucap dari lisanmu, aku takut jika perjumpaan itu akan memupuskan hatiku untuk memilihmu, aku takut segala bisikan dari syaitan akan menghapus niat tulusku menanti dirimu yang entah dimana, kuyakin pada pilihan Allah buatku, itulah yang terbaik buatku dan juga buatmu, kuingin keikhlasan mengawali langkah awal kita meraih cinta dan kasih sayang Allah, insyaAllah tulang rusukmu tidak akan pernah tertukar dengan tulag rusuk yang lain, itulah janji Allah pada hambanya

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah

Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,

supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,

dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.

Sesungguhnya

pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. 

(Ar Ruum : 21)

Aku percayakan semuanya hanya kepada Allah, kujaga diriku, kujaga pandanganku, kujaga hatiku, agar engkau mampu jua melakukan seperti apa yang kulakukan, kuterus melangkah mencari Ridho dari Allah, agar kelak engkau tak merasa kecewa dan sedih saat berjumpa denganku, kuingin memberikan yang terbaik buatmu, kubimbing diriku agar engkau mampu membimbing dirimu lebih dari apa yang kulakukan, perjalanan kita kemarin tak ada apa-apanya dibandingkan perjalanan setelah ikrar suci.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,

dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),

 dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik

dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” 

(QS. An Nuur: 26)

Detik  ini, ikrar suci telah engkau lisankan, engkau siap menanggung segala tentang diriku, dengan lantang suaramu terdengar dari bilik kamarku, dinding yang menghalang tak kuasa meredam suaramu. Alhamdulillah, engkau telah sah jadi milikku dan aku sah jadi milikmu, debaran jantungku dan denyut nadi semakin menjadi, kakiku kaku, tanganku gemetar, mulutku tak mampu berkata, rasanya tak mampu tuk berdiri menghampiri dirimu yang akan segera melaksanakan sujud syukur bersamaku, berucap syukur yang tiada henti – hentinya buat sang pencipta.  Engkau menuju kamarku, mengetuk pintu kamarku, tak kuasa aku menahan diri, seperti apakah dirimu duhai kekasihku. Pintu engkau buka perlahan, seakan tersenyum menyambut kehadiranmu, lambaian pilar-pilar kamarku dan tatanan indahnya kembang seakan meriuhkan kata selamat buat kita.

Subhanallah, engkaukah itu duhai hamba Allah, engkaukah pangeran yang selama ini kunanti sekian lama, aku tak mampu berkata, jantungku semakin berdetak kencang, mataku berkaca menatapmu memasuki kamarku, debaran cinta yang engkau beri, oohhh.. kekasihku, hatiku menjerit, dapatkah engkau rasa apa yang kurasakan sekarang, apakah senyuman indah itu hanya kepadaku engkau berikan, kubalas senyum itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Langkah kaki itu seakan menggemparkan buatku, engkau mendekap dan berbisik padaku “Duhai bidadariku inilah aku pangeranmu, dengan kesabaranmu dan juga kesabaranku kita mampu berjumpa saat ikrar suci ini berkumandang, hayo kita tunaikan sholat 2 raka’at bentuk cinta kita kepada Allah yang telah mempertemukan dua hati yang terpisah”, segera kuayungkan kaki, melangkah bersamanya menghadap sang kekasih sejati, di atas sajadah kita bersimpuh memuji sang kekasih.

Bahagiaku bahagimu milik_Nya, aahhh aku tersadar dari MIMPI indah ini, MIMPI yang KUIMPIKAN, 🙂  hujan menghanyutkan aku dalam lamunan goresan kata ini, kesejukan yang terpancar dari tetesan hujan mendorong hatiku untuk melukis dalam sebuah kata MIMPI yang KUIMPIKAN.  🙂

Atikel ini diikutsertakan dalam GiveAway “Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”

give-away-langkah-catatanku

Iklan

36 thoughts on “Pandangan Pertama : Engkaukah Jodohku

  1. ternyata hanya mimpi. hehehehe sy mash mencari bidadari yang di dalam mimpi itu. jika ada bidadari yg menerima aku apa adanya dan mencintai aku karnaMU maka dekatkanlah ya Allah. amiin

    • mimpi yng berakhir dengan indah, mantaafff pemirsa 🙂
      semoga cepat ketemu ma bidadari yang didambakan,
      (angkat tangan sambil berdo’a buat adikku, ya Allah…………… Amin Ya Rabb)

      salam selalu buat sikampong,
      rajin-rajinki kesini nach 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

    Coretan hati yang sungguh indah dari buah mimpi yang mengenyangkan..hehehe.
    Umi sempat terlena (kok ngantuk ya..hahaha).. opppss, masuk terlena itu adalah terpana saat membaca terus hingga ke akhir kisah.

    Sungguh ia mimpi yang mengasyikkan. Tapi lebih indah jika ia menjadi realiti.
    Alhamdulillah, Umi sudah melalui semua getaran, ketakutan dan keindahan itu. Semoga kebahagiaan akan menyusul walaupun dunia perkahwinan bukanlah mudah dan indah selamanya kerana banyak tanggungjawb yang harus disandang sebagai tanggungjawab dari Yang Esa.

    Semoga menang kontesnya. Umi bangga atas usaha menulis Neni ini.
    teruskan sebagai usaha mencerahkan akal dan menajamkan minda.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi yang jauh. 😀

    • Wa Alaikum Salam wr. wb.

      makasih atas pujian dari ummi, hari ini,
      alhamdulillah hatiku dipenuhi dngn cinta, terutama dari ummi jua, kan rindunya dah terobati dikit 🙂
      maka tertumpahlah rasa cinta itu ke dalam artikel neni ini, hari ini mampu menyelesaikan 2 buah artikel,
      masyaAllah, percaya ngak percaya, harus percaya, kan dah realita 🙂

      tahu tak ummi, neni senyam senyum loh nulis kisah ini, jadi geli sendiri, berkaca-kaca haru pula ananda dibuatnya
      jika jadi realita, dduuhhh, tak bisa membayangkan, mungkin neni tak bisa bergerak lagi 🙂

      berkat kisah dan pengalaman ummi serta teman2 sekitar, maka terciptalah kisah tersebut

      amin ya Allah, semoga bnyk manfaat yng mampu dipetik
      salam sayng dan rindu selaluuuuuu buat umi,
      miss umi, muuaaacchhh 🙂

    • terima kasih do’anya yah adikku zahra yang cantik, imut, cetar membahana (korban syahrini) 🙂

      amin ya Allah (angkat tangan sambil berdo’a, ya Allah…..) kabulkan do’a zahra

      insyaAllah dinda, nak bagi2

      salam sayang buat zahra

  3. Selamat siang, Mba Neni. . . 😉
    Maaf barus aja berkunjung. . .

    Sebelumnya saya bingung, antara judul dengan isinya koq beda. Jdulnya pertanyaan, eh isinya “seperti” sudah berikrar setia gitu. Eh, tau2nya ketemu di paragraf akhir, mba. 😆

    Saling mendoakan ya, mba. Semoga kita segera bertemu dengan pasangan hidup. 😉

    Terimakasih sudah ikut meramaikan syukuran GA Langkah Catatanku. . . 😉

    • Wa Alaikum salam wr. wb. mbak Idah
      pusing cari judul dan kisah yang pas dengan tema, makanya aku bermain di dunia imajinasi saja biar lebih menarik 🙂

      insyaAllah mbak, amin ya Allah, dengarlah do’a hamba_Mu 😉

      terima kasih telah menerima artikel aku sebagai peserta GAnya 🙂

  4. Saya membaca kalimat demi kalimatnya dengan takjub. Walau diakhir kisah dikatakan ini adalah mimpi, tapi ini adalah wujud dari keistiqomahan seorang wanita dalam menjaga dirinya sesuai ketetapan Allah.
    Semoga mimpi ini menjadi nyata…

    • alhamdulillah bunda,
      kisah ini terinspirasi dari cerita beberapa hamba-hamba Allah
      dan melihat zaman, dimana pemuda/pemuda sangat jauh dari ilmu syar’i dalam mencari jodoh dan menanti jodoh 🙂

      amin ya Allah, itu merupakan impian dan harapan aku kelah 🙂

  5. Mimpi tidak selamanya sekedar bunga tidur
    tapi mimpi bagi muslim dan muslimah yang taat kepada Alloh merupakan pancaran ilham yang diberikan-Nya melalui untaian mimpi. saya percaya mimpi ini insya Allah akan terwujud hanya tinggal menunggu waktu yang tepat

  6. Ping-balik: Jiwa yang Malu | awan putih

  7. Ping-balik: Teruntuk Calon Pemenang « Langkah Catatanku

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s