Giveaway Senangnya hatiku : Melintasi Indahnya Dunia


Bismillah, Makassar 1 Januari 2013

AIR TERJUN "MATA BUNTU"Gambar 1. Air Terjun Mata Buntu                              

Lingkaran bumi yang tak berujung, luasnya hamparan bumi yang tak sanggup kutatap dengan kedua bola mata indah pemberian sang pencipta, nikmat dan syukur atas segala karunia yang telah tercipta buat seluruh hamba_Nya, baik hamba yang taat, kafir, maupun yang mahu mendengar, keangkuhan dan kesombongan kadang mengalahkan dan mebutahkan mata hati yang tak tahu lagi membedakan mana kebaikan dan mana keburukan, na’udzubillah min dzalik.

Pemandangan yang indah terbentang di depan mataku, tak kuasa aku menatapnya, kesejukan dan ketentraman jiwa, menghampiri batin yang sedang carut marut,  bergelut dengan berbagai macam tugas dan tanggunjawab duniawi, menghalau hati untuk merasakan ketenangan, tidur tak nyenyak, badan letih, semangat down, serta tak mampu berpikir dengan baik dan logis.

Kunikmati setiap detik waktu dan setiap putaran roda ban motor yang membawaku menikmati indahnya ciptaan Allah, kupandang dengan penuh rasa haru dan kagum, subhanallah, sungguh indah ciptaan_Mu ya Allah, perjalanan yang kami tempuh meski penuh dengan berbagai macam rintangan dan halangan yang kapan saja bisa datang menghampiri. Tebing batu yang kokoh terbentang di beberapa sudut jalan yang seakan ingin menghujani kami dengan kekuatannya, terjalnya jurang yang menghiasi dispeanjang jalan raya,  salah setir  sedikit saja mereka mampu menerkam kami dengan mudahnya.

Namun, tak menyurutkan hati kami dan niat kami untuk menjelajahi  indahnya ciptaan Allah di alam ini, halangan tersebut mampu tergantikan oleh indahnya pepohonan yang hijau terpancar, seakan melambaikan daunnya dan berkata inilah aku yang selalu memberi kesejukan kepada kalian, kala kalian panas datanglah berteduh dibawahku, rasakan sejuknya dan damainya surga dunia. Senyuman dari pemandangan sekitar membuat hatiku sangat senang dan tak ingin rasanya berlalu pergi.

Ketenangan hati, membuang segala bentuk amarah dan kekesalan, terbang bersama desirnya angin, kuhempaskan agar berlalu dari hatiku, berlalu dari hidupku, agar aku tak menciptakan noda hitam atau titik hitam pada hati ini, hati adalah bentuk organ tubuh yang menjadi setir dalam menjalani kehidupan di dunia ini atau bisa juga dikatakan sebagai panglima atau pemimpin.

Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging,

jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya

dan

 apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya

ingatlah ia adalah hati

(HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, perjalanan Refreshing ke kecamatan Soroako, sekitar kurang lebih 60 km dari tempat kami lepas landas, melajukan sepeda motor andalan teman saya, sopir pertama yang melajukan kendaraan adalah diriku, sekitar 30km perjalanan, kami berhenti sejenak untuk menitipkan barang bawaan berupa tas yang berisi laptop dan berbagai macam perlengkapan lainnya, kami tak ingin membawa barang bawaan yang berat yang akan menghalangi kisah perjalanan kami, kamipun berinisiatif menitipkan sementara di rumah kakak saya, karena perjalanan yang akan kami tempuh, melintasi kampung halaman atau kecamatan tempat tinggal orangtua saya.

Perjalanan kali ini, Saya tidak meminta izin kepada orangtua, karena Saya tahu mereka pasti tidak akan mengizinkan, meski mereka mengizinkan, rasa was-was akan menghampiri di lubuk hatinya yang paling dalam, berbagai macam pikiran akan timbul, misalkan, mereka memikirkan keselamatan kami selama perjalanan, karena mereka tahu perjalanan menuju Soroako sangatlah kurang baik, jalan raya yang terjal, naik turun gunung, juram dan tebing batu yang kokoh, dan kadang menjatuhkan bebatuan dari puncak teratas, dan kapan saja bisa berakibat fatal pada pengguna jalan. Ma’af yach Mama, ma’af yach Papa, tidak ada niat untuk melupakan jasa kalian, tapi ananda takut kalian merasa risau dan gelisah yang berlebih untuk memikirkan ananda.

Tujuan pertama “AIR TERJUN”, kurang lebih sekitar 3 jam kami tiba di TKP, meski sempat nyasar dikit dan salah jalur masuk, akhirnya kami tiba di “AIR TERJUN MATA BUNTU WASUPONDA”. Parkiri si Merah dulu ahh,  rasa was-was lalu manghampiri kami, disekitar air terjun kami hanya melihat tukang batu yang sedang membuat WC umum, seorang keluarga yang bermain dengan anaknya di ujung air terjun, kami ragu dan takut untuk melangkah naik ke pusat AIR TERJUN, lalu kami hempas semua, sudah sampai sejauh ini, masa harus balik tanpa membawa sesuatu.

Jangan lupa si Merah di perhatikan dengan seksama, apakah sudah baik kondisinya atau belum, takutnya….., huusstt tak boleh pikir jelek hehe, tidak lah, kan tidak asyik perjalanan kalau habis bermain air lalu si Merah pergi entah kemana, kami mahu pake apa baliknya, sudahlah jangan bahas si Merah terus, kita lanjut ke AIR TERJUN, kan AIR TERJUN target utama ..

Kami lalu melangkahkan kami menuju puncak, ccceeeiiilleehh, bagai AFI saja menuju puncak, kontes yang ada dalam salah stasiun TV swasta Indonesia yang sekarang sudah tidak ada lagi. Satu persatu anak tangga kami jelajahi, ada sekitar berapa yach, lupa hitungnya, karena sudah terlalu senang dan kegirangan melihat suasana AIR TERJUN, ploooooooooooooonnggggggg, hilang beban, rasanya bagai dunia milik sendiri, ma’af yach teman dikau kontrak aja ,, 🙂

Tak seru jika tak berpose, horeee, saatnya pasang gaya unyu-unyu’ ettss, alay dikit ngak papakan pak.. hehe, jepret sana jepret sini, terbang sana terbang sini, awas jatuh loh, jurang tuh dibawah. Alhamdulillah, ngabuburit kali ini sungguh luas biasa, cetar membahana (bagai artiss aja), hanya kami berdua yang menikmati indahnya AIR TERJUN, tidak ada seorangpun yang bermain di tempat tersebut, meski tadinya ada seorang Bapak yang bertugas menjaga kebersihan tempat tapi tugasnya sudah kelar maka dia pergi meninggalkan tempat tersebut, makasi pak tua telah bersabar merawat kebersihan tempat ini, semoga Allah senantiasa membalas jasamu.

Tak puas kami berpose hanya pada satu titik, kami naik lebih tinggi hingga tak mampu untuk melangkah lagi, hehe, karena tak ada pengunjung lain, kami bebas dong mahu berbuat apa saja, tak puas bila tak menyentuh sejuknya air, kubasuh muka ini dengan dinginnya dan sejuknya air, subhanallah, sentuhan air membuat hatiku merasakan indahnya kelembutan, manisnya sebuah keikhlasan, kesabaran, dan kesyukuran, nikmatnya  ciptaan_Mu ya Allah.

¤ ukhti Atikah ¤(1240)

Gambar 2. Pantai Ide Danau Matano

Rasanya belum lengkap jika hanya menikmati “AIR TERJUN”, kami lalu melajukan roda ban motor ke TKP selanjutnya “PANTAI IDE DANAU MATANO SOROAKO”,  welcome, i’m coming, ahlan wa sahlan, seru sendiri, hehe, ngomongnya dah tak jelas tuh, biarin yeee…, oopppsss, jangan keasyikan bermain saja, lihat jam sudah jam berapa ?, 🙂

Dhuhur telah tiba, saatnya jumpa dengan sang pencipta segala nikmat ini, keliling mencari Mushollah dan Masjid, dduuhh, dimana yach, ko’ ngak ada sich, bingung mahu sholat dimana nich, kenalanpun tak ada, apa sok kenal sok dekat aja yach alias SKSD aja .. 🙂

Alhamdulillah, ada sebuah sekolah di depan Pantai, sekolah SMA YPS Soroako, kita tak usah bahas sekolahnya yach, hanya numpang sholat di Mushollahnya aja kok, sebelum menikmati indahnya Danau Matano, kewajiban sebagai hamba yang baik hati dan tidak sombong telah terlaksana, lanjuuuuuttttttt……… hayo si Merah, jangan lelah melayani kami yach, jasamu, insyaAllah tidak akan terlupa. 🙂

Subhanallah, sebuah anugerah yang luar biasa, sebuah nikmat yang tak mampu ku ucapkan selain memuji_Mu ya Allah ya tuhanku, REFRESHING kali ini sungguh, nikmat yang luar biasa dari Allah, dua tempat yang kami datangi, tak ramai pengunjung, hanya kami berdua yang seru bermain-main dan berpose sesuka hati. Langitpun mendukung kami, mendungnya awan, seakan melindungi kami dari pancaran sang raja siang, duduk menikmati indahnya dan sejuknya “AIR DANAU”, gelombang kecil dan desiran bunyi ombak yang seakan bernyanyi dan menari menghibur kehadiran kami, tiupan angin yang menerbangkan segala kegalauan dan kegelisahan di dada, menghempaskan segala masalah yang berkecamuk, mengusir hingga tak berbekas di diri ini.

Kutatap di sekitar, indahnya pegunungan yang berjejer berjuta pepohonan, tersenyum menatap kami dari kejauhan serta langit yang kokoh memayungi kami, seakan berkata inilah nikmat dari Tuhan_Mu dan Tuhan_Ku, tak kuasa aku menahan rasa bahagia dan senang ini, beban yang bercamuk kini entah kemana.

Tumbuhan dan pepohonan, Keduanya tunduk kepada_Nya,

 dan dilangit telah ditinggikan_Nya

dan dia ciptakan keseimbangan itu,

dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil

dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu,

dan bumi telah dibentangkan_Nya untuk makhluk_Nya

(QS. AR-Rahman : 6-10)

Maka nikmat tuhanmu yang manakah kamu dustakan

(QS. Ar-Rahman : 13)

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Senangnya Hatiku

launching-blog-www.amazzet.com-giveaway-senangnya-hatiku

Iklan

26 thoughts on “Giveaway Senangnya hatiku : Melintasi Indahnya Dunia

  1. Assalaamu’alaikum wrt.wb, Nani sayang…

    Selagi nafas ini dibekalkan Allah untuk menghidupakan jasad, laluilah sebanyak mana tempat yang dapat menghadirkan rasa kehambaan kita kepada-NYA. Selagi anggota tubuh kita masih digerakkan Allah menuju destinasi yang ingin kita capai, ayunlah langkah dan tangan untuk menjejakinya agar senang hati ini dapat memijak bumi yang penuh barakah kasih sayang-NYA.

    Selagi ada mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, hadirlah dengan seluruh jiwamu agar tenteram damai jiwamu, senang hati ragamu dapat menatap segala keindahan dan mendengar deru angin dan semilir lalu yang tentu mengharmonikan seluruh kehidupan manusiawimu.

    Semoga berjaya dalam kontesnya, senang hatiku.
    Doa Umi selalu mengiringi kesungguhan neni dalam berkarya.
    Salut untuk semua bahasa indah yang dititipkan.

    Oh ya, Umi sudah reka bentukkan blog header untuk neni yang bergabung kita berdua di sana.
    Sebagai hadiah tahun baru 2013 buat Neni. Simpanlah untuk kenangan.
    Umi kirim melalui email ya. Silakan check nanti.

    Salam sayang dari Umi. 😀

    • Wa Alaikum Salam Wr. Wb.
      hati neni saat ini penuh dengan keindahan,
      neni senang dan bahagia,
      ada ummi, ada keluarga, ada teman2 yang percaya

      tapi neni tak bebas jg mahu pergi jauh dan jauh tanpa pengawal 🙂
      alhamdulillah, Allah senantiasa menghiasi hari-hariku dengan kasih sayang_Nya
      hanya sejengkal aku dtng pada_Nya, beribu langkah Allah dtng merangkul hatiku
      puji tak henti-henti aku panjatkan buat_Nya
      nikmat jumpa dengan umi,jumpa uvi, dan jumpa dengn teman2 blog lainnya,
      sungguh nikmat yang luas biasa

      terima kasih atas hadiah header dari umi yach

      salam sayang dan rindu buat umi 🙂

    • iya mas, alhamdulillah, subhanallah, masyaAllah 🙂
      maka nikmat Tuhan_mu yang manakah yang kamu dustakan (QS. Ar-Rahman)

      terima kasih pak,artikelnya sudah didaftrkn sebg salah satu kontestan.. 🙂

  2. Berbahagialah bagi yang masih bisa merasakan indahnya Alam semesta ini sebagai sarana bertadabur dan menyadari bahwa Allah adalah Maha kaya dan Maha pencipta yang tidak tertandingi

    • iya pak.
      dengan merenung dan mengingat segala keindahan dunia dan ciptaan Allah
      kita merasa diri ini tidak ada apa-apanya
      dan sungguh berdosa saat kita angkuh berjalan di atas muka bumi ini 🙂

      makasi buat do’anya pak
      terima kasih telah berkunjung 🙂

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s