DIALOG MUSLIMAH


Bismillah,ย Makassar, 30 Desember 2012, pukul. 19.05

230246_3548237644150_2120314293_n

Beberapa hari hanya di Rumah dan di Rumah saja, malam Sabtu teman Tarbiyah atau teman Halaqoh mengirim pesan untuk menghadiri seminar esok harinya. Astagfirullah, Saya lupa ternyata esok adalah hari Sabtu dan hari dimana Saya dan Dia dah sepakat tuk menghadiri kegiatan tersebut. inilah efek terlalu senang dalam rumah dan tak pernah perhatikan Kalender jadi tak tahu hari dan tanggal lagi :), segera kubalas, insyaAllah ukhty.

Pagi, Sabtu 29 Desember 2012, Dia balik SMS tuk berangkat jam 08.00 pagi karena Dia sedang menunggu teman yang satunya, dan syaitan merasuki pikiranku tuk membatalkan niatku untuk menghadiri seminar tersebut “JANGAN PERGI LEBIH ASYIK DI RUMAH TIDUR, TUGAS KAMU BELUM SELESAI, HARI JANJI MAHU KERJA TUGAS DIRUMAH TEMAN”, segera kukirim pesan singkat ke Ukhty, “AFWAN, AKU NGAK JADI PERGI, ADA TUGAS YANG BELUM SELESAI), lalu ukhty berkata “KAK, KITA HANYA SATU TUGAS TERPIKIRKAN BAGAIMANA DENGAN SAYA YANG TUGASNYA BANYAK DAN MENUMPUK, MAKANYA SAYA MAHU IKUT SEMINAR UNTUK MENGHILANGKAN RASA STRESS PADA TUGAS”, berpkir sejenak betul juga kata Dia, lalu aku segera bergegas, bersiap-siap melangkahkan kaki menuju kegiatan tersebut.

Pukul 08.30 kurang lebih, tiba di TKP ๐Ÿ™‚ , kegiatan ini khusus tuk kaum “MUSLIMAH” namanya saja “DIALOG MUSLIMAH”, syukurlah acara belum di mulai, mungkin aku yang di tunggu yach (GRnya), mana tak GeeR, aku tiba, acara langsung di mulai (kebetulan aja kaliee… ๐Ÿ™‚ ), acara pembuka pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan ketua panitia, sambutan dekan MIPA (diwakili oleh istri beliau), lalu dilanjut dengan pentas kisah sahabat Nabi, bincang-bincang akhwat dalam berbagi ILMU dan trik dalam menghafalkan Al-Qur’an (beliau sudah hafal 27 jus selama 2 Tahun di tengah kesibukannya menjadi Mahasiswi Kebidanan) Subhanallah,

Inti acara di Mulai, karena bunda yang di tunggu-tunggu telah hadir di tempat, yaitu Dra. Wirianingsih, M.Si, masyaAllah melihat wajahnya, semakin bertambah rasa terharu dan semakin berkesan dalam hati tentang sosoknya, begitu lembut aku menatap dirinya, terpancar Kasih sayang beliau sebagai seorang Bunda, aku dapat merasakan demikian, beliau adalah seorang bunda yang memiliki 11 buah hati, 1 diantara mereka, putri bungsu beliau meninggal di usia 3 tahun karena sakit, sedangkan putra/putri beliau yang 10 menjadi seorang hafidz/hafidzoh (penghafal Al-Qur’an) masyaAllah, tak luput diri memuji_Mu ya Allah, sunngguh luar biasa Bunda ini yang biasa di sapa dengan nama bunda WIWI. dengan kekuatan dari Allah beliau mampu merawat dan menjaga amanah sebanyak 11 putra/putri ditambah lagi putra dari MERTUA (suami bunda) kata bunda jadi beliau menjaga amanah sebanyak 12 orang, masyaAllah, Subhanallah, Allahu Akbar. Tekad Beliau dan suami yang menjadikan keluarga Qur’ani dan Intelek, meski putra/putri beliau seoarang Hafidz/Hafidzoh, mereka lalu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di ITB, UI, AL-AZHAR, IKAPI Jakarta.

Pesan Ust. Mutammimul ‘Ula danย Bunda Wirianingsih, Pemateri dalam DIALOG MUSLIMAH dan SEMINAR PENDIDIKAN at UNM, AYAH dan IBUNDA dari 10 bersaudara Hafidz dan Hafidzoh, untuk mencetak generasi yang QUR’ANI dan INTELEK , cekidot :

1. Jangan Lupa tugas Hakiki sebagai IBU dan AYAH
2. Peran SEJATI IBU adalah INDUK dalam mengurus ANAK, AYAH mencari NAFKAH
3. 0 – 7 Tahun, Usia terbentuknya karakter ANAK
4. 7 – 12 Tahun, Usia Optimalisasi pembentukanย karakter ANAK
5. 12 – 20 Tahun, Usia masa transisi yang berat buat ANAK
6. Mulailah merekayasa MASA DEPAN dari SEKARANG
7. Jangan LALAI di USIA EMAS anak (0-12 tahun)
8. Harus memiliki VISI yang JELAS
9. Hiduplah bersama Al-Qur’an
10. Keluarga Allah adalah keluarga QUR’ANI
11. Mendidik ANAK bukan hanya sekedar MENGHAFAL tapi MENYEBARKAN dan MENGAMALKAN
12. Selalu ingat MATI, agar semakin ingat pada ALLAH SWT
13. Bukti IMAN yang HAKIKI, bagaimana bentuk INTERAKSI dengan AL_QUR’AN
14. INTEGRASIKAN ILMU dengan AL-QUR’AN
15. Cara mencintai AL-QUR’AN. ikat dengan HATI
16. teruslah MELAHIRKAN MUJAHID MUJAHIDAH
17. Terus DOโ€™AKAN sang ANAK agar menjadi SHOLEH dan SHOLEHAH
18. Bangun KETELADANAN dalam diri orang tua
19. PENGAJARAN terus-menerus
20. Bangun LINGKUNGAN keluarga yg QUR’ANI
21. Hidangkan MAKANAN yg HALAL
22. Bangun Pembiasan
23. NASEHAT secara terus-menerus agar TERTANAM dalam JIWA anak-anak
24. PENGHARGAAN terhadap PRESTASI yg diperoleh..

Semoga bermanfaat…!!

Point di atas adalah sedikit ilmu yang dapat saya tangkap dari pemaparan beliau dalam menjaga amanah yang telah diberikan Allah, semoga berbagi ILMU ini bermanfaat buat diri pribadi, keluarga dan seluruh umat Nabi Muhammad SAW, semoga menjadi keluarga yang Qur’ani dan Intelek, amin ya Allah

Salam Ukhuwah, keep istiqomah ๐Ÿ™‚

Iklan

18 thoughts on “DIALOG MUSLIMAH

    • iya, kembali kasih mas danirachmat ๐Ÿ™‚

      masyaAllah banget bunda wiwi beserta suaminya,
      kisahnya sangat menyentuh aku,
      bekal hidup tuk masa depan ๐Ÿ™‚

      terima kasih telah berkunjung

  1. wah.. aku pernah membaca kisah 10 bersaudara yg hafidz hafidhoh, belajar lagi buat jadi orangtua yang baik dan benar… makasih tulisannya mbak neni ๐Ÿ˜€
    salam

    • iya mas, subhanallah banget githu, bunda wiwi dan pak tamin ๐Ÿ™‚

      kisah inspiratif sebagai dasar tuk menjadi calon ibu dan mencetak generasi yang Qur’ani dan intelek ๐Ÿ™‚

      terima kasih telah mampir

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

    Umi selalu cemburu dengan aktivitas Neni di sana.
    Tempat Umi tidak ada. Hmmm… apa Umi harus pindah ke sana ya. ๐Ÿ˜‰
    Biar bisa temani Neni mengikuti kuliah pengajian yang sangat bermanfaat.

    Terima kasih sudah berbagi. Semoga Allah SWT memberi kejayaan buat segala urusan kehidupan Neni di dunia dan di akhirat. Doa Umi selalu mengiringi Neni. Aamiin.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi yang jauh. ๐Ÿ˜€

    • Wa Alaikum Salam wr. wb.

      waahh, jadi terharu, umi cemburu napa ma neni, ๐Ÿ™‚
      alhamdulillah ditempat neni suasana pengajian alias kelompok saling sehat menasehati antar sesama muslim banyak dan tersebar sana-sini, tiinggal kita pintar2nya sj memilih, tempat mana yang baik dan cocok buat diri pribadi.
      tak usahlah umi pindah kesini, klw umi pindah ngak jadi warga malaysia lagi dong. ๐Ÿ™‚
      gimana klw umi aja yang dahulu buat majelisnya, kumpulin ibu2 atau sapa aj yang mahu ikut,
      buat sebuah kelompok beberapa orang, lalu ngundang pematerinya… gimn ?.. ๐Ÿ™‚

      neni baru tahu kalau disana tak ada kelompok pengajian yang rutin setiap pekannya ๐Ÿ™‚

      salam sayang jg buat ummi . miss u

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s