Ukhty, Raih Jemariku Kuraih Jemarimu


Makassar,13 November 2012, pukul 18.16

Bismillah

               Ukhty, Engkau yang dulu kukenal begitu indah kupandang, wajahmu berseri dan bersinar, berbalut indah busana wanita muslimah, pantulan cahaya tersirat dari wajahmu, seakan menyilaukan mata ini saat memandangmu, sungguh ukhty, saat itu ada rasa cemburu dalam hatiku, mengapa aku tidak sepertimu, terlihat indah dan begitu menawan engkau menggunakan busana muslimah, sapaanmu yang ramah tak pernah lupa menyapaku saat berjumpa, senyumanmu yang tersirat saat berpapasan denganmu, sungguh indah tersirat dibenakku, nasehat yang pernah engkau ucapkan padaku baik lisan maupun tidak, yang kita gunakan untuk saling menjaga keistqomahan jiwa ini agar terus mampu menjaga ad-dien yang melekat pada diri kita, mendekatkan diri kita hanya kepada Allah SWT dan Rasul_Nya, mematuhi perintah_Nya yang tersirat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, memperindah agama_Nya dengan sikap dan amalan yang kita lakukan.

               Ukhty, ada apa denganmu !, tak pernah ada kabar darimu, akupun sudah melupakanmu, sedikitpun tak pernah kuingat sosokmu yang pernah ada dalam hidupku, kita dipertemukan oleh Allah pada sebuah mata kuliah Agronomi, kita bersatu dalam satu kelompok praktikum lapangan tanaman, engkau adalah juniorku difakultas namun beda program studi meski demikian, kita tak ada jarak dan batas antara senior dan junior. Usai praktikum, kita sudah tak sering bertemu lagi, hanya sekali kita berjumpa dijalan ataupun diMushollah, jika ada kesempatan sesekali aku mengirim pesan atau engkau yang mengirim pesan padaku, bertanya kabar dan kegiatan.

               Ukhty, ma’af, mungkin aku yang salah karena tidak mengingatmu, sejak diriku disibukkan dengan tugas akhir, akupun sulit untuk menyapa teman-teman yang tidak menyapaku terlebih dahulu, ditambah Hpku yang kurang baik, sehingga nomor HP yang tercantum didalamnya hilang tak berjejak, seakan tidak mengizinkanku untuk terus mengingatmu.

               Ukhty, hari ini 13 November 2012 sekitar pukul 13.00 WITA, aku jumpa lagi denganmu, engkau yang menyapaku terlebih dahulu, jika engkau tak menegurku mungkin kita tidak akan pernah saling mengenal dan saling menyapa, sungguh aku, bukanlah sahabat yang baik, yang tidak mengenali dirimu, aku sungguh bahagia, engkau selalu mengenalku, bagaimanapun gayaku dalam melangkah. Dengan sebutan sayangmu padaku “kakak neni”, hari ini engkau menegurku lagi, sejenak aku diam dan mengamati, dan bertanya sesaat dalam hati “sapa yach”, dengan cepat engkau berkata, kak “aku……..’(ma’af, aku tidak menyebutkan namanya), aku baru sadar, ternyata dialah ukhty yang dahulu pernah hadir dalam kisah hidupku.

               Ukhty, dengan hati merasa sedih dan kecewa, kutatap dirimu dengan penuh keyakinan, apakah betul engkau yang ada dihadapunku, aku berharap itu bukan dirimu, aku tidak mahu menerima kenyataan bahwa yang dihadapanku itu adalah engkau yang dulu kukenal, engkau yang dulu ramah padaku, engkau yang dulu hadir menghiasi hidupku, darimu pula aku pernah belajar menjalani kehidupan ini. aku tidak mahu ukhty, itu pasti bukan dirimu, itu bukan engkau, bukan.

               Ukhty, masih dengan rasa percaya dan tidak percaya, kusambut sapaanmu hari ini, kusambut dan kuraih tanganmu, kujemput jemarimu, kueratkan kejemariku, agar aku mampu menerima takdir hari ini, takdir bahwa Allah telah memilih tahun ini, bulan ini, pekan ini, hari ini, jam ini dan detik ini, aku berjumpa denganmu, dibawah sebuah pohon, ditempat parkir motor yang berada dibelakang gedung perpustakaan kampus kita, tak kuhiraukan orang lalu lalang dihadapan kita, kupegang erat jemariku agar tak lepas lagi, kutanyakan kabarmu, tanya ini tanya itu, rasanya tak ingin sedikitpun kehilangan cerita tentangmu selama engkau menghilang tanpa kabar.

               Ukhty, percakapan diparkiran belum juga mampu memberi penjelasan pada rasa penasaranku padamu, kuajak engkau menepih di dinding sebuah ruangan agar tak semakin ramai orang mendengar hasil percakapan kita, namun hari ini tujuan kita sama, engkau ingin kekantor pos untuk membayar cicilan sepeda motor, akupun juga ingin membayar cicilan motor, meski aku sudah beranjak dari kantor pos karena sedang off line, tapi engkau tak ingin menyerah, engkau menyajakku mampi lagi ke kanto pos, akupun ikut karena aku masih butuh penjelasan tentangmu.

               Ukhty, Alhamdulillah, jika kantor pos tadi tidak sedang off line saat pertama aku pergi, mungkin aku tidak akan pernah berjumpa padamu ditempat itu, entah kapan lagi aku bisa mengetahui kabarmu. Kita melangkah bersama, membayar cicilan motor meski masih sedang off, tapi kami menitipkan uang serta bukti pembayaran, dan mengambil tanda terima dari bapak penjaga, insyaAllah bisa dipercaya.

               Ukhty, aku tak ingin lagi engkau menghilang tanpa kabar, beri aku contac person yang bisa kugunakan untuk mengetahui kabarmu, hari ini pula aku kita saling menukar no. HP, semoga saja tidak hilang lagi agar aku mampu bersamamu kita saling mempererat ikatan jemari ini, jangan lepaskan lagi, kuingin merangkulmu agar engkau merangkulku pula.

               Ukhty sungguh aku sedih dan kecewa dengan dirimu yang sekarang, mana dirimu yang dulu, mengapa engkau berubah, berubah menjadi seperti ini, mana busana muslimah indahmu, mana hijabmu yang menutup hingga ke dada, mana rokmu yang begitu anggun, mana kaos kakimu yang melindungimu dari debu jalanan, engkau menyimpannya dimana, engkau mengasingkannya dimana, dimana ukhty, dimana ukhty, haruskah aku menangis dihadapanmu agar engkau tahu apa yang kurasa, haruskah aku teriak pada dunia untuk membalikkanmu seperti dahulu, haruskah aku mendaki gunung dan menyeberang samudera untuk mengambil indahnya busana itu.

               Ukhty, dengan alasan pertengkaran dengan keduaorangtua engkau rela merombak keindahanmu, dimana amanah dakwah yang selama ini engkau emban, dimana keindahan hijab engkau titipkan, karena cintamu kepada keduaorangtua engkau rela mengorbankan cintamu kepada Allah, engkau rela menghapus cinta Ilahi padamu. Berbakti kepada mereka, itu suatu kewajiban tapi jika sudah melanggar kewajiban kepada Allah, itu sungguh menyedihkan ukhty, engkau sendiri membawa orangtuamu kepintu jurang kenistaan, bukan kemuliaan.

               Ukhty, sungguh aku marah padamu, aku marah bukan untuk membencimu tapi aku marah karena melihat dirimu yang tak seindah dulu, aku marah engkau lemah menghadapi cobaan dan amarah keduaorangtuamu, engkau tahu bahwa Allah tak pernah memberi kita ujian atau cobaan diluar kemampuan kita, hanya engkau butuh sedikit kesabaran untuk meraih manisnya ujian itu.

               Ukhty, engkau berkata, busana indah itu masih tesimpan rapi di rumahmu, engkau berkata, engkau tak suka dengan busanamu yang sekarang, namun engkau menunggu setelah menikah engkau akan menggunakannya lagi tapi mengapa engkau harus menunggu hal itu, hal yang tak tahu kepastiannya, entah kapan dan entah berapa lama lagi. Aku hanya mampu berdo’a saat ini, semoga Allah segera membukakan pintu hidayah_Nya buatmu.

27 thoughts on “Ukhty, Raih Jemariku Kuraih Jemarimu

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni yang manis…

    Umi mencatat sebagai yang pertama di sini, biar senang hati Umi dan Neni.😀
    Umi baca dulu kerana panjangnya curhat yang dilampirkan.
    Nanti Umi mencoret lagi. Bimbang koneksi Umi meragam lagi.
    Sabar ya….😉

    Salam sayang dari Umi.😀

    • Wa alaikum salam wr. wb.
      Alhamdulillah, umiku mampir dngn sebuah senyuman, neni senang dan bahagia😉

      iya tak mengapa, neni akan menunggu hingga koneksi umi baik lagi,

      salam sayng jg buat umi🙂

      • Subhanallah, indahnya persaudaraan kerana islam…ktika tak hadir, sentiasa dirindu, bahkan ktika ada..pun, sentiasa saling ingetken pada kebaikan dan kesabaran….

        ^bak Pelangi, datang sebentar lalu pergi….
        bukan uvi tak suka indah warnanya….
        tapi,…. karena kerinduan setelahnya….^

        • Alhamdulillah, akhirnya dirimu nongol jg dik🙂
          eehh…tapi ko’ ngk beri salam sich, masuk rumah, mmhhh…. awas ntr umi marah loh, cepat beri salam dulu baru masuk,🙂

          iya, kehadiran orang2 yang disayangi akan selalu dirindu terlebih jika antara kita sudah merasa saling memiliki dan saling membutuhkan, seperti aku, ummi, dan dek uvi …. teletubbies….
          sering2 mampir yach dirumah kakak dan ummi,jangn menghilang tanpa jejak lagi

          salam ukhuwah selalu buat dek vi

          • Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

            Alhamdulillah, Uvi juga sudah berkunjung kemari ya. Bertambah bahagia hati Umi saat anak-anak Umi sudah menyatu kembali. Mudahan Uvi tidak menghilang lagi.

            Hmmm… kok kita bertiga ini diibaratkan teletubbies pulak. Ini ide siapa nih ! pasti si Neni. kalau jadi teletubbies Umi mahu yang warna Kuning lho. hehhee, manja sekali si kuning itu dengan mata yang bulat bundar.😀

            *************

            Membaca curhat Neni di atas, hati Umi jadi tersentuh kerana sangat ramai muslimah yang sudah berubah dari baik menjadi sebaliknya gara-gara dihimpit kehidupan yang menekan perasaan.

            Sedangkan jika kita fahami dan hayati lebih mendalam, setiap ujian hidup yang melanda kita semuanya datang dari Allah dan sepatutnya kita semakin dekat dengan Allah bukan menjauhi-NYA.

            Mudahan kita bisa mengambil pengajaran dari kekecewaan orang lain supaya kita tidak menuruti hawa nafsu sehingga iman disingkirkan. Ya Allah ampuni kami dan beri petunjuk kepada kami untuk menjadi kuat dalam menghadapi segala tribulasi dan tantangan hidup ini. Aamiin.

            Salam sayang dan rindu selalu dari Umi buat Neni juga Uvi yang jauh di sana. 😀😀

            • Alhamdulillah, ummi, uvi dan neni dapt berkumpul lagi seperti dahulu, senangka dunia ini, ramainya dunia ini, dan indahnya persaudaraan ini🙂

              teringat aj kisah tetubbies yang ramai saat kumpul,

              iya ummi, neni sngat sedih saat melihat beberapa teman tdk mampu mempertahankan hijab yang telah mereka gunakan, hanya hal sepele saja mereka dengan mudah merombak indah busana muslimah,
              semoga neni dan para muslimah lainnya, mampu istiqomah kedepannya, do’akan aku yach ummi, semoga ummi juga demikian, amin ya Rabb….

              salam sayang dan rindu selalu dari neni buat ummi dan uvi….

          • assalamu’alaykum….(iya kak, lupa…cz, perasaan sewaktu beri koment ini, uvi sedang chat ma kakak…)

            subhanallah, kmaren2 tu..bukan kerana ga ada sebab, sehingga lama tak kunjung ke laman kakak, juga laman ummi…uvi harap kakak maklum lah…

            • wa alaikum salam wr. wb. anak pintar🙂
              iya, dah paham sekarang sebab akibatnya, kan dah dijelaskan kemarin🙂

              kakak sedihnya sj lihat ummi nangis2 tak dapat sapa dr uvi,😉

              sukses selalu buat kegiatannya

              • assalamu’alaykum, syukron udah maklumkan ketidak hadiran uvi di laman ummi juga kakak….

                amien, semoga Allah sentiasa berikan kemudahan dan keberkahan pada setiap aktifitas dan kegiatan kita..amien..amien…

                alhamdulillah, uvi dah sempatkan tuk silaturahim ke laman ummi, juga tak lupa meminta maaf…wlopun itu, uvi rasa belum cukup, bahkan jauh dari rasa cukup kak…

                • Wa alaikum Salam Wr. Wb.
                  alhamdulillah, akhirnya Uvi dapat menyapa kami lagi setiap hari,

                  waahh.. halaman comentnya semakin mengecila aja, apa karena kurang makan yach🙂

                  Amiin, semoga segala aktivitas kita semua selalu mendapat Rahmat dan Barokah dari sang Ilahi

                  Alhamdulillah, ummi pasti sangat seneng karna kita dah ramai berkunjung kelamannya lagi, girang la hati ummi tuh, lompat-lompat melihat neni dan uvi bertandang terus😉

  2. Mampir kunjungan siang akibat mendung…
    ups ternyata mba neni salah mengetikan URL nya di wordpress (d) nya double..
    jadi saya baru bisa silaturahmi…

    salam dari banjarnegara
    jawa tengah

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni dan Uvi yang disayangi…

    Subhanallah walhamdulillah atas segala nikmat yang diberi kepada kita semua apabila sebuah kesatuan direstui lagi untuk kesekian kalinya dalam perjalanan hidup ini. Lihatlah betapa Allah telah menyatu kembali kita setelah melalui perpisahan dalam detik-detik lalu yang sulit kita bayangkan sebuah pertemuan di hari mendatang.

    Umi rasa terharu apabila Umi, Neni dan Uvi tidak pernah melupai antara satu sama lain. Memang benar, perpisahan itu sangat rumit sekali keadaannya. tetapi berkat doa dan hati kita masih Allah tautkan, maka tidak ada kata putus yang bisa merongkai silaturahmi ini kecuali dengan izin Allah jua.

    Masya Allah, Umi jadi terharu dan air mata ini bergenangan kerana punya anak-anak sebaik neni dan Uvi walaupun bukan Umi yang lahirkan. Mudahan Allah merestui persaudaraan kita di dunia hingga ke akhirat. Aamiin.😀

    Salam sayang dan rindu tanpa henti dari Umi untuk Neni di Makassar dan Uvi di Solo. 😀😀😀

    • wa’alaykumussalam warohmatulloohi wabarokaatuh…
      semoga Allah berikan kekekalan di atas jalan yang benar dalam menjalin persaudaraan ini…amien….

      tak usahlah genangkan air mata, kerana uvi tak sebaik yang ummi sebutkan, uvi hanya beberapa kali sapa ummi, sedangkan ummi sentiasa menunggu kedatangan uvi, afwan ummi…tolong maafkan nanda….

      salam balik tuk Ummiku sayang, dan kakakku ter….*piss, teruskan ndiri ya kak…*

    • Wa Alaikum Salam wr. wb.
      masyaAllah, ternyata ada coment umi yang belum neni balas yach, menurut perasaan neni, sudah semua neni balas, tapi ko’ di coment ini ngak sich, waaahh… hilang kemana pula balasan coment tuh, (kebingungan sendiri..🙂 )

      subhanallah, neni merasa senang dan bahagi, karena terjalinnya suatu hubungan ini, umi, uvi dan aku,.. kita singkat jadi (U2N = Umi, Uvi dan Neni ) gimana … ?🙂, biar umi yang jadi ketua, uvi jadi bos keamanan, dan neni jadi anak yang terlindungi, duuhh senangnya, dapat pengawal dua orang…🙂, alhamdulillah

      jika umi bergenang air mata, aku bergenang apa yach, bergenang air danau saja lah🙂

      salam sayang dan rindu juga buat umi dan buat adikku yang jahil… mmhh..

      hayooo uvi mahu cakap apa tuh… teerrr (tercantik yach) syukran katsiran dek uvi… 😉

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s