SAYUR TUMIS BUAT BAPAK


Masak buat Bapak adalah hal yang sulit untuk dilakukan, Bapak kadang menyakitkan hati kala ia tak menyukai masakan yang disajikan, jika hidangan tersebut berlebihan garam menurut dia jangan harap Bapak akan memakannya atau menghabiskan hidangan tersebut, Kami kadang bingung jika tiba waktunya untuk memasak, entah menu apa  yang baik dihidangkan buat Bapak, menu yang selalu sama di setiap jam makan dia tak suka, makanan yang tak hangat, juga tak ia sukai, jadi kami harus betul-betul memperhatikan jam makan dan jam masak untuk hidangan Bapak, agar masakan tak dingin saat dihidangkan, jika Bapak sudah lapar dan menu makanan belum juga masak, waaahhh… raut wajahnya sudah tak sedap dipandang, kami sudah tidak berani untuk berkata atau menatap mata Bapak. Jika hal tersebut terjadi, kadang ia berkata “kalian sudah tidak memperhatikan saya lagi” sungguh ungkapan Bapak tersebut membuat hati kami menangis dan sedih, mungkin begini sensitiflah hati orangtua jika sudah menginjak usia lanjut ditambah lagi keadaannya yang sakit. Bapak, Kami sayang engkau.

Niat Saya yang ingin menjaga dan memperhatikan keduaorangtua terkabul oleh Allah SWT, karena Saya diberi kesempatan untuk bekerja di kampung halaman sendiri. Saat berada di Rumah, Sayalah yang diberi tugas untuk terus memperhatikan kondisi dan keperluan Bapak, dari pagi hingga pagi lagi, Saya terus berusaha memberi perhatian penuh untuknya jika Saya tidak sibuk dengan kerjaan. Hidangan makan siang dan malam, mencucikan pakaian, memandikannya serta membantunya untuk berwudhu, dan keperluan lainnya yang berhubungan dengan Bapak.

Selera antara aku dan Bapak tidak jauh berbeda, saya kurang menyukai makanan yang agak asin, Bapakpun demikian sehingga saudara-saudaraku menyuruh Saya untuk terus memasak Buat beliau, masakan andalan Saya adalah tumis-tumisan, tumis kangkung, tumis pakis, dan beberapa jenis sayur lainnya, dan tidak lupa bumbu andalan yaitu Bawang merah dan bawang putih, karena Bapak memiliki tekanan darah yang tidak stabil dan selalu tinggi, Saya selalu memberikan lebih banyak Bawang putih, kakak kadang menertawai saya jika sedang membuat tumisan sayur karena penggunaan bawang yang begitu banyak..heheh.

Keluarga heran dan kaget saat saya menumis sayuran pakis, baru kali ini ada terobosan baru untuk tumisan sayur pakis, biasanya dikeluarga kami, pakis hanya direbus atau disiram air panas  lalu dicampur dengan kelapa parut yang disangrai, diberi bumbu serta perasan jeruk. Namun, berbeda dengan resep Saya. Karena Kebiasaan membuat sayur tumis, maka kakak selalu berkata “bapak rindu dengan sayur tumis kamu” jika Saya tak di kampung halaman untuk memasak buat beliau.

Senang hati ini, saat diri mampu menyediakan hidangan buat beliau, terutama saat masakan yang saya buat disukai dan dihabiskan oleh Bapak, Bahagia rasanya. Bumerang yang dulu melekat, takut memasak buat beliau karena tidak tahu selera dan keinginannya, kini berubah saat diri mampu menaklukkan hati Bapak dengan menu yang selalu Saya sajikan, meski hanya sederhana saja tapi dimasak dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang, semuanya menjadi istimewa, ditambah senyuman manis dan keikhlasan hati melayani kehendak beliau. I love papa, i love mom

Iklan

6 thoughts on “SAYUR TUMIS BUAT BAPAK

  1. Yang sabar ya mbak dalam merawat bapak. saya jadi teringat almarhumah ibu, Dulu juga agak sulit kalau soal menu masakan, walaupun yg disukainya juga hal2 yang simpel sebetulnya. Tapi dasarnya adalah org tua ingin perhatian dr anak-anaknya. Banyak rasa kuatir dalam hatinya, jadi yg keluar ekspresinya bermacam2.

    Tumis daun pakis saya juga belum pernah buat tuh… paling2 digulai seperti yg utk lontong sayur padang…

    Salam kenal dari Jakarta.

    • iya mbak, merawat keduaorangtua itu lebih sulit dipahami dibanding merawat baby, kadang keinginannya berbanding terbalik dngn keinginan kita 🙂

      oke..salam balik dan salam hangat selalu buat mbak niken

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

    Alhamdulillah, Umi punya anak yang sangat baik dan perihatin dengan orang tua. Umi juga berharap anak-anak Umi akan berbuat yang sama macam Neni. Cuma Umi tidak cerewet dengan makanan kerana Umi senang berpuasa..hehehe

    Memang susah menjaga orang tua kerana mereka sangat sensitif sekali perasaannya. Mudah tercalar dan jangan meninggi suara kepada mereka. Mudahan segala susah payah neni berbalas kebiakan dari Allah secara berganda.

    Insya Allah, jika kita baik kepada orang tua maka anak-anak kita juga akan baik kepada kita. Malah Allah akan banyakkan rezeki dalam hidup kita kerana selalu didoakan oleh mereka.

    Semoga Neni dan keluarga bersabar menjaga bapak dan Mama.

    Hmmm… umi juga suka sambal tumis kang-kung dan sayur pakis. Kedua sayuran ini bagus untuk membanyakkan darah.

    Salam sayang dan rindu dari Umi yang jauh. 😀 😀

    • Wa alaikum salam wr. wb.. eh ada umi, msuk umi, neni dah masak buat 🙂
      iya ummi, semoga apa yang neni lakukan buat mereka, mampu meredahkan ego yang tersisa dan mereka merasakan kehangatan cinta dan kasih sayng dari anak-anaknya yang selalu sayang pada mereka, meski kami kadang membuat mereka marah juga karna perbedaan pendapat dan keinginan :), nenipun kadang tak mahu kalah jika menurut neni itu sudah keputusan yang tidak bisa diganggu gulat :), ma… pa… ma’afkan anakmu ini yach 😉

      salam sayng dan rindu juga buat umiku yang jauh 🙂 🙂

  3. Subhanallah… Berusaha sebaik mungkin demi menyenangkan hati orang tua ya…
    Jadi ingan salah seorang teman saya yang setiap kali harus menyiapkan 3 hidangan berbeda. Satu untuk bapaknya, satu untuk suaminya dan satu lagi untuk dirinya. Betapa repotnya. Tapi dia pasrah saja, karena tidak ada kesamaan selera…

    • :), iya kak, alhamdulillah neni tidak serepot teman kakak itu, neni hanya menyiapkan hidangan satu jenis, tapi hidangannya harus hanga…. 🙂 salam hangat kak, terima kasih telah berkunjung

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s