Wanita engkau begitu indah


Saat itu, saya kerumah tante atau lebih tepatnya lagi kamar kost adik dari mama saya. Aduuuhhh…. jadi lupa urusan apa yang membuat saya untuk melangkah kesana, yang jelas sangat penting sehingga saya harus beranjak untuk bertamu kerumah tante… hehe

Hanya sekejap saja saya bertamu kesana, selesai urusan langsung balik ke rumah, ada satu hal yang sangat mengiris hati saya, saat ingin beranjak pergi dan segera melaju dengan teman setia yaitu motor matic beat hitam ..hehe, sekitar 4 langkah dari pintu kamar kost tante, tiba-tiba saya melihat seorang ibu sedang mencari ibu kost kontrakan tersebut, ia bertanya pada saya. waaahhh… mana saya tahu, saya kesini hanya berkenalan dengan kamar kost tante saja. hehe

Ibu tersebut datang menyapa, kita liat ibu kost !, sambil tersenyum saya berkata : tidak tahu bu’, tak lama kemudian ternyata ibu kost berada di dalam salah satu ruangan yang ada di kontrakan tersebut, ibu tersebut segera menghampiri dia dan menitipkan sebuah pesan kepada ibu kost, “ ibu, saya titip anak saya”. Sungguh ibu tersebut sangat menyayangi anaknya. Kamar kost anak Ibu tersebut terletak di lantai 2, kontrakan tersebut khusus untuk wanita.

Saat ibu tersebut berpamitan dengan pemilik kontrakan, tiba-tiba anaknya berteriak, mama……. mama….. mama…… dengan nada yang agak keras, dia mengira mamanya telah jauh dari rumah kontrakan, ibu tersebut segera menjawab sapaan anaknya, iya…., ternyata ada barang yang hampir saja ketinggalan, anak tersebut lalu turun menghampiri mamanya untuk segera menyerahkan barang tersebut, tiba-tiba mataku tertuju ke arah anak tersebut. Yaaaaahhhh…. itulah diriku yang kadang tak ingin melewati jika ada hal menarik, apalagi hal tersebut dapat memberikan suatu manfaat buat intropeksi diri, hehe.

Astagfirullah, na’udzubillah minzaliq, saya jadi terkejut dan merasa miris hati ini melihat tingkah seorang anak di hadapan ibunya… eeeiiittzzz… jangan mikir macam-macam dulu.. hehe, mungkin sebagian dari kita menganggap hal semacam ini hanya biasa saja tapi buat saya secara pribadi, ini adalah hal sangat luar biasa dan tak bisa saya terima. Waaahhh….. neni, ko’ jadi gini sich, emang lo emaknya, iya sich bukan aku mamanya tapi kan aku juga calon mama, jadi serius gini ngomongnya. Hehe.

Iya nich, jadi ikut prihatin aku melihat ibu tersebut yang sangat menyayangi anaknya, apa iya !, sikap kita sebagai anak membalas jasa seorang ibu/orangtua dengan tingkah laku dan sikap yang tak bermoral, inikah balasan yang kita beri kepada mereka sebagai seorang anak.

Adduuuhh…. neni, emang anak tersebut kenapa sich !, hehe, iya dech, sabar dong, sabar itu sifat yang mulia 😉

Gini, saat dia mengetahui bahwa ibunya masih ada dekat kamar kostnya, dia segera menghampiri ibunya, sambil berteriak mama…mama..mama, ada barang yang ketinggalan, turunlah anak tersebut hingga berada di lantai 1 dan pandangan mata saya lalu tertuju pada dirinya. Aku lalu menoleh dan melihatnya, anak tersebut dengan tergesa-gesa menyerahkan barang kepada tantenya, dan meminta tolong untuk diberikan kepada mamanya.

Tante, tolong, ini punya mama, saya tidak memakai baju.. eitz.. jangan pikir hal aneh dulu yach, hehe, dia hanya memakai pakaian dalaman tanpa menggunakan pakaian yang menutupi seluruh auratnya, kutatap anak tersebut dengan pandangan penuh rasa kesal lalu dia mengalihkan pandangannya dan segera beranjak pergi dari hadapanku, meski di zaman sekarang hal tersebut sudah tidak aneh lagi dikalangan masyarakat yang telah terkontaminasi. Namun, sebagai seorang anak yang merantau ke kota orang untuk menuntut ilmu. Apakah wajar kita bertingkah laku demikian dihadapan seorang ibu. Bagaimana perasaannya jika ia tak mampu menerima tingkah laku kita yang tidak sopan dan tidak bermoral. Memikirkan anaknya yang akan bertingkah laku dan berpakaian tidak layak di khalayak ramai/umum, memamerkan auratnya dan memasarkan bentuk tubuhnya kepada khalayak ramai sehingga seluruh pandangan orang-orang tertuju padanya dan dapat menimbulkan fitnah buat dirinya sendiri. Meski tangisan hati tak terukir pada tetesan airmata ibu tersebut, namun saya mampu merasakan betapa sedih hati ibu tersebut, sebagai orang yang hanya melihat sepintas saja dan tak memiliki hubungan apapun pada mereka, hal tersebut mengiris hati saya.

Sungguh, sangat memprihatinkan jika harus berjumpa dengan para wanita-wanita gaul saat ini, ngakunya gaul tapi apa ini yang dinamakan gaul……………. apa ini yang dinamakan suatu perubahan yang akan merusak moral dan harga diri kita sebagai seorang wanita, dimana letak harga diri jika telah ternoda oleh kemunafikan dunia, dimana lagi bentuk kasih sayang kita kepada seorang ibu/ayah yang telah bersusah payah memperjuangkan diri kita agar hidup dengan layak dan tidak kekurangan apapun, demi kebahagian kita mereka rela berkorban.

Masihkah kita mencintai diri kita yang begitu berharga dan begitu indah, kita diciptakan begitu sempurna oleh Allah, dimana letak pertanggungjawaban kita kepada Allah. Allah meminjamkan tubuh ini, Allah meminjamkan jasad ini untuk dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Merawat dan memperindah pinjaman Allah, bukan berarti kita harus memodifikasinya sesuka hati kita, bukan berarti kita harus mengubahnya sesuai keinginan kita. Rawatlah tubuh kita karena kita adalah makhluk yang terindah di dunia ini, duhai wanita engkau begitu berharga, hargailah dirimu agar engkau dihargai.

Kebanggaan apa yang akan kita bawa kehadapan Allah, orangtua, serta karib kerabat jika tingkah laku kita “berpakaian tapi telanjang”, apa ini suatu kehormatan, suatu kebanggaan atau akan menjadi suatu malapetaka buat diri kita !. Pengikisan aqidah yang terjadi dikalangan remaja, tak tahu lagi membedakan hal yang baik dan hal yang tidak baik, kadang yang tidak baik dikatakan baik dan yang baik dikatakan tidak baik.

“Jika badan sakit, maka makan dan minum sulit untuk tertelan, demikian pula hati jika telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehatpun susah untuk memasukinya”

(Malik Bin Dinar)

Mari kita saling merangkul erat duhai para wanita, tuntun langkah kita untuk menemukan hidayah Allah dan perkuat persaudaraan untuk mempertahankan keistiqomahan, kita tidak mampu mengubah jika hanya terus mengoceh dan terus mengoceh, tebarkan cinta dan kasih sayang kita buat para muslimah. Peluk erat indahnya suatu ukhuwah islamiyah.

Keindahan diri kita bukanlah milik semua orang, marilah kita belajar menjaga tubuh pinjaman ini, suatu saat pemiliknya akan datang dan memintanya kembali, jika saat itu tiba tidak akan ada lagi suatu kesempatan, detik itu adalah akhir suatu kesempatan, itulah detik terakhir saat kematian hadir untuk menjemput jasad kita.

Saatnya untuk menangis, menangisi segala bentuk kesalahan dan kelalaian, merenungi nasib yang telah berlalu dihari kemarin, bertobat dan terus berusaha menjaga keistiqomahan yang telah menghampiri, bukan saatnya lagi kita berkata “saya belum siap, saya belum mendapatkan hidayah, Allah belum menunjukkan jalan_Nya, dan berbagai macam alasan yang tak berarti”.

Tidak pantas kita berkata demikian dan menyalahkan Allah, Allah begitu Pemurah, penyayang dan selalu membuka pintu hidayah_Nya, selalu membuka pintu taubat_Nya kepada hamba_Nya yang datang kepada_Nya, tak kenal lelah, Ia selalu mengharapkan kedatangan kita, datang bersimpuh dan meratap, meraih cinta kasih_Nya, tak ada batas waktu untuk selalu bersama_Nya.

Iklan

6 thoughts on “Wanita engkau begitu indah

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, sayang nanda Neni…

    Umi hadir menjengok setelah berusaha sekian kali akhirnya berjaya juga menembusi tembok kukuh ke blog Neni.

    Rindu sekali Umi pada Neni.
    Nanti Umi hadir lagi kerana sekarang masih sibuk dengan kerjaannya.

    Salam sayang, rindu dan peluk hangat dari Umi.
    😀 😀

  2. Ohya, saya singgah lagi kemari ya, Mbak, untuk mengabarkan kalau saya sekarang sedang mengadakan giveaway betapa senangnya ngeblog. Ikutan ya, Mbak. Info selengkapnya silakan dilihat di blog saya. Makasih….

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, sayang anak Umi..

    Ya Allah……
    Perkayalah anakku ini dengan keilmuan
    Hiasi hatinya dengan kesabaran
    Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
    Perindalah fisiknya dengan kesehatan
    Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
    Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
    Marhaban Ya Ramadhan…
    Mohon maaf lahir dan bathin….

    Selamat berpuasa dan berbuka juga, Neni
    Umi doakan Neni sihat dan mama dan bapaknya juga dan sekalian keluarga Neni di sana.

    Salam sayang dan rindu selalu dari Umi yang jauh. 😀

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, sayang Neni…

    Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini.
    Kemenangan akan kita gapai
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
    Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
    Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT

    Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
    Umi mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
    Semoga ALLAH selalu membimbing kita bersama di jalan-NYA

    SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
    Salam rindu dan sayang selalu dari bunda 😀

    Kapan mahu update blog ini. Sepiiiiiiiiiiiiii sekali. Ayuuuh… menulis semula Neni sayang. Umi selalu menunggu tulisan barunya. Love you always.

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s