SARJANA PENDAMPING


           

          Jam  HP menunjukkan pukul 16 lewat beberapa menit, HP berdering dan panggilan masuk dari seorang teman kuliah, dalam hati, saya bertanya ada apa dia menelpon tidak biasanya, kuangkat dan pembicaraanpun segera dimulai, dia lalu bertanya saya sedang berada dimana dan sedang sibuk memiliki kegiatan apa !, lalu kujawab sedang tidak ada kegiatan dan sekarang lagi berada di rumah tante untuk membantu menyelesaikan data penyusun tesisnya.

            Saya baru saja mengikuti sebuah tes di gedung PKP (pusat kegiatan penelitian ) Universitas Hasanuddin, dan masih membutuhkan sekitar 10 orang, coba kamu kesana untuk tes dan kegiatan tersebut dilakukan dikampung halaman kamu sendiri Luwu Timur, awalnya saya ragu dan malas untuk pergi, sudah sore dan apa mungkin dapat diterima lagi tanpa harus membawa berkas lamaran dan lain sebagainya.

            Adik dari ibu atau biasa disebut tante, menyarankan saya untuk segera pergi dan mengikuti tes tersebut, saya lalu bergegas dan bersiap-siap untuk segera melaju ketempat tujuan, kebetulan kamar kost tante dan kampus lumayan berdekatan hanya butuh waktu sekitar 10 menit.

            Dengan keadaan yang masih bimbang dan bingung, saya pergi tanpa mengetahui jenis kegiatan dan tujuan dari penerimaan tersebut, tanpa bertanya panjang kali lebar kepada teman untuk menjelaskan kegiatan apa yang akan dilakukan jika diterima. Motor segera saya parkir ditempat parkiran dan melangkah masuk kegedung tersebut, karena tidak mengetahui letak persis dari tempat ujian, saya bertanya kepada salah seorang Bapak yang kebetulan berada dihadapan saya tempo hari, dia lalu menunjukkan arah tempat tes.

            Arah sebelah kanan setelah masuk pintu, saya lalu memutar arah dan segera keruangan tersebut, didepan ruangan saya mendapati beberapa alumni yang berminat dibidang tersebut, saya lalu bertanya kepada panitia, apa masih bisa untuk mendaftar, dan saya diberi sebuah lembaran isian untuk segera dilengkapi dengan jawaban, pengisian lembaran soal saya kerjakan di Mushollah, tidak lama kemudian panitia datang untuk segera memanggil saya masuk wawancara kepada seorang prof. yaitu ketua proyek dari kegiatan tersebut.

            Tanpa basah basi yang panjang, dia lalu memberi intruksi tentang jenis kegiatan dan membagikan kedalam kelompok, kelompok terdiri dari kakao, padi, jagung, lada, rumput laut, sedangkan saya masuk kategori padi, dan tugas saya adalah mendampingi petani disuatu daerah/desa tempat yang akan ditunjukkan.

            Senang bercampur kegelisahan, ada beberapa pertimbangan yang membuat saya ragu menerima hal ini, sepanjang perjalanan, saya terus tersenyum dan tersenyum, begitulah saya jika hati senang ( hehe), meski dibibir tersenyum tapi dihati bimbang, apa ini adalah rejeki yang telah Allah tetapkan buatku, apa ini adalah do’a yang selama ini saya panjatkan, apa ini adalah suatu pertolongan dari Allah, jawaban tak bisa kutaksir dengan sempurna, kuyakinkan hatiku agar ia tetap tegar dan tidak bimbang dalam mengambil suatu keputusan, saya adalah orang yang akan selalu berusaha untuk tidak menyesali suatu keputusan.

            Setiba dirumah tante, saya mengabari kabar gembira ini, diapun mendukung dan penuh semangat untuk menyuruh saya mengisi waktu luang dengan kegiatan pendamping ini. Perjalanan menuju kerumah, di Jalan saya masih terus berpikir dan berpikir, ya Allah apa hal ini baik saya terima atau tidak !, rumah semakin dekat, saya masih tetap saja tersenyum manis dan segera melangkah masuk kedalam rumah, saya sampaikan kepada adik bahwa saya diterima kerja dan akan berangkat pada hari Senin 13 Februari 2012 pekan depan. saya tes pada hari Kamis tanggal 9 Februari 2012. Adik lalu berkata waaaahhh pergi kampus ko’ cari kerja..  hehe… dengan suasana hati yang masih diselimuti kesenangan, lalu saya memberitahukan kepada mama diapun mendukung saya untuk ikut, dan ternyata Bapak ikut mendegar kabar itu tanpa kata menantang dengan senang diapun mendukung juga.

            Meski semua orang yang saya kabari mendukung kepergian saya, dalam hati saya masih was-was dan penuh dengan kewaspadaan, ada beberapa hal yang membuat saya bimbang, kedatangan Bapak dan mama ke kota Makassar adalah suatu permintaan dari saya untuk merawat Bapak hingga sembuh dan merawat mama agar tidak sakit-sakitan, itu adalah salah satu beban besar yang sulit bagi saya untuk mengambil keputusan dengan baik.

            Beberapa hari terlewatkan rasa was-was itu belum juga berlalu, setiap hari saya bertanya kepada Bapak, pak saya terima atau tidak kegiatan ini !, Bapak berkata terimalah, itu adalah suatu rejeki buatmu, jangan pernah disia-siakan, pengen rasanya menangis mendengar tuturan uraian kata itu dari mulut Bapak, Mamapun berkata demikian, tak henti mereka memberi dukungan yang meyakinkan hatiku.

            Pelatihan hari pertama segera dimulai, Sabtu 11 Februari 2012, rasa was-was itu belum juga berlalu, meski barang telah dikemas dan planing perencanaan telah ada, masih ada beberapa saat untuk segera membatalkan kontrak kerja, temanpun berkata apalagi yang tidak bisa meyakinkan untuk menerima kegiatan ini, kita sudah mengikuti pelatihan, ikut pelatihan berarti telah siap untuk pergi dan berjuang… hehe..

            Senin 13 Februari   2012, saya beranjak kekampus untuk tandatangan kontrak kerja, tapi menurut panitia, kontrak kerja nanti ditandatangani di lokasi Luwu Timur, yaaahhh jadi lemas, ettsss… sebelum pulang, daftar pembagian lokasi telah ditempel di papan informasi depan pintu ruangan Prof., Saya lalu membacanya dan mencari nama saya, ya Allah…. baru membaca lokasi penempatannya saya merasa tidak senang, karena jarak rumah dari lokasi tersebut sekitar 30 km, jika pulang pergi dari desa saya ketempat tersebut, agak jauh dan pasti melelahkan diperjalanan.

            Saya melobi panitia dan kakak sepupu untuk bertukar tempat tapi tak bisa, ya sudahlah saya terima saja, insyaAllah akan ada hikmah dibalik semua ini. Senin malam adalah jadwal pemberangkatan sekitar pukul 19.00 tapi mobil telat sekitar 30 menit karena ada beberapa anggota yang datang terlambat ketempat pemberangkatan. Dengan penuh keyakinan saya berangkat pergi dan meninggalkan kedua orangtua di Makassar, ya Allah semoga ini adalah sebuah keputusan yang bijak buatku dan masa depanku, buat kebahagiaan keduaorangtuaku… Amin ya Rabb…..

Bersambung

aku dan sejuta harapan akan terus bersama mengarungi laut kehidupan

membentang dari timur hingga barat, dari selatan hingga utara

bersama terus berjuang diroda kehidupan

Iklan

23 thoughts on “SARJANA PENDAMPING

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

    Alhamdulillah, ternyata lapangan padi menjadi tempat yang Allah tetapkan pada neni sejak azali lagi. Jika tidak mana mungkin keputusan itu sudah tercapai. 😀

    Umi bangga dengan Neni atas keyakinan walau berbelah bagi kerana beberapa alasan yang kadang kala keyakinan itu berpunca dari setan yang tidak mahu kita berbuat sesuatu yang berbuah ibadah.

    Teruskan usaha sambil belajar sambil bekerja. itukan pengalaman yang hebat untuk ditempuh sebagai satu kenangan indah pada masa depan.

    Semoga sukses dan niatkan yang baik, maka Allah akan selalu mudahkan kerjaan kita. Pasti Umi rindu tiada chat lagi di siang hari. Malam-malam kan kita sama-sama lelah… ngantuk terus….hehehe

    Iya, ngak apa kok kalau ceritanya bersambung. Bukankah hidup ini semuanya bersambung-sambung. 😉

    Salam sayang dan rindu selalu dari umi. 😀

    • Wa Alaikum Salam umiku sayang….

      Alhamdulillah umi, ini adalah pilihan terbaik yang Allah beri kepada neni,
      Alhamdulillah segala permintaan dan do’a yang neni panjatkan didengar oleh Allah SWT, sungguh bahagia hati neni disayang oleh Allah,
      Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih, disaat sulit, Allah selalu setia menemani, Disaat sedang lelah dan tak tahu harus berbuat apa, Allah selalu hadir untuk memberi semangat serta dukungan, melalui umi pula, Allah mengirimkan nikmat kasih sayang_Nya, umi adalah salah satu rejeki terindah yang Allah berikan dalam hidup neni, setiap nasehat dan perkataan yang keluar dari untaian kata-kata umi sangat berkesan dan meningkatkan semangat juang buat neni, Neni sangat bersyukur berjumpa dengan umi, meski tak pernah jumpa, suatu saat semoga keinginan ini termakbulkan oleh Allah, Amin ya Robb…

      insyaallah umi, semoga keistiqomahan selalu ada dalam hati neni dalam menjalani setiap rona kehidupan ini…

      umi, neni selalu kangen atas setiap ucapan dan nasehat dari umi,
      salam sayang dan rindu selalu buat umi
      neni akan usahakan untuk bisa chat disiang hari, pagi serta malam, seharian fuul bersama umi 🙂 😉

      • Assalaamu’alaikum wr.wb, neni sayang….

        Rindu sekali mahu menyapa Neni di maya, tetapi orangnya tiada. Sibuknya di dunia lapangan padi telah menyita waktu untuk Neni bisa berlama bersama Umi.

        Umi hanya bisa mendoakan kejayaan dan ketabahn Neni dalam belajar dan bekerja. Semoga sukses dan nanti membuat Umi berbangga dengan kerajinan Neni dalam meraih kejayaan.

        Jika sudah ada lowong waktunya, silakan aja sapa Umi yang selalu menanti dengan senyuman manis untuk Neni.

        Salam sayang dan rindu selalu dari Umi buat Neni yang jauh di mata, namun dekat di hati Umi. 😀 😀

        • wa alaikum salam umiku sayang…….

          neni hadir menyapa umi,
          insyaAllah, semoga kerjaan neni sekarang ini menjadi ladang ibadah dimata Allah ,
          sempat kemarin neni berputus asa karena kerjaan ini, pusing rasanya, capek rasanya
          alhamdulillah hari ini rasanya semangat lagi.. :);)
          miss umi
          makasih yach umiku sayang
          neni sayang umi

  2. Subhanallah, teup semangat kakakku…

    ^tiap usaha pastinya Allah kan brikan nilai yang tak kita duga,..harapannya..selalu berjalan dengan lancar dan menghasilkan yang terbaik….^ Allahu Akbar…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s