MAAF KUTAK SETIA YA ALLAH



Kuingin cinta_Mu hanya untukku, hanya untukku seorang tak ada yang lain, kuingin kasih_Mu hanya tercurahkan padaku, kuingin segalanya hanya untukku, apa aku terlalu egois dengan keinginanku ini !. sebagai hamba_Mu, sebagai makhluk ciptaan_Mu, itu adalah sikap egois yang terdapat dalam diriku yang hina ini dihadapan_Mu.

Aku sebagai hamba yang begitu banyak keinginan dan kemauan, kadang tak mensyukuri apa yang telah Engkau beri, apapun yang aku pinta Engkau selalu mengabulkannya, begitu setianya Engkau padaku meski begitu banyak cinta yang Engkau beri pada hamba-hamba_Mu selain diriku, tak pernah Engkau melupakanku, tak pernah Engkau meninggalkanku, Engkau selalu menjaga diriku, siang dan malam Engkau tak kenal lelah, sendiri dan ramai Engkau selalu menyertaiku, saat dikeramaikan aku tak peduli pada_Mu, saat sendiri aku baru ingat pada_Mu, saat bahagia dan susah Engkau tak pernah meninggalkanku, disaat bahagia hatiku berpaling dari_Mu, saat sedih aku baru datang mengharap belas kasih_Mu, ditengah malam yang sunyi Engkau setia menanti kehadiranku tapi tak kunjung diriku datang menyapa_Mu.

Permintaanku yang tak terhingga terbalas dengan cinta dan kasih_Mu yang tak terhingga pula, tapi adakah diri ini menyambut belas kasih_Mu yang begitu tak terhingga dalam hitungan aritmatika !, sedih hati ini, saat merenungi segala yang telah Engkau beri kepadaku, rasa kasih_Mu yang begitu besar tak bisa kubalas dengan sebaik-baiknya.

Pantaskah aku menangisi kesalahanku ini, pantaskah aku mengharap belas kasih_Mu lagi !, aku begitu malu pada_Mu, sungguh aku malu berjumpa dengan_Mu, apa yang bisa kuberi !, apa yang bisa kubanggakan !, sungguh aku tak tahu. Siapkah diri ini tuk datang menghadap_Mu, siapkah jiwa ini memenuhi panggilan_Mu, menjawab setiap pertanyaan yang akan Engkau beri. Sungguh aku tak siap, sungguh aku malu pada_Mu ya Allah.

Hanya dengan sekejap Engkau bisa mengabulkan segala permintaanku, Engkau titipkan diriku dari rahim seorang ibu yang sayang padaku, seorang ayah yang begitu mencintaiku, suadara-saudari yang selau menolongku. Engkau menciptakan lingkungan yang indah disekitarku, Engkau lahirkan diriku pada keluarga yang mengenal akan cinta_Mu. Adakah aku mensyukuri akan hal itu !, adakah aku menganggap bahwa semua itu adalah kuasa_Mu !. aku tak tahu ya Allah, aku tak tahu, tak bisa ku ukur dengan imajinasiku yang begitu rendah, tak kuasa aku mengukurnya.

Rasa tak bersyukurku, tak pernah membuat_Mu akan meninggalkanku, kurang syukurku tak pernah membuat_Mu tuk membiarkanku jatuh pada lubang nista, kupinta pada_Mu tuk menghadirkan seorang yang istimewa dihatiku, yang akan memperhatikanku setiap saat, menemaniku dikala sendiri, menghibur diriku dikala sedih, semua itu Engkau beri padaku. Engkau menghadirkan dia untukku, namun tak ada rasa tenang dalam hati, rasa cinta dan kasih sayang yang dia beri tak bisa membuat hatiku damai, perhatian darinya tak pantas kuterima, kupinta pada_Mu untuk menjauhkan dia dariku dan melupakannya, keinginanku Engkau kabulkan, begitu cepat Engkau mengusap hati ini untuk memberiku jalan menuju cinta_Mu. Lalu Engkau ganti dengan sejuta cinta baru. Adakah aku bersyukur akan hal ini !, (fa bi ayyi alai robbikuma tukadzibah).

Engkau menggantinya dengan hadirnya diriku dihalaqoh tarbiyah, liqo’, tahsin, majelis ilmu, pengajian, dimana yang ada adalah hamba-hamba_Mu yang ta’at. Kuhiasi diriku dengan hadirnya mereka disampingku, kuramaikan kesunyianku dengan canda tawa mereka, kuhilangkan penat yang membelenggu dihati dengan bercengkerama dengan mereka. Pintaku tuk bersama mereka telah Engkau kabulkan, cintaku pada_Mu sudah bertambah, kasihku pada_Mu semakin terasa dihati. Akankah semua itu sudah ikhlas kulakukan tuk membalas cinta_Mu !.

Aku tahu, aku adalah manusia, Engkau menciptakanku sebagai manusia biasa, saat kubaca kisah tentang Rasul_Mu Muhammad SAW, ada rasa cemburu dalam hati, rasa cemburu Engkau menjadikan ia sebagai kekasih_Mu, Engkau mengakui ia sebagai kekasih_Mu, didalam kitab_Mu, surat cinta_Mu Engkau mengatakan hal itu, Engkau mengakui akan hal itu. Pantaskah aku cemburu padanya !.

Tak ingin bersedih dalam larut, aku kuatkan niatku agar aku dapat meraih cinta_Mu yang lebih terhadapku, kulafalkan kitab_Mu, kuhafalkan isinya, kuhayati maknanya, tapi sungguh hal itu tak bisa kulakukan dengan baik, istiqomah dalam hatiku semakin hari selalu berganti, setiap saat berubah, rasanya tak ikhlas semuanya kulakukan, kadang ada rasa pamer dalam hati, sekuat hati tuk menghalaunya begitu sulit, kuingin ibadahku dan segala bentuk cintaku tuk meraih cinta_Mu hanya Engkau dan aku yang tahu.

Kau beri aku sebuah permainan, yaitu ”KESABARAN”, sungguh malu rasanya, permainan yang begitu sederhana tak mampu diri ini tuk melewatinya, kesabaran dalam menjalani hidup, kesabaran dalam menghadapi orang disekitar, kesabaran tuk menjadi sahabat dan teman terbaik, kesabaran tuk menjadi teman kantor yang hangat, sungguh aku tak mampu, meski mulut telah sabar tuk tidak berucap seperti burung beo namun hati tak mampu bersabar menerimanya, ada rasa yang mengganjalnya, ada batu dan kerikil tajam yang menghantamnya terasa begitu sakit. Apakah aku sanggup melewati sebuah permainan ini !, sebuah permintaan_Mu tuk membuktikan rasa cintaku pada_Mu !.

Sungguh, aku sering melupakan kehadiran_Mu, tak pernah Engkau bosan tuk menyapa disaat diri akan melupakan_Mu, ada begitu banyak cara Engkau menyapaku, tak pernah habis taktik yang akan Engkau hadirkan tuk meraih cintaku disaat aku melupakan_Mu !. menghadirkan segala bentuk masalah dan memberi solusi dari masalah tersebut, tak bisa diri melupakan saat Engkau menegurku dalam masalah kantor, ada begitu banyak kesalahan yang kuperbuat, menginput dengan tidak memperhatikan harga sehingga terjadi selisih, begitu bingung diri ini, kepala penat dengan segala masalah tersebut, ingin rasanya lari dan berteriak agar diri merasa lega, namun hal itu salah, lalu Engkau mengetuk hatiku untuk meminta pertolongan_Mu, Engkaupun datang menolongku dan menyelesaikan semua masalahku, semakin kuat diri ini menghadapi segala permainan yang akan Engkau beri. Hayo….. mari kita bermain . Ya Allah Engkau Maha pemurah.

Ya Allah, jangan pernah Engkau bosan menegur kekasih_Mu yang tak setia ini, sungguh aku ingin Engkau jadikan diriku adalah kekasih_Mu yang hanya menyembah_Mu, bisakah kuraih semua itu !, tunjukkan aku jalan_Mu. Saat berjumpa dengan_Mu hati ini tak bersama_Mu, saat mengucapkan nama_Mu hati ini kabur menorehkan_Nya, saat kudengar ucapan_Mu hanya sekejap ia berbekas, saat menuju tuk meraih cinta_Mu begitu berat langkah ini, ya Allah aku malu, sungguh aku malu mengaku sebagai kekasih_Mu, aku malu orang-orang menyebutku sebagai kekasih_Mu, apa yang pantas aku banggakan sebagai kekasih_Mu !, siapa aku ini, siapa diri ini yang begitu lancang mengaku sebagai kekasih_Mu, begitu beraninya diri mengaku padahal hati selalu selingkuh, hati selalu menduakan_Mu, hati selalu melupakan_Mu, selau mengucapkan hal tak Engkau sukai, melanggar segala yang Engkau nasehatkan. Ma’afkan aku ya Allah, telah menduakan cinta_Mu, tak setia pada_Mu, aku malu pada_Mu.

Iklan

23 thoughts on “MAAF KUTAK SETIA YA ALLAH

    • makasih mas akhmad, semoga kita selalu merenungi setiap perbuatan yang telah kita lakukan, dan dapat dijadikn sebagai postingan hidup ke masa depan yang lebih baik, insyaAllahh…

  1. Asslamualaikum..

    Tulisannya benar-benar mengingatkan saya..
    Semoga kita mampu menjadi insan yang lebih baik..

    amin..

    Saya berkunjung kembali, semoga berkenan yaaa 😉

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni di sayangi…

    Umi kembali menyapa Neni dalam kerinduaqn yang panjang. usah resah lagi ya, Nen. Ke mari kepada Umi untuk Umi sejukkan hati yang selalu merindukan Umi sekian lama ini. Umi juga kangen kok sama Neni. 😀

    Tersentuh membaca curhat di atas, sungguh halus sentuhan kalbu yang disingkap kepada Yang Maha Esa. Sebuah kecintaan abadi yang dinyatakan secara terus terang bahawa kelemahan manusia adalah memiliki banyak cinta hingga tidak tahu yang mana satu menjadi keutamaan. Semua itu juga tanda kebesaran Allah untuk membuktikan cinta-Nya sahaja yang agung dan abadi.

    Salam sayang dan rindu dari Umi buat anak Umi yang cantik dan solehah ini. Selamat tahun baru 2012 dan semoga selalu sukses.

    Love u always. 😀

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s