KAMI TETAPLAH PUTRA PUTRIMU


Bertahun-tahun engkau merawat dan membesarkan kami, membiayai hidup kami, segala kebutuhan kami, hingga sampai saat inipun perananmu dalam membiayai hidup kami tak pernah terhenti, tak henti engkau berharap pada Ilahi demi keselatamatan dan kebahagiaan kami, tak pernah engkau menyesali keberadaan kami, rasa syukurmu memiliki kami begitu dalam dan tak terlupakan dihatimu, meski kami terkadang bersikap tak sopan kepadamu, bagimu, kami adalah harta paling berharga yang tak ternilai harganya, yang tak dapat dibeli oleh uang, begitu indahnya keinginanmu pada kami, begitu besarnya harapanmu pada kami yaitu putra putrimu.

sebening hembusan embun pagi,

secerah mentari pagi,

air wudhu selalu membasahi,

ayat suci selalu berkumandang,

berdo’a untuk putra putrimu.

Buah hatimu kini telah tumbuh menjadi dewasa, tumbuh menjadi remaja yang sehat dan penuh dengan rasa haru bila engkau memandang kami, bila engkau melihat kami berada dan berkumpul pada istanamu, putra-putrimu satu persatu telah memilih kehidupannya masing-masing dan pilihan itu tak pernah engkau tentang, engkau selalu memberi dukungan dan memberi support serta menguatkan diri kami bahwa pilihan dan keputusan kami adalah yang terbaik. Meski kadang dihati kecilmu ada suatu keganjilan pasa keputusan kami, tapi engkau selalu berprasangka positif untuk menanggapi segala pilihan kami, tak pernah engkau mematahkan semangat kami pada setiap keputusan kami, engkau selalu berpesan agar kami bersabar dengan kehendak Ilahi, tak pantang menyerah pada kehidupan yang hanya sementara ini. Meski pendidikanmu tidak setinggi pendidikan anak-anakmu, tak pernah luput engkau menasehati kebaikan pada diri kami, tidak melupakan Allah SWT disetiap waktu, menjaga nama baik keluarga, tidak melanggar peraturan sang Kholiq, serta menjaga diri agar tak terjamah oleh orang-orang yang tak berakhlak.

Kami tetaplah putra-putrimu, meski kami semua akan menjadi pilihan orang lain, meski kami kelak akan mendapat gelar menjadi seorang istri/suami, ibu/bapak, nenek/kakek, tak ada batasan yang dapat memisahkan hubungan antara engkau dan kami, suatu harapan sering ananda dengar terucap dari bibir indahmu, bahwa engkau tak ingin pisah dari anak-anakmu, tak ingin jauh dari kami, engkau tak ingin kami meninggalkanmu, meski kelak kami menjadi pilihan buat orang lain, engkau selalu berpesan seusai menyelesaikan studi maka pulanglah kembali kekampung halaman untuk berkumpul bersama, tinggal bersama dan mejalani hidup sehari-hari bersama.

Saat itu

Kududuk disampingnya

Sambil menjaga anak kecil yang ada dipangkuanku

Lalu…..

Suara serak keluar dari bibirnya

Kualihkan wajahku

Kutatap wajahnya

Dengan penuh rasa sayang

Dan

Kelembutan

Dibalik benda yang melekat diwajahnya

Terlihat setetes air berada kelopak matanya

Oohhh…….

Ayah bunda

Sudah berapa banyak

Air yang menetes diwajahmu??

Demi

Anak cucumu…….

Iklan

13 thoughts on “KAMI TETAPLAH PUTRA PUTRIMU

  1. harapan orang tua saya juga agar satu-satunya yg tak boleh dilupakan adalah menghadap kepada sang Maha Hidup, Maha Segala-galanya.
    Tulisan ini semakin mengingatkanku pada sesosok ibu. Kami memang jauh, bertemu saja hanya setahun sekali ๐Ÿ˜ฆ
    salam

  2. saya bangga sama ortu saya, karena meskipun di usia saya yang sudah tidak remaja lagi, mereka tetep tak henti2nya untuk mengingatkan agar jangan pernah sekali-kali meninggalkan ibadah. Mereka selalu bertanya, sudah shalat belum, sudah ini belum, dsb sampai sekarang masih kaya gitu. dan saya mensyukurinya…

  3. subhanallah, tiada yang dapat balas jasa keduanya..melainkan Sang Pencipta….
    ^Robbighfirlanaa wa liwaalidiina warhamhum kamaa robbaunaa shighooroo…^
    *salah satu yang dapat berguna bagi keduanya hingga mereka wafat adalah, anak Sholih yang sentiasa mampu mendoakan keselamatan mereka…^

    Allahummaj’alnaa min zumrotihim…*Ya Allah jadikanlah kami dalam golongan mereka…amien

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang….

    Bunda kembali menyapa neni di maya.
    Semoga sehat dan sukses selalu.
    Demikianlah kasih sayang ibu bapa kepada anak-anaknya, selalu penuh ruah dan tidak berbelah bagi. Hidupnya untuk anak-anak dan kebahagiaan mereka.

    Mudahan Neni akan selalu berbakti kepada mereka walau berjauhan. Jauh bukan jarak yang memisahkan untuk selalu bertanya khabar berita. Bunda terharu membaca posting Neni ini. Ada gerimis yang mahu menjelma. Bunda pamit duluan ya sebelum ia jadi lautan… hehehe.

    Salam sayang dan rindu dari bunda di Sarikei, Sarawak. ๐Ÿ˜€

    • Wa Alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatuh umiku sayang.

      Alhamdulillah umi masih senantiasa datang menyempatkan diri tuk berkunjung dilaman ananda,

      semoga neni menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua dan menjadi anak sholeh dunia akhirat, mampu membahagiakan kedua orangtua neni,

      terimakasih atas do’anya yah umiku sayang, neni sayang umi selalu…

      miss umi…

    • salam kunjungan diterima baju tanah abang,

      insyaAllah, usaha dan do’a akan selalu menyertai ana,

      salam kenal balik buat baju tanah abang,
      neni senang dengan kedatangnnya..

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s