DEMI SEBUAH KEPINGAN


 

Kumelangkah dan mencari jejakmu, dimanakah engkau bersembunyi, dimanakah engkau berada, dimanakah Allah SWT menyimpanmu, hingga saat inipun aku tak menemukanmu, aku terus memohon pada Ilahi untuk dipertemukan denganmu, tapi sang Kholiq belum mengizinkanmu untuk menemuimu untuk berjumpa denganmu, meski kepingan ini telah resah dan lelah mencarimu, kukuatkan kepinganku agar diri mampu berdiri dan bersabar menanti kehadiranmu, tak luput diri berdo’a pada Ilahi, agar Dia selalu menjagamu, melindungimu disetiap langkahmu, disetiap detik waktu yang engkau lewati.

Diriku kini mempersiapkan diri untuk menjemput kedatanganmu, menguatkan kepingan ini untuk menerima keberadaanmu, karena aku tidak ingin engkau kecewa saat datang menjemputku, kuingin menjadi sempurna saat engkau datang padaku, aku yakinkan kepinganku bahwa dirimu kini telah menyiapkan diri sama seperti yang kulakukan, engkau tak ingin mengecewakan diriku saat engkau hadir dihadapanku, aku yakin pada Allah, hanya kepada Dia diriku mampu menitipmu, hanya Dia….

DERMAGA SUCI

Cintaku yang tercipta untukmu

Tulus dari hatiku

Tersimpan rapi didalam hatiku

Suatu saat akan kuukir didalam hatimu

Aku akan menyatukannya menjadi Satu

Dan

Tak akan terpisahkan

Hingga ajal menjemput

Cinta ini akan tetap teguh

Cinta ini akan kokoh

walau cobaan silih berganti

Cinta suci akan selalu terjaga

Biarlah waktu yang menentukan

kesatuan cinta ini

Cinta suci ini akan kuberikan padamu

Kuberikan saat dermaga suci

Hadir dihadapanku

yaitu

PERNIKAHAN

AmiN

(neni, 130609)

Keresahan ini , kuukir saat diri berada dirumah Allah, seusai sholat kuukir pena diatas kertas putih dan bersih, kutorehkan kata demi kata untuk mengungkapkan apa yang terasa dikepingan ini, kukuatkan kepingan ini agar bersabar menanti kepinganmu, agar tabah menunggu sebuah kepingan yang ada padamu, kubaca ayat suci al-Qur’a untuk menghibur kepinganku, kusirami ia dengan lantunan nasehat Ilahi, kujaga ia agar tak terjamah dengan kepingan yang tak bertanggunjawab, agar tak tersentuh disaat yang tak tepat, agar tak terjamah oleh kepingan yang lain. Apakah keresahan kepinganku, engkau merasakannya, bersabarlah untuk menjaga keresahan itu, kokohkan ia dengan keimananmu kepada Ilahi, jangan pernah engkau goyahkan oleh kenikmatan dunia yang begitu menggoda dan hanya bersifat sementara, semoga engkau dapat merasakan apa yang aku rasakan sekarang, semoga engkau dapat merasakan pesan kepinganku kepadamu. Sabarkanlah kepingan kita, agar bertemu diwaktu yang sudah sepantasnya, agar bertemu diwaktu yang Ilahi tentukan, sang Ilahi masih ingin memantapkan kepingan kita, Ilahi tidak ingin kita menomor duakan cinta_Nya, Dia ingin diatas cinta kita hanya ada Dia, marilah kita melakukan hal tersebut agar kita mendapat izin dari_Nya untuk mempertemukan sebuah kepingan yang ada dihati, agar bersatu menjadi sebuah kepingan yang saling indah, Allah menginginkan kepingan kita, agar benar-benar mantap dan matang dalam menjalani suatu hubungan yang terikat pada suatu hubungan yang bernama ” PERNIKAHAN”.

Aku memang tak tahu, engkau berada dimana kini, hanya Allah yang mengetahuinya, kutitip dirimu pada ilahi dan aku pula merasakan bahwa engkau berkata sama seperti apa yang kukatakn ”DIRIKU ENGKAU TITIP PADA ILAHI” .

  Bersatu dalam do’a

Berjalan terpisah oleh waktu dan ruang

tak ada sapa dan salam disetiap detik

terbingkai diri pada tempat yang berbeda

jauh tak berarti pisah

pisah tak berarti tak bersatu

bersatu hati dalam sebuah do’a

tercurah diakhir sujud yang panjang

(neni, 21 11 09)

Iklan

29 thoughts on “DEMI SEBUAH KEPINGAN

  1. menyentuh sekali mba…

    tenang mba, yakin pasti akan indah pada waktunya…
    masih banyak ko yang juga ngrasain hal yang sama…
    saya juga … 😀

    puisinya indah dan daleemm.. 🙂

    salaam

  2. Hehe tenang saja, setiap manusia kan sudah ditentukan jodohnya. Yang penting sabar saja 🙂
    Semoga dalam waktu dekat bakal dapet jodohnya 🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Neni sayang…

    Senyum manis terulkir di bibir Umi saat membaca keresahan yang berkelana di jiwamu, Neni. Semua insan merasai apa yang Neni rasai selagi hati yang kepingannya belum sempurna bentuknya.

    Mudahan kepingan yang ditemui itu, sekeping hati yang bisa menyatu indah dan membahagiakan. Semoga kepingannya ditemui dalam redha Allah.

    Salam sayang dari Umi buat Neni. Maaf ya, baru sempat kemari. Umi kangen sekali sama Neni. 😀

    • Wa Alaikum Salam Wr. WB.

      senyuman umi neni terima dengan senyuman yang manis pula, hehe..
      iya umi, pesan dan inspirasi umi adalah salah satu penguat hati ananda..

  4. Hmm…pasti semua orang yang belum menikah juga merasakan hal yang sama. Bersabar, berdoa dan perbaiki diri itu beberapa kuncinya.
    Ingatlah, laki laki yang baik, hanya untuk wanita yang baik pula, begitupun sebaliknya.
    Salam saya 😀

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s