LELAKI ITU…..


Lelaki itu……..

Lelaki itu, kebanggaanku. Dia panutan dihatiku, aku akan selalu mengingatnya dan tidak akan pernah melupakannya, sungguh berdosa diri ini jika aku menyakiti perasaannya, terlebih jika aku mengeluarkan setetes air dimatanya, dan semoga hal itu tidak akan terjadi, ya Allah ampunilah aku jika berbuat sesuatu yang tidak dia sukai.

Lelaki itu, selalu membuat hatiku bergetar, setiap aku menyentuhnya, membelainya, dan menatap wajahnya, kadang tak kuasa diri ini menahan rasa haru dalam hati saat kupandangi wajahnya, kuperhatikan dia mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, kuperhatikan setiap perubahan yang ada pada dirinya, ingin rasanya tiap saat ada didekatnya, ingin selalu bersamanya, apalagi disaat dia sedang sedih, susah, dan merasa kesepian, kuingin menjadi teman setianya untuk menghilangkan rasa sedih dan rasa sepi yang dia rasakan, mendengar setiap keluhannya.

Lelaki itu, saat kujabat tangannya, aku selalu meneteskan air mata, sekuat dan setegar diri ini menahannya tapi tidak sanggup, tidak kuasa untuk memegang dan merangkulnya lama, aku tidak ingin dia melihatku meneteskan air mata, aku tidak ingin kelihatan lemah dihadapannya, kuingin jadi wanita super buatnya, wanita yang akan menjadi kebanggaannya, ya Allah apakah aku dapat mewujudkan apa yang dia inginkan?.

Lelaki itu adalah kebanggaan dikeluargaku, dia adalah tulang punggung kehidupan kami, dia tidak pernah lelah untuk membahagiakan kami, mencari nafkah agar kami dapat bertahan hidup, tidak peduli susahnya rintangan yang menghadang, tidak ada kata putus asa dan menyerah dikamusnya, selama dia masih mampu untuk berusaha dia tidak akan menyerah.

Lelaki itu begitu tegas dan disiplin, dia tidak akan segan untuk menghukum aku jika berbuat salah, terutama jika aku tidak melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim, yaitu sholat dan mengaji, jika kami melanggar hal tersebut, tidak peduli aku bermain dimana, dia akan terus mencariku dan menyuruh untuk pergi melaksanakannya.

Sikapnya yang tegas dan terkenal sadis semasa aku masih kecil, ternyata dibalik semua itu ada berjuta-juta kelembutan yang tersembunyi dihatinya, tidak pernah aku sangka kalau sekarang dia menjadi lelaki yang selalu membuat hatiku resah dan selalu memikirkannya.

Lelaki itu adalah kekasih hati dari bundaku, seorang pangeran yang selalu berusaha untuk menggoreskan sejuta senyuman untuk bundaku dan untuk kami walau hidup tak semanis senyumannya.

Ada satu pesan masuk di inboxku, yang dikirimkan oleh seorang sahabat yang tidak tahu persis dimana tempat tinggalnya..hehe, pesan tersebut berisi tentang kasih sayang seorang Bapak dan Ibu, isi pesan tersebut adalah :

Tau tidak?

Kenapa tiap kita jauh dari orang tua kangennya selalu sama ibu!

mungkin karena ibu sering nanyain kabar kita,

tapi

tau tidak,

ayah yang selalu ingatin ibu untuk nelpn kita,

waktu kecil ayah ngajarin kita naik sepeda

ibu khawatir

tapi ayah/ibu yakin kita pasti bisa,

karena dimata ayah

kita bisa melakukan hal yang tidak kita yakini,

saat mulai kenal pacaran,

sebenarnya ayah melarang kita

karena ayah/ibu cemburu,

dia tidak mau saat kita remaja,

kita menghabiskan waktu dengan orang selain ayah/ibu.

Ayah/ibu masih ingin menjaga kita,

saat kita berhasil kelak,

ayah/ibulah orang pertama yang tepuk tangan untuk kita,

karena ayah/ibu bangga memiliki kita,

saat ayah/ibu melarang kita meminta sesuatu

sebenarnya hatinya tidak tega

tapi ayah/ibu harus tegas dihadapan kita,

saat kita punya keluarga,

ayah/ibu adalah orang yang pertama menangis dalam hati

dan

berkata

selesai sudah tugasku menjagamu”.

Iklan

10 thoughts on “LELAKI ITU…..

  1. Assalaamu’alaikum sayang Neni…

    Wah… curahan hatimu di atas, membuat mata bunda berkaca-kaca tak tertahan sehingga butir2 mutiara bertaburan di pipi. Sungguh indah nukilannya Nen. Sungguh syahdu curahannya. Bunda menyukai setiap ayat yang diguna. bahasanya punya kekuatan dan semangat. Bunda terharu Neni atas LELAKI ITU… yang sangat berharga di hati Neni dan bundamu juga ahli keluargamu. Ternyata dia lelaki hebat yang tidak ada tandingannya di dunia ini.

    Semoga beliau bahagia mempunyai anak seperti Neni. Bunda bangga kok punya anak seperti Neni juga. Terima kasih kerana sudi beribukan bunda walau kita hanya saling mengenali dari jauh namun sangat dekat di hati ini. Bunda senang Neni, bunda senang kok…. ahhh.. kok nangis aja nih.

    Puisinya sungguh menusuk hati. Bunda sukakan puisi itu.
    Salam sayang daro bunda di Sarikei, Sarawak.

    • Wa Alaikum salam WR. WB…terima kasih bunda atas pujiannya, pujian bunda selalu membuatku jadi semangat untuk terus menulis dan menulis, terima kasih yah bundaku sayang…neni sayang bunda…

      salam mesra selalu buat bunda…

Tanpa Sapa dan Salam darimu kurang bermakna

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s